
"Gua kan udah bilang, bukan salah lu. Lu mau aja di ancam pakai itu? Yang tau bukti sebenarnya itu gua sama anak F4. Orang tua lu bahkan keluarga lu gak ada yang tau tolol!" kesal Felix.
"Ck! lagian udah terjadi. Terserah kalian dah! Gua ngincar Fay malah diambil Fardan. Ya gua its oke karna gua sadar status dan gua juga gak terlalu pintar agama.Tapi saat gua dapat Zahra dan merasa cocok, di situlah sahabat gua masuk lagi dan mengambil wanita incaran gua. Gua cuman gak mau persahabatan kita rusak hanya karna wanita, tapi kenapa gua mulu yang kena?" tanya Felix heran.
"Salah gua sama kalian apa?" tanya Felix lagi.
"Gua pernah jahat sama kalian? Kalau iya bilang aja terang-terangan gak apa kok." ucap Felix lagi.
"Yang salah bukan lu Lix, tapi kita. Kita yang gak bisa mgendaliin diri untuk seseorang Lix, apa lagi perempuan. Tapi di sini gua menilai lu juga salah. Kenapa? Karna lu nitipin Zahra yang notabenya seorang wanita kepada Fito yang seorang pria. Lu gak mikir apa yang akan terjadi kedepannya?" tanya Fardan. Jujur saja, jika salah satu temannya salah, Fardan tak akan segan menyanggah mereka.
"Satu lagi, masalah gua sama Fay. Gua sama Fayyana itu di jodohkan. Tolong di garis bawahi gua dan Fayyana itu di jodohin. Mau sekeras apa pun lu berjuang, lu gak bakalan dapatin Fayyana. Dan lu juga gak bakalan dapatin Zahra, Fito dan Zahra baru aja halal seminggu yang lalu. Lalu di susul gua tiga hari lalu. Frizy belakangan." ucap Fardan.
"Yang pasti setelah Frizy, lu belum nyusul kita juga sih." ucap Fardan. Felix mengepal tangannya lalu menatap Fardan dengan tatapan penuh amarah. Felix menarik kerah kemeja Fardan.
"Maksud lu apa?!" marah Felix.
"Felix! Ini masih di kampus." ucap Alby. Felix pun melepaskan kerah kemeja Fardan kasar.
"Terima takdir aja. Cewe kan gak cuman satu." ucap Fardan.
__ADS_1
"Udahlah terserah kalian mau gimana." ucap Felix malas. Felix melepas selempang yang tertulis cumlaude dan meletakkannya di bahu lalu berjalan dengan malas sambil memegang piala dan piagam serta mssih memakai baju toga.
"Hah, Felix Felix. Ayo kita pulang." ucap Alby pasrah dengan anaknya itu. Mereka pun pulang menggunakan mobil masing masing. Kebetulan Felix sudah meletakkan semua barang barangnya di mobil. Jadi mereka tinggal memasukkannya saja di bagasi pesawat.
(Skip naik pesawat, beralih ke Indonesia)
|ayo buka resso, joox, dan sportifynya. Silahkan dengarkan lagu Promise - Melly Goeslow|
Sesampainya di Jakarta, mereka semua langsung pulang kerumah masing masing untuk istirahat. Sedangkan Felix kembali ke kediaman keluarga Altezza tetapi tidak istirahat. Ia hanya masuk ke kamarnya untuk mengambil kunci motor dan pergi dengan motornya.
Ia pergi dengan kecepatan kendaraan diatas rata-rata. Tak tau kenapa ia bisa segila ini menaiki motornya. Ia bahkan tak ingat ia masih bernyawa. Felix berjalan tanpa arah dengan raut wajah datar tanpa memperdulikan apapun di depannya. Tanpa tau mau kemana, Felix berhenti sesuka hatinya.
Tanpa ia sadari ia berhenti di sebuah pemakaman keluarga Altezza. Felix memarkirkan motornya dan masuk ke sana. Bukan hanya keluarga Altezza yang berada di makam itu. Ada 3 keluarga lainnya seperti keluarga Malik, Witton dan terakhir keluarga Kivandra.
