F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 47 : Rencana Resepsi


__ADS_3

Setelah 3 hari di rumah sakit, akhirnya Felix pulang ke rumah. Ia sangat kesal ketika di rumah sakit, apa lagi semenjak Victor pulang. Victor memang bukan adiknya tapi saat melihat wajah Victor saja Felix sudah kesal. Apa kabar Fardan yang selama ini hidup bersama si tengil itu?


"Oke ceritakan kak, gimana kakak bisa nikah tanpa sepengetahuan aku!" kesal Vara.


"Princessnya kakak kok marah sih." goda Felix.


"Kakak aja, nikah gak bilang-bilang. Aku mau seleksi kakak ipar aku dong!" ucap Vara.


"Dino, adik gua lu kasih makan apa? Kok gak berubah-rubah?" tanya Felix.


"Makan nasi Lix." jawab Dino.


"Besok kasih makan dia pasir aja." ucap Felix.


"Jangan, gua masih sayang istri." ucap Aldino.


"Lu gak habis kesabaran nikahin bocil? Kalau gua udah nolak dari awal sih." ucap Felix sambil memegangi kepalanya.


"Istri lu lebih bocil dari Vara." ucap Dino. Vara dan Dino bertos.


"Hah, Aldino yang kalem udah gak kalem lagi. Virus Vara emang kemana-mana perginya." ucap Felix.


"Udah Felix, ga usah banyak bacot ya. Jelasin gimana lu bisa nikah sama Qila." ucap Ervan geram. Ia sangat penasaran bagaimana seorang Felix seenaknya menikahi orang.


"Jadi, Qila itu asisten manajer. Kebetulan manajer yg dia tangani itu gua. Nah, pernah hari itu dia pulang larut malam, ya gua kasihan. Gua antar dia sampe rumah dengan selamat, saat gua mau pergi kakaknya malak uang yang menurut gua lumayan juga. Karna dia ga ada uang akhirnya ia di pukul sama ibunya dan ayahnya. Ayahnya juga minta uang, ya karna gak di kasih makanya ayahnya ikutan mukul dia. Gua mau nolongin juga gak bisa, karna gak bisa ikut campur juga masalah keluarga orang. Nah semenjak itu hampir tiap hari gua antar dia sampai ke rumah, tiap malam dia pasti di marahin padahal dia pulang kerja capek malah dimarahin." ucap Felix berhenti sejenak.


"Paginya gua nanya sama dia, kenapa tiap pulang kerja selalu dimarahin. Dia jawab karna keluarganua minta uang dan dia gak ngasih. Kakaknya perlu dana buat kuliah, ayahnya perlu dana buat judi dan ibunya perlu dana untuk beli kebutuhan. Gua jadi mikir, anak ini lulusan SMK dan dia juga yang paling di harapkan keluarga padahal ada kakaknya yang enak-enak kuliah dan dia yang stress mikirin semuanya. Udah sakit fisik sakit mental pula. Karna hampir tiap hari begitu, akhirnya gua ikut campur, gua turun tangan buat bela dia yang udah mau digebukin sama bapaknya. Terus orang tuanya bilang kalau mau nyelamatin anak ini gua harus transfer uang 500 juta. Yaudah gua transfer 500 juta sama mereka. Akhirnya Qila gua bawa pulang, tapi karna gak mungkin gua bawa cewe kerumah disaat gua tinggal sendiri akhirnya dari jauh hari udah gua siapin buat persiapan pernikahan di KUA." lanjut Felix.


"Gua kenal lu Felix, lu gaka bakalan bantuin orang kalau gak ada manfaatnya." ucap Ervan.


"Emang, gua pikir dia bakalan berguna untuk masalah keluarga kita dan benar aja kan dia berguna." jawab Felix. Ervan dan Arsen menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Lu udah nyentuh dia?" tanya Arsen.


"Pertanyaan lu privasi banget bang." jawab Felix tak mau menjawab.


"Felix! Ini anak orang, lu nikahin dia tanpa cinta? Dia ada perasaan kali, lu nikah udah kayak orang pacaran aja. Pernikahan itu sakral, gak bisa dimainkan!" kesal Arsen.


