
Lion keluar dari kamar istirahatnya dengan, keadaan segar. Pria itu terlihat memakai pakaian lain. Yang tadinya memakai setelan santai, sekarang berganti dengan setelan formal.
Pria yang rambutnya terlihat lembab itu, berjalan mendekati Lolly. Yang sedang menggerutu kesal.
Itu dikarenakan, sejak tadi wanita itu berusaha untuk bisa keluar dari ruangan Lion. Namun… hasilnya nihil. Wanita dengan wajah kesal itu, kesulitan untuk membuka pintu ruangan Lion dan tirai penutup dinding kaca ruangan itu.
Lolly duduk dengan wajah cemberut dengan melipat kedua tangannya di dada dan pandangannya terus ke arah pintu.
Wanita itu memalingkan wajahnya ke samping, saat merasakan pergerakan di sebelahnya.
Wanita dengan wajah kesal itu, semakin kesal dan berdecak kasar saat melihat senyum penuh ejekan Lion.
Lolly kembali melemparkan pandangannya ke samping dengan bibir mencebik. Ia sudah muak berada satu ruangan dengan sosok pria menyebalkan di sebelahnya itu.
"Kamu, tidak menghabiskan sarapanmu, baby?" Lion yang melihat nampan berisi menu sarapan pagi di atas meja sofa, masih terlihat utuh sebagian. Dan bertanya kepada wanitanya dengan hidung mengkerut.
"Saya, sudah kenyang," jawab Lolly ketus.
"Benarkah?" Tanya pria yang kini merapatkan tubuhnya ke arah Lolly.
"Ck! Menjauhlah." Lolly menepis tangan Lion yang menyentuh pipinya yang masih terlihat merah, akibat menahan rasa kekesalan.
"Katakan, kenapa kamu tidak menghabiskan, sarapanmu?" Kini Lion bertanya dengan kedua tangannya meraih lengan mungil Lolly dan memindahkan tubuh mungil wanita itu, ke atas pangkuannya dengan sekali hentakan.
__ADS_1
"Bukan urusan, anda. Dan, saya mohon turunkan saya," sahut Lolly yang memberontak untuk lepas dari jeratan ranggulan Lion.
"Berhentilah, bergerak seperti itu, honey. Kamu akan membuatku kembali ke kamar mandi." Lion berkata dengan erangan tertahan sambil, menahan kedua pinggul Lolly agar wanitanya berhenti bergerak yang — akan membuatnya dalam keadaan darurat lagi.
Lolly menghentikan pergerakannya dan menatap wajah Lion yang begitu sangat dekat dengan wajahnya itu, sambil memberikan pertanyaan kepada Lion dengan wajah kebingungan.
"Apa hubungannya?" Lolly bertanya dengan suara pelan dan memandangi wajah tampan Lion.
Lion menarik ujung bibirnya yang menampilkan senyum menawan, ia juga memberikan kecupan singkat di bibir Lolly yang mengerucut itu.
"Kamu, akan membuatku gila," bisik Lion di depan wajah Lolly yang memperlihatkan wajah mengkerut kesal.
"Makanya, turunkan saya tuan," ketus Lolly yang kembali bergerak-gerak di atas pangkuan Lion.
"Baby, stop!" Lion memberikan peringatan kepada Lolly dengan — nada frustasi.
"STOP! Baby." Gertak Lion tertahan.
"Tidak akan, sebelum anda melepaskan saya," tolak Lolly yang terus bergerak tak karuan di atas pangkuan Lion.
"STOP, honey! Sebelum, saya kehilangan akal," pekik Lion yang mengusap wajahnya frustasi.
Lolly yang mendengar ucapan peringatan Lion, mengernyit heran dan menghentikan gerakannya di atas pangkuan Lion.
__ADS_1
"Cih! Bukankah, anda sudah kehilangan akal," cebik Lolly sinis.
Lion hanya bisa membuang nafasnya kasar, dan membawa telapak tangan besarnya di kedua sisi garis wajah Lolly. Menangkupnya lembut dan menariknya ke arah bibirnya, lalu memberikan ciuman penuh kasih sayang di kening wanitanya.
Lolly refleks memejamkan mata, merasakan kehangatan kecupan lembut Lion di keningnya. Merasakan hangatnya nafas segar Lion yang menyapa permukaan kulit wajahnya, dan merasakan lembutnya kening pria itu yang menempel di keningnya.
"Lupakan, yang jelas kamu akan semakin membenciku, apabila itu terjadi," bisik Lion di atas bibir merekah wanitanya.
Lolly melebarkan kelopak mata bulatnya dengan bola mata yang membesar, saat menyadari arah ucapan pria di hadapannya ini.
Lion menerbitkan senyum tampannya, saat menyaksikan ekspresi tercengang wanitanya yang terlihat semakin menambah keimutan wanita yang masih betah berada di pangkuannya itu.
Kedua telapak tangannya yang berada di kedua rahang wajah Lolly, kini berpindah ke belakang tengkuk wanita itu, Lion mendorong lembut tengkuk Lolly ke arah wajahnya, setelah itu meraih kembali bibir mungilnya wanitanya yang begitu lembut dan legit. Yang sudah menjadi candu baginya.
Lion menyesap lembut bibir Lolly, sambil meremas pelan rambut yang ada di belakang kepala wanita itu. ******* bergantian belahan kenyal wanitanya penuh perasaan. Meninggalkan gigitan kecil, membuat wanita yang ada di pangkuannya meringis yang mana tanpa sadar mulutnya terbuka. Lion tidak meninggalkan kesempatan itu, untuk menyapa seisi dalam mulut wanitanya.
Pria itu pun menciumi wanitanya penuh dengan perasaan cinta, dengan mata terpejam.
Sedangkan Lolly, hanya bisa mematung dengan tubuh masih, begitu kaku. Matanya terpejam erat, yang memperlihatkan kerutan di area kelopak matanya yang indah. Lolly menahan segala gejolak yang kini bercampur aduk di dalam hatinya.
Ingin memberontak, rasanya percuma. Karena pria yang sedang menikmati kelembutan bibirnya ini, begitu arogan dan keras kepala.
Belum lagi, Lolly tidak sanggup melawan tenaga kuat pria arogan di depannya ini.
__ADS_1