F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 28 : THE WEDDING


__ADS_3

Setelah lama mempersiapkan pernikahan mereka dan setelah lama seorang Husein Aldino menunggu Isvara Altezza, akhirnya mereka menikah juga hari ini.


Aldino sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Ia sudah sangat siap untuk ijab kabul hari ini.


"Oke gua akui Aldino memang ganteng pake banget. Felix aja kalah." ucap Frizy.


"Felix sekarang mah ga ada aura mematikannya lagi malah jadi gemoy ahahaha." olok Fito.


"Sejak balik dari Australia, auranya udah gak ngeri lagi. Gua saranin F4 ganti leader si." sahut Fardan.


"Terserah." ucap Felix bad mood. Ia sangat ingin menjadi wali nikah adiknya. Tapi apa mau di buat, ayahnya masih hidup jadi ia tidak bisa untuk menjadi wali adiknya.


"Yaelah gausah kesal kali. Papa lu masih hidup, lu bersyukur lah. Jangan jadi kekanak-kanakan karna mau jadi wali nikah Vara. Mendingan lu ke kamar Vara, liat adik lu sana." ucap Fardan. Felix beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Aldino. Lalu kemudian ia masuk lagi.


"Beda gedung bego." ucap Felix kembali duduk.


"Makanya fokus." ucap Frizy.


"Lu nikah deh kalau mau rasain ijab kabul." saran Fito.


"Yaya, gua nikah. Tapi gau gak bakalan jahat buat ambil tunangan sahabat sendiri." sindir Felix.


"Masih belum dimaafin gua? Kan gua udah minta maaf Lix." ucap Fito.


"Dah lah males gua sama lu!" kesal Felix.


"Mana Felix yang dewasa kemarin? Kok pulang-pulang jadi kekanak-kanakan? Katanya mau jadi hot daddy?" tanya Aldino.


"Ya gini kalau gua bad mood, ga bisa mikir gua. Untung lu yang nikah sama adik gua bukan si Frizy." ucap Felix.


"Loh kok gua?" tanya Frizy.


"Lu kan pernah suka sama adik gua sebelum suka sama Hazel." jawab Felix sambil mengeluarkan tawa pelannya.


"Akh sialan lu! Kenapa diungkit sekarang sih?!" kesal Frizy.


"Ya biar Aldino tau kalau seorang Frizy pernah suka sama Isvara." ucap Felix tertawa puas.


"Udah jadi masa lalu, gua masa depam Vara." ucap Aldino.


"Eh wait! Siapa yang ngajarin Aldino bahasa Lu-Gua?" tanya Felix.


"Frizy lah." jawab Fardan santai.


Mampus, muka Felix dah gak enak di liat. Mampus gua. batin Frizy.


"Frizy kampret! Adik ipar gua udah bagus-bagus bahasanya sopan, eh lu ajarin bahasa gaul!" marah Felix.


"Tapi saya bahasa gaul ke kalian aja." ucap Aldino.


"Oh yaudah terserah pada mu." ucap Felix.

__ADS_1


"Udah mending kita otw ke gedung. Ntar lagi mau di mulai ijab kabulnya." ucap Fardan.


Mereka pun mengangguk dan beranjak dari duduknya. Mereka pergi bersama Aldino dan keluarganya menuju gedung yang tak jauh dari rumah Aldino. F4 berangkat satu mobil bersama Aldino menggunakan mobil Felix. Yang mengendarainya adalah Fardan. Di samping Fardan ada Fito dan di kursi penumpang berisi Felix, Aldino dan Frizy.


"Jangan tengang No. Santai aja." ucap Felix.


"Lu mah enak ngomong, rasain sono." ucap Fito.


"Dih diem lu! Gak tau cara nenangin orang panik lu ya!" kesal Felix.


"Sensian banget lu Lix. Pms?" tanya Fardan.


"Nyetir aja yang bener, gak usah hiraukan yang di belakang." jawab Felix.


"Hah, lu gak terima Fay diambil Fardan, Zahra diambil Fito, atau Vara diambil Aldino?" tanya Frizy.


"Semuanya." jawab Felix. Frizy menepuk jidatnya.


Selang beberapa menit, mereka pun sampai. Aldino sangat rapih menggunakan Stelan jas berwarna putih serta peci putih dan sarung tangan putih.


Di belakang Aldino ada 4 pangeran tampan dengan stelan jas berwarna hitam dan rambut yang rapih. Mereka berlima sangat tampan.