"Lu tau apa bang? Belum nikah kan? Udah mau kepala 3 belum nikah." ucap Felix. Arsen mengelus dadanya berusaha sabar.


"Lu bilanh Vara bocil sedangkan lu gak ngaca, sebenarnya yang bocil itu lu! Sifat lu kayak bocil sialan!" kesal Arsen.


"Ck, yayaya gua tau pernikahan itu sakral. Dan gua emang gak main-main. Biasanya cinta datang karna terbiasa kan? Ntar datang juga." ucap Felix.


"Om, tolong anak om pengen Arsen bunuh." ucap Arsen kesal.


"Bunuh aja sok atuh. Dia mungkin kangen sama ibunya." jawab Alby.


"Pa!" tegur Vara.


"Apa lagi aku kak." sahut Vara.


"Loh kami yang yatim piatu be like oh gitu ya bang, terus kami gimana?" ucap Ervan.


"Iya iya sori, gua gak bersyukur. Setidaknya gua punya ayah, dari pada kalian gak punya keduanya." ucap Felix lalu menutup mulutnya.


"Gelap banget ya allah." ucap Dino.


"Maaf gak sengaja." ucap Felix menyesal.


"Jadi kalian gak ada rencana mau ngadain resepsi?" tanya Alby.


"Hm, Felix mikir gitu tapi kembali lagi sama kalian kalau setuju. Rencananya setelah pernikahan Fardan, Felix bakaln ngadain resepsi untuk memberitahu kalau nyonya Altezza yang baru sudah tiba." ucap Felix.

__ADS_1


"Bentar, pernikahan Fardan sama Fay sebentar lagi. Yakin mau secepat itu? Kita baru saja di serang musuh. Dengan tau itu musuh makin gencar memburu kita dan gua bentar lagi bakalan di tugasin keluar kota dan pindah batalyon. Gua gak bisa bareng kalian juga. Lagian kalau ketauan masalah kita dan sampai dengar di telinga mayor kami berdua, bisa di pecat kami." ucap Ervan.


"Ya, gua juga mau nugas di luar. Gimana kalau nunggu Frizy nikah." ucap Arsen.


"Gak bisa bang, orang tua Frizy itu cuek. Dia gak bakalan mau anaknya cepat nikah. Biasanya juga kami nongkrong di rumah Frizy karna orang tuanya jarang pulang. Apalagi dia harus jaga adiknya, tapi untung adiknya sekolah di asrama jadi dia gak perlu khawatirin adiknya." ucap Felix.


"Apa lagi orang tua Hazel nuntut banget buat segera lamar Hazel kak. Karna kata orang tuanya gak baik pacaran lama-lama sedangkan orang tua kak Frizy aja gitu." ucap Vara.


"Nah, gitu." sahut Felix.


"Yaudah tunggu nikahan gua sama Nayra." ucap Ervan.


"Lu beneran nikah sama si gatal?" tanya Felix.


"Gatal, gatal pala lu gatal. Gua sengaja suruh dia rayu lu. Kali aja lu gak setia dan bisa aja belok kan jalannya ga lurus lagi." jawab Ervan.


"Bener-bener lu ya. Sumpah tu anak ganggu gua mulu, gua gak serius belajar, untung cepat lulus." Felix kesal mengingat kejadian di Australia itu.


"Thanks juga udah bantuin dia lepas dari om pedo itu." ucap Ervan. Felix mengangguk.


"Thanks juga udah gak ngasih tau kalau tunangan gua di ambil sama sahabay gua sendiri." balas Felix.


"Lu gamon sama Zahra? Udah ada Qila noh, Qila lebih cakep dari pada Zahra." ucap Arsen.


"Udah move on lah bang, istri sahabat sendiri juga. Udah gua relain kok." jawab Felix.


"Semoga Felix bucin sama Qila ya allah." doa Ervan.


"Aamin." jawab mereka bersama sama dengan nada penuh harapan. Sedangkan Felix memutarkan bola matanya malas melihat kelakuan keluarganya yang absurd. Padahal awalnya ia akan mendapat adik ipar kalem seperti Aldino, eh Aldino malah terkontaminasi dengan Vara.


•••Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2