
"Assalammualaikum yorobun!" teriak seorang laki-laki berseragam putih abu-abu dan jaket kulit berwarna hitam.
"Misi Om! Nyari Vara dong!" teriak teman laki-laki itu. Mereka bertiga memakai seragam yang sama. Ia juga menggunakan hoodie berwarna hitam.
"Kalian! Pagi-pagi udah ribut." seorang pria berpakaian rapi dengan jas di padukan dengan baju rajut turtle neck karna saat ini udara sedang dingin.
"Nyari Vara bang. Lama banget tu anak." ucap temannya di samping memakai baju putih abu-abu juga dengan jaket kain berwarna hitam.
"Fardan, Fito dan Frizy. Kalian mau aja di suruh jemput Vara." ucap pria tadi.
"Gini bang Ar, atas perintah leader kami, kami akan melakukan apapun itu." ucap Fito.
"Oh jadi kalau di suruh masuk sumur kalian ngikut juga?" tanya Arseno.
"Ya gak gitu konsepnya Bang." jelas Frizy.
"Om Alby ada bang?" tanya Fito was-was.
"Ada di dalem. Mau di panggil?" tanya Arsen.
"No! Kita cuman memastikan." jawab Fito.
"Ervin udah berangkat bang? Gak keliatan batang hidungnya." tanya Fardan.
"Udah tadi pagi-pagi." jawab Arsen.
"Vara mana bang? Lama banget serius." kesal Frizy.
"Masuk aja dulu." ajak Arsen. Mereka bertiga pun masuk kedalam kediaman keluarga Altezza .
"Felix kapan pulang bang? Masa gak ada kabar." tanya Fardan.
"Gak tau tuh kapan Felix pulang." jawab Arsen.
"Udah pada sarapan?" tanya Arsen. Mereka bertiga kompak mengangguk.
"Heyyo ojek kesayangan kuh!" teriak seorang remaja perempuan dengan pakaian putih abu-abu dan jaket yang menggantung di lengannya. Rambutnya tertata rapi.
"Isvara." tegur Arsen.
"Hehe maaf mas Arsen terganteng kuh." cengir gadis itu bernama Isvara yang biasa di panggil Vara.
"Kalian mau jemput Vara?" tanya Alby yang baru saja keluar dari ruang makan.
"Iya Om." jawab mereka bertiga.
__ADS_1
"Hati-hati." ucap Alby, ayah dari Vara. Mereka bertiga pun mengangguk.
"Oh iya, kemungkinan nanti malam Felix sudah pulang. Kalian boleh ke sini." ucap Alby sebelum pergi. Alby pun pergi setelah mengatakan itu.
"Yaudah, berangkat sana." usir Arsen.
"Yah di usir. Yaudah kita pamit deh bang." ucap Frizy mencium tangan Arsen di ikuti Fito, Fardan dan Vara. Setelah itu, Arsen keluar dari rumah bersama mereka berempat dan menutup pintu utama kediamana keluarga Altezza.
"Hati-hati. Tuan putri keluarga Altezza itu. Kalau Kaisar dan Putra mahkota tau tuan putrinya lecet, habis kalian." peringat Arsen.
"Baik yang mulia Raja." ucap mereka bertiga menunduk. Mereka berempat pun pergi ke SMA Antariksa.
Perjalanan dari kediaman keluarga Altezza dan SMA Antariksa cukup dekat. Hanya perlu waktu 10 menit saja untuk sampai.
Vara pun turun di depan gerbang saja karna ia malas sekali menjadi pusat perhatian jika berangkat bareng mereka bertiga. Apa lagi jika di lengkapi dengan kakak kesayangannya itu, pasti akan makin heboh.
Visual yang tidak nyata, seperti itulah mereka menafsirkan keempat siswa yang terkenal itu. Siapa lagi kalau bukan Fardan, Fito, Frizy dan kakaknya Vara. Visualisasi mereka berempat seperti anime yang tidak hidup atau fiksi sangking tampannya.
Mereka bertiga melajukan motornya menuju parkiran tapi tiba-tiba ada seseorang yang menyebrang sembarangan.
Ckiittt....
Frizy mengerem mendadak sehingga Fito dan Fardan yang berada di belakang Frizy ikut terjatuh dan membuat motor mereka bertiga lecet.
"Kenapa?" tanya Fardan.
"Liat ni cewe, nyebrang sembarangan. Motor gua lecet!" kesal Frizy.
"Ya maaf, tadi buru-buru." jawab siswi itu.
