Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 51


__ADS_3

"Letakkan. Dan keluarlah!" Perintah Lion dingin, kepada karyawannya yang di bagian kebersihan. 


Office girl itu pun meletakkan menu sarapan pesan tuan muda Kato, dengan tangan bergetar. Dan sesekali melirik ke arah Lion yang masih memangku Lolly dan mendekapnya erat.


"Keluar!" Sentak Lion dengan aura suram menakutkan.


Segera saja office girl itu berjalan ke arah pintu ruangan Lion, tanpa berani menoleh ke belakang.


Setelah terdengar pintu tertutup, Lion segera mengunci pintu ruangannya melalui ponselnya. Lion juga menutupi dinding ruangan kacanya dengan tirai.


Setelah yakin semua aman, Lion menawarkan kepada Lolly untuk sarapan. Sejak tadi, Lion mendengar perut rata wanitanya berbunyi.


"Apa, kamu lapar? Hm?" Pria itu bertanya penuh kelembutan dengan cara berbisik.


Lolly hanya terdiam dengan tatapan menerawang, ia mengabaikan ucapan Lion. Ia hanya bisa termenung dengan posisi masih seperti semula.


"Makanlah, honey," bisik Lion kembali dan tidak lupa ia memberikan kecupan di pundak Lolly.


Membuat wanita itu bergidik kesal, bercampur amarah. Ia menjauhkan tubuhnya dari Lion dan menatap pria itu penuh kebencian.


"Kamu belum sarapan sejak tadi. Jadi … makanlah!" Suruhnya dengan sebelah tangannya mengelus pipi kemerahan Lolly.


"Tidak! Saya, tidak akan pernah menyentuh apapun darimu," tolak Lolly tajam. Tidak lupa tatapan penuh benci wanita itu. 


Berulang kali, Lolly mencoba bangkit dari pangkuan pria di depannya ini, tapi — sialnya, kedua lengan kekar pria itu masih bertengger di kedua sisi pinggang rampingnya.


"Lepaskan, saya tuan! Anda, tidak bisa berbuat seperti ini kepada, saya." Lolly kembali melayangkan suara bentakannya kepada Lion dengan terus mencoba menjauh dari dekapan pria yang memiliki tubuh kekar itu.


"TUAN MUDA KATO. LEPASKAN SAYA!" Lolly menyuarakan teriakannya di depan wajah Lion. 

__ADS_1


"Tidak, honey," jawab Lion tidak acuh, sambil memperlihatkan senyum miringnya.


"Please! Lepaskan … saya," pinta Lolly kembali, kali ini dengan tatapan sendu.


"Cup! Makanlah," Lion hanya tersenyum simpel sambil mengecup kedua kelopak mata indah Lolly.


Deru nafas wanita itu kini terdengar begitu kencang. Sehingga dadanya terlihat naik turun begitu beratnya. Antara menahan rasa kesal dan amarahnya. Tatapan mata jernihnya pun tidak luput untuk memberikan tatapan kebencian kepada pria di hadapannya ini.


"Saya, lebih memilih mati kelaparan, daripada harus memakannya," tandas Lolly dingin dengan sorot mata kebencian.


Mendengar ucapan wanita mungil yang berada di pangkuannya, Lion berubah menjadi suram. Sorot mata sipit nan tajamnya kini menghunus kepada Lolly. Ia kembali menggertakkan gigi-giginya, dengan kedua sisi rahang wajahnya mengetat sehingga garis urat-urat wajah pria itu terlihat jelas.


Lion menurunkan tubuh mungil Lolly dengan kasar di sebelahnya. Membuat Lolly terjeramba ke sudut sofa panjang itu.


Terdengar, desisan kesakitan wanita berambut panjang itu sambil mengusap-usap keningnya yang tampak merah.


Lion menulikan suara kesakitan wanitanya, pria itu meraih nampan berisi makanan dan membawanya mendekat ke arahnya dengan raut marah.


Lion, menyentakkan lengan Lolly setengah memaksa, hingga tubuh mungil wanita itu kini menempelkan kembali ke tubuh kekarnya.


Tanpa aba-aba, Lion meraup tengkuk Lolly, menempelkan bibirnya di bibir Lolly, memaksa wanita itu untuk membuka mulutnya, sehingga potongan sandwich yang berada di mulutnya kini sudah berpindah di mulut Lolly. 


Pria itu juga memaksa wanita berwajah imut itu, untuk menelan potongan sandwich tersebut.


Setelah, yakin wanitanya sudah menelan potongan sandwich itu, Lion melepaskan tautan bibirnya. Dan menjauhkan wajahnya kembali.


Sementara Lolly hanya bisa terbatuk-batuk, atas paksa Lion untuk menelan potongan sandwich yang cukup lumayan besar.


"Dasar pria ke …." Umpatan kasar Lolly terjeda, ketika … Lion kembali menempelkan bibirnya di atas permukaan bibir mungil Lolly.

__ADS_1


Kembali memaksa Lolly membuka mulutnya, sehingga susu yang berada di mulut Lion kembali, berpindah di mulut wanitanya.


Lion meyakinkan Lolly menelan susu yang ia suapkan kepada wanitanya itu, setelah itu, kembali Lion melepaskan tautan bibirnya.


Lolly lagi-lagi, hanya bisa terbatuk-batuk dengan wajah merah padam, dengan air mata menetes dari ujung kelopak matanya.


Ia mendelikkan benci kepada pria yang ada di sebelahnya itu dengan tajam. Pria yang menampilkan senyum miringnya.


"Mau, makan sendiri. atau —  kamu, masih mengharapkan suapan seperti tadi dari, saya," tandas Lion dengan tersenyum miring.


"Okay, saya akan melakukannya lagi," lanjut Lion dengan nada mengancam, saat — melihat Lolly hanya terdiam dengan wajah semakin merah.


"Tidak perlu! Saya, bisa sendiri," sentak Lolly dengan nada ketus.


Wanita dengan wajah, imut cantik itu, merampas kasar nampan yang sudah berpindah di atas pangkuan Lion. Dengan raut wajah penuh kekesalan dan emosi. Lolly memasukkan sarapan itu kedalam mulutnya dengan hati dongkol.


"Good baby" bisik Lion tepat di telinga Lolly dan mencium kening wanitanya lama.


Lolly dengan kasar menepis telapak tangan besar lembut Lion yang berada di atas puncak kepalanya dan menghapus bekas kecupan Lion di kening.


Lion hanya bisa tersenyum simpel, melihat wajah menggemaskan wanita yang sudah membuatnya menjadi sosok orang lain.


"I love you," bisiknya pria itu lagi dengan lembut di ceruk leher Lolly.


"I hate you!" Balas Lolly sengit.


Lion kembali menampilkan senyum tipisnya, mendengar ungkapan dan tatapan wanitanya. pria itu lantas bangkit dan berjalan ke arah kamar istirahat miliknya.


Lolly mengikuti langkah Lion dengan lirikan matanya, ia berencana akan keluar dari ruangan Lion. Tapi… sayang, niatnya itu sudah terbaca sejak tadi oleh tuan muda Kato.

__ADS_1


Lolly tidak mungkin bisa keluar dari ruangannya, itu karena, Lion sudah mengunci pintu ruangannya dengan kunci digital yang hanya tersambung melalui ponsel miliknya.


Lion hanya bisa menyeringai, melihat gelagat wanita mungilnya itu, dan terus melanjutkan langkahnya dan memasuki kamar istirahat miliknya.


__ADS_2