
"What?!" kaget Frizy dan Fardan. Fito mengangguk membenarkan perkataannya.
"Wah macem-macem tu orang, gak tau yang lagi dia lawan itu Princess F4." ucap Frizy lagi.
"Gua gak mau tau, kita hajar dia sekarang!" kesal Felix. Fardan menahan Felix dengan lengannya.
"Ini yang gak gua suka dari lu, kalau udah tentang Vara pasti berpikir dengan kepala yang gak dingin. Jangan bertindak gegabah, kita harus biarkan masalah ini. Ini masalah pribadi Vara, kalau kita ikut campur, pasti Vara bakalan marah." ucap Fardan. Felix menghentakkan lengan Fardan.
"Lu tau apa? Lu gak punya adik, lu anak tunggal. Lu tau apa tentang arti seorang adik?!" tanya Felix menaikkan nada bicaranya. Felix biasanya kalau marah pasti tenang dan membalasnya dengan perlahan. Ntah kenapa hari ini Felix begitu kesal, apalagi dengan Fardan.
"Lu kenapa Lix? Gak biasanta gini." tanya Frizy.
"Lu tanya sama second leader lu itu!" jawab Felix pergi meninggalkan mereka bertiga. Fito berlari mengejar Felix.
"Ada apa?" tanya Frizy. "Gak biasanya F4 gini, biasanya Felix tenang dan tau waktu. Kenapa bisa gini?" tanya Frizy.
"Cuman masalah cewe doang dia kayak gitu. Kekanak-kanakan." jawab Fardan masuk ke kelas. Frizy mengejar Fardan. Ia perlu penjelasan.
"Maksudnya?" tanya Frizy.
"Gua mau tunangan sama Fay. Lanjutannya, ya nikah." jawab Fardan.
"What?!" kaget Frizy. "Pantes aja Felix marah. Felix udah ngincar dia selama 6 bulan." ucap Frizy.
"Ya namanya gak jodoh gak bisa di paksakan kan?" tanya Fardan. Frizy mengangguk.
"Felix pantang nyerah banget. Udah di tolak berkali-kali masih aja mau." ucap Frizy.
"Bodo ah, minggu depan UN. Gua mau belajar. Masa gua di bawah Felix mulu, Felix itu malas belajar, otaknya aja yang pinter. Gua yang rajin belajar malah di bawah dia." kesal Fardan. Frizy terkekeh melihat Fardan. Rupanya Fardan masih kesal mengingat Felix yang selalu juara umum tapi malas belajar. Frizy dan Fito berbeda dengan Fardan dan Felix. Mereka menerima apa adanya nilai mereka, walau mereka sama dengan Felix, sama-sama malas belajar.
__ADS_1
•••
"Felix! Tungguin gua!" kesal Fito. Fito berlari dan menghalangi jalan Felix.
"Gak usah gegabah jadi orang. Ini masalah percintaan Vara, lu gak usah ikut campur!" ucap Fito.
"Percintaan Vara?" tanya Ervan yang datang ntah dari mana.
"Iya! Masa Alden buat Vara hampir nangis karna kata-katanya." ucap Felix geram. Ervan pun ikut geram mendengarkannya.
Nambah beban gua aja. Asal kalian tau, gua juga kesal. Kalau bukan di lingkungan sekolah, udah abis tu anak ama gua. batin Fito.
"Tunggu, kalian tau apa yang akan kalian lakukan dan apa konsekuesinya? Kalau konsekuesi dari keluarga Adhitama gak seberapa, tapi coba pikirkan Vara. Alden bakalan mikir kalau Vara itu anak manja dan akan terus mengganggu Vara. Bahkan kalau pun mereka jadi menikah, Alden pasti akan bawa pergi Vara dan melakukan hal yang lebih lagi. Coba kalian biarkan Vara menyelesaikan masalahnya sendiri, biarkan dia mandiri." ucap Fito menengahi.
"Mandiri sih mandiri, tapi ini keterlaluan. Ada hak apa dia bicara gitu sama Vara?" kesal Felix.