"Ya kalau buru-buru liat dulu ada motor atau enggak. Kalau lu kayak gini, kita bertiga yang rugi. Liat aja motor kita lecet." jelas Fito.
"Yaudah deh gue ganti, berapa kerugiannya?" tanya siswi itu.
"Kita gak perlu uang lu. Kita cuman perlu permintaan maaf lu yang tulus." ucap Frizy marah. Sepertinya Frizy sudah tidak bisa mengendalikan emosinya. Fardan maju beberapa langkah di depan Frizy.
"Kalau salah minta maaf yang tulus. Uang gak akan memperbaiki semuanya." ucap Fardan bijak.
"Yaudah, gue kan udah minta maaf." ucap siswi itu.
"Kalau minta maaf itu yang tulus dong! Permintaan maaf kamu yang tadi gak ada kesan tulus sama sekali." ucap seseorang dari belakang.
Sontak siswa dan siswi yang sedang menonton perdebatan antara Frizy, Fardan, Fito dan siswi perempuan itu pun kaget.
Seorang pria berperawakan tinggi, memakai seragam SMA Antariksa dengan jaket berwarna hitam dan tatanan rambut rapi. Tak kalah sempurna dengan penampilan, wajahnya pun sangat tampan. Mempunyai hidung mancung, alis tebal, bibir agak tebal berwarna soft pink, dan rahang yang tegas. Suara yang berat atau sering di katakan dengan deep voice itu melengkapi kadar ketampanannya.
__ADS_1
"FELIX!" teriak semua murid yang menonton itu. Siswa bernama Felix itu mendekati Fardan dan memegang bahu Fardan.
"Kalau salah, minta maaf yang tulus." ucap Felix.
"T-tadi kan sudah." gagap siswi itu.
"Minta maaf sama Frizy, Fito dan Fardan. Motor mereka lecet karna kamu." ucap Felix. Siswi itu mendonggakkan kepalanya agar bisa bertatapan langsung dengan mata coklat Felix.
"Tadikan saya sudah minta maaf." ucap siswi itu merubah logatnya karna Felix berbicara dengan logat sopan.
"Minta maaf sekali lagi. Fardan juga benar, tidak semua hal bisa di selesaikan dengan uang." ucap Felix.
"Saya minta maaf, saya berjanji gak akan menyebrang sembarangan lagi." ucap siswi itu. Felix mengangguk lalu menepuk bahu siswi itu.
"Lain kali jangan ganggu kami." ucap Felix. Siswi itu menatap Felix heran lalu pergi.
"Udah selesaikan? Parkirin motornya. Nanti di bawa ke bengkel kalau ada yang rusak. Kalau mager bawa ke bengkel, beli motor baru aja." ucap Felix enteng. Fardan, Fito dan Frizy pun memarkirkan motor mereka dan masuk kedalam sekolah bersama Felix.
Mereka berempat berjalan dengan penuh wibawa. Mereka berempat adalah F4 yaitu Fardan, Felix, Fito dan Frizy. F4 juga berarti 4 Family atau 4 keluarga. Fardan dari keluarga Witton, Felix dari keluarga Altezza, Fito dari keluarga Malik dan Frizy dari keluarga Kivandra.
4 Visual yang tak hanya terkenal di SMA Antariksa tapi juga terkenal di berbagai kalangan dari anak SMP hingga anak kuliahan. 4 Visual yang tidak nyata sangking tampan dan kaya.
•••
"Eh tunggu!" teriak Vara menghampiri seseorang.
"Ya?" tanya orang itu berhenti.
"Aku Isvara anak kelas sepuluh ipa 4. Kamu?" tanya Vara.
"Hazeline Alliana kelas sepuluh ipa 4." jawab siswi itu.
"Hah? Kamu anak baru ya?" tanya Vara. Siswi bernama Hazel itu mengangguk.
"Kamu keren tadi bisa melawan kak Frizy dan kak Fardan, terus kenapa kamu tadi gak berani lawan kak Felix?" tanya Vara.
"Dianya sopan, aku juga harus sopan." jawab Hazel.
"Iya sih, kak Felix itu gak akan kasar kalau lawan bicaranya gak kasar." ucap Vara membenarkan.
"Yaudah ayo masuk kelas." ajak Vara. Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas.
•••Bersambung...
Hallo novel baru nihh, jangan lupa dukungannya yahh. Mari move on dari 5 generasi keluarga besar itu yahh😉
__ADS_1