Felix langsung terduduk di samping makam ibunya itu. Felix mengelus nisan ibunya.
"Ma, udah 13 tahun lalu mama pergi. Felix kira Felix bakalan bisa tanpa Mama, tapi Felix salah Ma. Felix yang dulu masih berumur 7 tahun yang gak tau apa dengan beraninya bilang, aku bisa tanpa mama. Tapi itu hanya perkataan bukan dalam perbuatan dan hati. Nyatanya semua berat ma." ucap Felix.
Tes!
__ADS_1
Tes!
Air mata Felix lolos dari pelupuk matanya. Katakan lah Felix cengeng sekarang. Lelaki itu jarang sekali menangis, tapi jika laki-laki sudah menangis artinya dia sudah berada di titik terendah dia. Laki laki sudah tidak bisa tahan lagi dan harus bercerita atau dia akan depresi karena terlalu banyak memendam beban dan perasaan.
Siapa bilang laki-laki tidak boleh curhat? Laki-laki dan perempuan sama-sama boleh curhat untuk meringankan beban pikiran mereka dan tak jarang mereka mendapatkan saran dan solusi dari masalah mereka.
Situasi yang sama terjadi pada Felix. Saat ini mungkin Felix sedang berada di titik terendahnya. Ia sampai menangis di samping makam ibunya, karna hanya ibunya yang bisa memahaminya walau tidak di balas.
"Felix tau Felix cengeng Ma. Tapi Felix iri sama teman-teman Felix yang di masakin ibunya pulang sekolah, pulang kerja. Bisa curhat dan bercanda sama ibunya. Bisa nemenin ibunya belanja, bisa meluk ibunya, bisa cium ibunya, bisa hiks..." perkataan Felix berhenti, ia tak mampu mengucapkan kata selanjutnya. Sebegitu rindunya ia pada ibunya.
"Felix juga mau Ma. Felix iri. Felix cuman punya Papa, Ma. Papa itu sibuk dan papa lebih dekat dengan Vara dari pada Felix. Felix dekatnya sama Mama. Mama tau? Felix tumbuh besar sendirian ma dan Felix pun harus ngurus Vara. Tapi Felix ikhlas ngurus dan ngelindungin Vara karna itu perintah mama. Tapi Felix tetap bersyukur Ma, karna ada Ervan dan bang Arsen yang bantuin Felix." ucap Felix.
"Kami tumbuh bersama sama Ma. Bang Arsen hebat, dia bisa ngehadapin kami bertiga. Tapi Felix juga harus tetap bersyukur masih punya papa. Ervan sama bang Arsen cuman berdua ma sejak kejadian di timur indonesia waktu itu." ucap Felix lagi.
Felix terdiam sebentar ia ingin menangis sekuat-kuatnya. Ia rindu dengan ibunya. Felix menghapus air matanya kasar. Ia tak boleh menangis. Ia laki-laki, ia harus kuat.
"Maaf ma Felix cengeng. Tapi Felix beneran capek. Felix capek banget ma. Saat dimana Felix mati-matian berjuang untuk lulus kuliah bahkan sampai masuk rumah sakit dan di rawat, Felix malah dapat balasan yang gak pantas Ma. Felix gak akan marah sama Fito ma, memang Felix yang salah. Felix yang salah Ma." ucap Felix. Ia kembali menangis. Begitu rindunya ia dengan ibunya.
"Ma Felix kangen. Nanti datang ke mimpi Felix ya. Felix pengen peluk mama. Datang ya ma, anak laki-laki mama kangen sama mama. Mama harus datang ya. Felix tunggu." ucap Felix. Felix berdiri dari duduknya dan menghapus air matanya dengan bajunya. Lalu berjalan pelan dan menaiki motornya. Felix melajukan motornya untuk kembali ke kediaman keluarga Altezza.
__ADS_1
•••Bersambung...
Gimana? air mata masih aman kan? Author yang nulis aja sampe nangis 😭