
"Lepas!" Pinta wanita bertubuh mungil itu, di balik punggung kekar seorang pria yang bersetelan rapi, berada di hadapan wanita tersebut.
Kini Lolly sudah berada di kurungan tubuh kekar Lion. Pria itu, menghentakkan tubuh mungil Lolly, saat — wanita berwajah imut itu, ingin meninggalkan ruangannya. Segera … Lion, menarik lengan kecil Lolly dan merapatkannya ke dinding. Mengurung tubuh mungil wanita itu dengan kedua tangannya yang kekar.
Pandangan terus menunduk, menatap lekat, wanita yang selalu menolak apapun yang ia lakukan untuknya.
Lion sedikit membungkukkan badannya dengan kedua tangan masih mengurung tubuh mungil wanita itu di kedua sisi tubuhnya.
Sedangkan Lolly, hanya bisa membuang pandangannya dengan wajah sudah berubah pias. Namun berusaha menahan rasa cemas yang mulai menggerogoti tubuh mungilnya itu.
Lion mendekatkan, wajahnya lebih dekat dengan wajah kecemasan Lolly yang masih menoleh ke arah samping. Sehingga wajah Lion, hanya berada di dekat daun telinga Lolly.
Menghembuskan nafasnya di sana dengan kasar. Menerpa permukaan sebagian kulit leher Lolly, yang langsung meremang.
"Apa, yang harus saya lakukan agar kamu bisa memaafkan, saya. Haruskah, saya melukai diri? Atau melakukannya sekali lagi?" Perkataan Lion yang terakhir membuat, Lolly segera menatapnya tajam.
Lion tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Segera kedua telapak tangannya menahan garis wajah Lolly dengan lembut. Menempelkan kening keduanya.
__ADS_1
Lolly berusaha melepas diri, tapi sayang, tenaga pria tinggi menjulang di hadapannya sangatlah kuat.
"Lepaskan!" Perintah Lolly dengan tatapan penuh kebencian ia layangkan kepada Lion dengan mendongakkan kepalanya.
"Tidak! Bisik Lion di atas wajah Lolly. sehingga, hembusan nafas hangat pria itu, menerpa wajah merah Lolly.
"Apa mau anda, tuan!" Bentak Lolly pas di depan wajah Lion, tanpa rasa takut sedikitpun.
Lion masih dengan posisinya, mengurung tubuh mungil Lolly di balik tubuhnya yang kekar dan menahan rahang wajah Lolly lembut. Menempelkan kening mereka, sehingga sesekali hidung mancung mereka terlihat bersentuhan. Tangan Lolly ia letakkan di dadanya, wanita itu terlihat meremas kuat-kuat jas modern yang dikenakan Lion.
Wajah Lolly terlihat mulai merah, menahan gejolak amarahnya dan emosi yang mulai campur aduk. Mata yang berembun. Sehingga mata indah wanita itu terlihat berkedip-kedip, akibat genangan air mata yang menusuk-nusuk kedua matanya.
Debaran jantung Lion begitu kencang, saat mendengar perkataan Lolly. Matanya kini terpejam. Merasakan sapuan nafas Lolly yang mengenai wajahnya.
Lion bahkan hampir menempelkan bibir mereka dengan masing-masing berlomba melepaskan nafas berat mereka.
"Itu tidak akan mungkin. Karena, saya akan lebih memilih seorang pria lain," jawab Lolly dengan mata terpejam dan air mata mengalir melalui ekor matanya.
__ADS_1
Lion menjauhkan, wajahnya dari wajah Lolly. Kedua tangannya pun terlepas dari kedua rahang wajah Lolly. Dan — menatap wanita itu dengan tajam. Aliran darahnya tiba-tiba memanas, akibat mendengar ucapan Lolly.
Tidak! Lolly white tidak boleh dimiliki oleh orang lain. Lolly white, hanya milik Lion seorang
Lion kembali mendekatkan wajahnya, mengurung niat Lolly yang ingin lepas dari kurungan tubuh kekarnya.
Kembali menghempaskan tubuh mungil wanita itu dan menahan kedua pergelangan tangan Lolly di atas kepala wanita itu, mengunakan sebelah tangannya.
Lion pun, meletakkan lututnya di tengah kedua paha kaki mulus Lolly, saat wanita itu mencoba memberontak.
Lion membawa tangannya yang lain ke arah belakang kepala Lolly. Mendorongnya lembut sehingga bibir mereka kini saling bertemu.
Lion meraup penuh penjiwaan bibir lembut Lolly. Di sertai, amarah tertahan saat mendengar ucapan wanita bertubuh mungil itu, tentang pria lain.
Lion kini mencumbu bibir lembut wanita yang ada di kurungan tubuhnya dengan sangat lembut. Menyesapnya, secara bergantian bibir atas dan bawah Lolly. Memaksa wanita itu untuk membuka mulutnya dengan menggigit bibir atas Lolly sedikit kuat.
Lidah Lion kini menari-nari di dalam mulut Lolly. Mengabsen setiap barisan gigi putih wanitanya.
__ADS_1
Sesekali Lion kembali menyesap bibir Lolly yang begitu manis dan lembut penuh perasaan. Lion meremas lembut rambut di bagian belakang kepala Lolly, menikmati sensasi manis bibir wanitanya.
Mengabaikan, ekspresi dan bahasa tubuh Lolly yang mulai menegang dan wajahnya dipenuhi leleh air mata bercampur keringat dingin.