Mereka berlima berjalan melewati pintu gedung dan di sambut oleh 2 tentara tampan yang menggunakan stelan jas berawarna hitam juga. Siapa lagi kalau bukan Letda Ervan dan Kapten Arsen.


Felix, Frizy, Fardan dan Fito berdiri di samping Ervan dan Arsen lalu menbiarkan Aldino duduk sendiri di kursi tempat ijab kabul. Di depan Aldino sudah ada Alby yang sudah tampan dengan stelan jas.


"Santai aja jangan tengang." ucap Alby. Aldino mengangguk dan terus mengatur nafasnya.


•••


"Santai saja Vara, Kak dino gak makan kamu kok." ucap Hazel.


"Hah? Mau dimakan sama kak Dino?" tanya Vara. Hazel menepuk jidatnya.


Tok..Tok...


"Halo, maaf ganggu. Boleh masuk?" tanya seorang wanita. Vara melihat kearah Hazel. Hazel pun begitu, ia kelihatan bingung sambil menatap Vara.


"Aku di suruh Ervan ke sini." ucap wanita itu karna melihat situasi.


"Oh ayo masuk kak." jawab Hazel. Wanita itu menutup pintu.


"Hai Vara, kita pernah ketemu di wisuda Felix. Aku juga lulusan di sana." ucap wanita itu.


"Mungkin kamu lupa. Oh ya nama aku Nayra." ucap wanita itu yang rupanya adalah Nayra.


"Oh kamu yang gangguin kak Felix terus kan? Kamu viral tau di keluarga Altezza." ucap Vara.


"Enggak, aku gak bermaksud ganggu Felix. Aku sebenarnya mau nanya tentang Ervan karna nama belakang Felix dan Ervan sama." jelas Nayra.


"Oh, gitu. Yakin gak suka sama kak Felix aja? Kak Ervan kan angkatan. Emang kakak mau di tinggal-tinggal?" tanya Vara.

__ADS_1


"Kalau demi mengamankan negara gak apa." jawab Nayra ramah. Sepertinya ia sedang pdkt dengan Vara. Ervan pernah bilang kepadanya jika anggota keluarga yang paling susah di dekati adalah Vara. Restu Vara juga sangat penting untuk Ervan.


"Kak Ervan itu bakalan perang loh kak. Kalau udah perang terus pulang-pulang tinggal nama aja gimana?" tanya Vara.


"Harus terima lapang dada. Memang begitu takdirnya. Kematian pasti akan datang ke semua makhluk hidup." jawab Nayra.


"Jadi kalau jadi janda muda gak apa?" tanya Vara.


"Vara, astaga jangan ngejulid kamu." ucap Hazel.


"Hehe maaf kak cuman nguji." ucap Vara.


"Iya gak apa." jawab Nayra.


•••


"Baik ayah mempelai wanita silahkan berjabat tangan dengan mempelai pria, lalu silahkan baca ijab kabulnya. Jangan lupakan bismillah." ucap penghulu. Alby pun menjabat tangan Aldino.


Alby membaca bismillah di dalam hatinya, begitupun dengan Aldino. Dino berharap semuanya berjalan lancar.


"Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka binti Isvara Arisha Altezza alal mahri Q.S Ar rahman, naqdan biqimat 245 alf dirham hallan.” ucap Alby tegas.


"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan" jawab Aldino dengan nada yang yakin.


"Sah?" tanya penghulu.


"SAH!" teriak mereka semua.


•••


"SAH!" dengar Vara, Nayra dan Hazel dari kamar.


"Aaa Vara congratulation!" teriak Hazel senang sambil memeluk Vara.


"Gila, arabnya dapet banget sama mempelai prianya." puji Nayra.


"Kak Dino udah lama tinggal di Abu Dhabi kak. Jadi wajar aja." jawab Hazel. Nayra manggut-manggut.


"Sayang!" panggil seseorang. Mereka bertiga menoleh kearah suara itu.


"Kaget, aku kira kak Frizy. Rupanya kak Ervan." ucap Vara.


"Kakak pinjam kak Nayranya bentar ya." ucap Ervan menarik Nayra.


"Bucin!" ledek Vara.


"Ntar kamu ngerasain bucin sama kak Dino. Selama ini kan kak Dino cuek sama kamu karna belum halal. Liat aja ntar dah halal, dia pasti buat salting brutal." ucap Hazel. Vara tersenyum malu, apa lagi saat mendengar Aldino membacakan surah Ar-rahman saat ini. Dengan suara merdunya Vara sungguh ingin turun kebawah dan memeluk Aldino.


•••Bersambung....


Akhirnya Up lagii!!!😍😍

__ADS_1


__ADS_2