
"Apakah, ini harus dilakukan?" Lolly menatap nanar kepada berkas yang ada di hadapannya. Sebuah berkas pernikahan antara dirinya dan Lion, ayah dari ketiga calon bayinya.
Sedangkan, Lion hanya bisa terdiam dengan hati yang gelisah, takut, Lolly akan menolak permintaan sang mommy, untuk menjadi istrinya.
Pria itu, hanya bisa berdoa dalam hati, selama Lolly terus berpikir. Wajah pria tampan itu, terlihat menegang. Tersirat rasa was-was, di raut wajahnya. Takut, wanitanya akan menolak menandatangani berkas pernikahan mereka.
Lion melirik Lolly yang — masih menatap berkas tersebut dengan sebelah tangannya memegang sebuah pena yang diberikan oleh, mommy — Kim.
Secara bersamaan, Lolly pun menoleh ke arahnya dengan wajah kebingungan dan belum yakin, akan ketulusan Lion kepadanya.
Lion segera mengenggam telapak tangan dingin wanitanya dan membisikkan sesuatu kepada wanita kesayangannya itu. "Demi, mereka," bisik Lion dengan tatapan ke arah perut Lolly.
Wanita berwajah pucat itu pun, refleks menyentuh perutnya yang terlihat masih rata, tapi, terdapat tiga janin dari bibit unggul berkualitas, Jepang dan Paris.
Sebelum menandatangani, berkas pernikahan yang ada di hadapannya, Lolly terlihat, memejamkan matanya sejenak, lalu menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan.
Lolly pun mengambil keputusan tepat untuk menyetujui permintaan mommy Kim, menjadi istri dari putranya. Lolly, semata-mata melakukan ini semua demi ketiga janin yang ada di rahimnya.
__ADS_1
Lolly pun, membubuhkan tanda tangannya di atas selembar kertas berkas pernikahannya bersama Lion, dengan — pikiran matang.
Lion hanya bisa memejamkan matanya, saat melihat raut berubah wajah Lolly, pria itu merasa Lolly akan menolak ini semua. Namun… pikiran pria itu, salah. Ternyata wanita mungilnya itu menyetujui.
Lion membuka matanya, saat mendengar ucapan selamat dari granny, seketika wajah melongo tidak percaya pria itu ia perlihatkan. Berkali-kali, pria itu menatap Lolly dan berkas tersebut, secara bergantian dan detik berikutnya ia bersorak dan memeluk erat wanitanya.
"Berhati-hatilah, cucu laknat. Dia, tidak boleh terlalu banyak bergerak," sela granny, sambil memukul kepala cucunya dengan tongkat saktinya.
"Aku, hanya merasa bahagia, granny," sahut Lion yang terus saja memandangi wajah imut — Lolly.
Tanpa, menunggu waktu lama, Lion membubuhkan tanda tangannya juga di atas berkas pernikahan tersebut, dan, tidak lupa menyematkan cincin berlian di jari manis Lolly. yang bertandakan, kalau mulai sekarang Lolly adalah — wanitanya.
Bergantian, Lolly pun menyematkan cincin pernikahan di jari manis Lion dengan perasaan bercampur aduk. Antara, sedih dan bahagia.
Sedih, karena tidak satupun anggota keluarganya yang menyaksikan dirinya berubah status menjadi seorang istri. Dan, bahagia, karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu.
Lamunan, Lolly terganggu oleh kecupan dan ******* lembut yang diberikan oleh pria yang berada di sampingnya. Pria yang kini menjadi suaminya.
__ADS_1
Sosok pria yang — dulunya begitu membencinya dan selalu bersikap arogan, berbuat semena-mena terhadapnya.
Sosok pria yang memberikan luka trauma mendalam kepadanya, hingga sampai saat ini, masih tersimpan perasaan itu, yang sedikit demi sedikit menipis oleh perlakuan lembut, pria yang tersenyum bahagia di sampingnya.
"Terimakasih, karena kamu sudah memberikan aku kesempatan kedua, dan, bersedia menjadi wanitaku selamanya," bisik Lion sambil menggenggam telapak tangan kecil Lolly dan sesekali memberikan kecupan hangat.
Lolly hanya membalasnya dengan tersenyum tipis, dan membalas genggaman tangan, pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Aku, bersumpah dan berjanji, akan menjaga kalian juga membahagiakan kalian. Sekarang, yang menjadi tujuan hidupku hanya untuk kamu dan mereka," imbuh, Lion tulus. Yang telapak tangannya tidak hentinya mengelus perut wanitanya.
"Hm! Gumam, Lolly.
"Selamat, untuk kalian. Karena, sudah menjadi sepasang suami-istri. Ingat, nak. Sekarang kamu sudah memiliki istri dan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang daddy, maka, jaga dan lindungi mereka. Jangan, menjadi seorang suami pecundang yang tega membuat istrinya menangis dan menderita. Atau tega mengabaikan keluarganya hanya demi kesenangan semata atau masa lalu yang belum terselesaikan." Daddy Arthur memberikan wejangan kepada putranya, agar menjadi seorang daddy yang mampu menjadi panutan.
Lion menghampiri sang daddy dan memeluk pria setengah baya itu dengan penuh rasa haru dan kasih sayang.
Mommy, Kim pun mendekati putranya dan suaminya, mengusap lembut punggung kekar sang putra. Sambil memberikan peringatan kepada putra satu-satunya itu. Dan, Kim tidak tanggung-tanggung memberikan ancaman mengerikan kepada sang — putra.
__ADS_1