"Felix, gua paham apa yang lu pikirkan dan gua paham maksud lu karna gua juga punya adik. Kalau Esha di gituin juga, gua pasti marah. Tapi coba pikirkan lagi, apa kalian gak terlalu memanjakan Vara? Apa kalian gak memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya jika terus seperti ini? Dia pasti gak akan kuat dengan kerasnya dunia." ucap Fito lagi.
"Oke, kali ini Alden selamat.Tapi lain kali, gua hajar tu anak abis-abisan. Berani-beraninya buat Queen Altezza mau nangis!" ucap Felix lalu pergi meninggalkan Ervan.
"Btw, Faresha kapan balik?" tanya Ervan.
"Ck, ntar liburan semester. Awas lu pdkt sama adik gua, gua gampar lu." ucap Fito seperti ingin melayangkan tamparannya.
"Si paling paling paling abang." ucap Ervan.
•••
"Bener-bener ya tu orang, awas aja ntar aku ketemu dia. Aku gampar sampe abis." ucap Hazel.
__ADS_1
"Udah, biarin aku sendiri yang urusin. Kerjaan kamu cuman jaga rahasia ini. Jangan sampai kak Felix dan teman-temannya tau. Nanti kak Alden kenapa-napa." ucap Vara. Hazel mengangguk.
"Bay the way, gimana pdkt nya? Kamu mau sama kak Felix atau sama kak Fardan? Atau jangan-jangan kamu suka sama kak Frizy ya." ucap Vara mengalihkan topik. Ia tak ingin sedih berlarut-larut.
"Kak Felix susah banget dekatinnya, ada aja alasannya buat nolak aku. Kak Fardan ganteng sih tapi agak pendiam jadi gak nyambung kalau bicara sama dia. Frizy? Dih ogah aku sama dia, lebih baik aku sama kak Fito dari pada smaa Frizy. Itu anak manusia, nyebelinnya tingkat dewa tau!" Hazel selalu saja kesal saat mengingat perilaku Frizy. Benar-benar menyebalkan.
"Ahahahaha Hati-hati aja. Cinta sama benci itu beda tipis, bahkan lebih tipia dari kertas. Ntar kalau kamu jadian sama Kak Frizy aku gak kaget lagi." ucap Vara.
"Kok doain aku jadian sama si Fizi itu sih?!" kesal Hazel.
"Loh, aku harus berdoa demi kebahagiaan kamu dong. Dan aku lihat kamu lebih ceria di samping kak Frizy yang nyerocos mulu dari pada di samping kak Felix yang gak peka, kak Fardan yang pendiam dan kak Fito yang nyaut tapi ngedehem doang." jawab Vara. Vara benar, yang aktif berbicara di F4 itu hanya Frizy. Felix dan Fardan sebenarnya juga aktif berbicara tapi saat marah. Sedangkan Fito lebih senang menjadi penengah atau pendamai.
"Y-ya tapi gak dia juga, yang selain F4 gitu." ucap Hazel.
"Oh kamu suka sama Bang Ervan?" tanya Vara. Hazel mengangguk lalu menggeleng.
"Anaknya baik sih, nyambung juga diajak bicara tapi sok sibuk." ucap Hazel. Sontak Vara tertawa.
"Dia bukan sok sibuk, tapi memang sibuk. Secara dia kan bakalan ngelanjutin study di akademi militer." ucap Vara. Hazel mengangguk mengerti.
"Mas Arsen gimana?" tanya Vara.
"Kak Arsen seru, orangnya juga menginspirasi banget. Tapi sibuk banget orangnya. Wajar aja sih, dia dokter muda." ucap Hazel.
"Twins G? Kak Gabrian sama kak Gabriel?" tanya Vara.
"Nah dua bule itu berbeda. Mereka suka melawak dan nyambung banget kalau ngomong. Ganteng, pintar, senyumnya manis, tinggi lagi. Idaman banget, tapi hati ku tetap pada kak Felix." ucap Hazel.
"Aaa cieee calon kakak ipar." goda Vara.
__ADS_1
•••Bersambung....