F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 40 : F4 Comeback #2


__ADS_3

TOK! TOK! TOK!


Bunyi ketokan di pintu sangat keras membuat Felix berdecak sebal. Ia pun meninggalkan dapur dan membuka pintu.


"APA?!" marah Felix.


Bugh!


3 orang laki-laki berlutut di depan Felix.


"Kami gak bisa selesaikannya Lix!" ucap Frizy.


"Gua udah buar Strategi seperti biasa tapi semuanya gagal." ucap Fito.


"Ervan, om Alby bahkan bang Arsen semuany kena tahan. Saham Altezza grup juga di ujung tanduk." ucap Fardan.


"Kalau gini terus bukan hanya Altezza grup yang hancur tapi 3 keluarga lainnya juga hancur Lix! Ayo pulang Felix! Om Alby ngusir lu karna dia gak mau kejadian om Luqqa, tante Fiona dan Mama lu. Om Alby gak mau itu kejadian lagi Felix! Lu itu pewaris tunggal Altezza Grup. Kalau lu juga kena bantai, gimana Altezza grup jalan?" jelas Fito.


"F4, berdiri." ucap Felix. Mereka bertiga pun berdiri.


Tak!


Felix menutup pintu rumahnya dan menguncinya.


"Gak terima tamu!" ucap Felix.


"Balik lagi sifatnya. Kalau kita di sini pun gak bakalan di bukain. Kita cari hotel aja buat tidur." ucap Fardan. Fito dan Frizy mengangguk setuju pada perkataan Fardan.


"Yaudah di emperan aja." ucap Frizy.


"Beh di kata kita gelandangan. Ntar keluar noh berita, tiga orang tuan muda dari keluarga terkenal jadi gelandangan di Bandung." sahut Fito.


"Yee, lu aja. Gua mah bakalan nutupin wajah pake tas. Selagi ada yang gratis ngapain beli?" ucap Frizy.


"Hey! Ferguso. Gua lebih milih ngabisin duit di hotel dari pada tidur di emperan." ucap Fito.


Fardan membuka tasnya lalu mengambil cemilan dan duduk di kursi dekat teras rumah Felix.


Ceklek!


"Fe-" belum selesai Fardan berbicara, Felix sudah meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya meminta Fardan agar diam. Fardan juga melihat Felix membawa makanan ringan.


"Nonton bioskop gratis." bisik Felix.


"Yeh, gua mah tiap hari." balas Fardan berbisik.


"Eh anak monyet, sesuka otak lu aja dah!" kesal Fito.


"Loh kalau gua anak monyet lu anak gorila gitu?" tanya Frizy.


"Ya kan kita beda emak! Kecuali lu adik gua baru gua juga anak monyet." jawab Fito.


"Eh ular Piton, dengerin gua ya. Ini masalah belum kelar, lu nambah beban pikiran gua aja." balas Frizy.


"Eh Fizi, mending lu balik ke negara sebelah deh. Masuk lagi tuh ke kartun si botak kembar, gausah urusin masalah ini kalau lu puyeng." jawab Fito.

__ADS_1


"Oh ngajak gelut lu? ha, meh meh meh." ucap Frizy menggulung lengan hoodienya.


"Okey!" balas Fito membuka hoodienya. Ia hanya memakai kaos oblong lengan pendek berwarna putih sekarang.


Fardan dan Felix mengangguk lalu berdiri dari duduknya dan memegang tangan Fito dan Frizy.


"Buset, ga bisa sehari gak berantem kalian?" tanya Felix.


"Umur udah berapa? Jangan kayak anak kecil! Ntar yang ada anak kecil punya bayi kan ga lucu." ucap Fardan


"Fardan agak ngebet yah." ucap mereka bertiga serentak.


"Eh betewe ada babang Pelix." ucap Frizy.


"Nama gua F E L I X, pake F bukan P. Mak gua kasih nama cakep-cakep lu ganti!" kesal Felix.


"Maaf baginda." ucap Frizy berlutut. Fito pun tersenyum dan membuka sepatunya lalu mengarahkannya ke hidung Frizy.


"Huek!" Frizy berdiri dan menjauh dari Fito.


"Buset bau banget, udah berapa abad gak lu cuci hah? Bau banget sumpah." ucap Frizy.


"Banyak bacot lu, baru gua beli kemarin nih. Masih harum, seharum mak gue." ucap Fito.


"Dih, sotoy lu!" teriak Felix, Fardan, dan Fito bersamaan.


"Nyenyenyenye." ejek Frizy.


"Bay the way, masalah tadi gimana Lix?" tanya Fardan.


"Besok kita bicarain, hari ini udah malem. Ngantuk gua, kalau ngantuk gua ga bisa mikir." ucap Felix.


"Woi anak monyet! Asal masuk aja lu!" ucap Felix kesal.


"Yaudah sih masuk aja." jawab Fardan ikut masuk.


"FELIX ALTEZZA!" teriak Frizy. Felix mengeluarkan nafasnya kasar. Ia akan tau jadinya pasti seperti ini. Felix pun masuk menyusul Fardan.


"Kenapa?" tanya Felix.


"Wah Felix kita udah besar, udah berani bawa cewe ke rumah. Hebat-hebat. Udah move on dari Zahra lu?" tanya Frizy.


"Apaan bawa bawa istri gua?" tanya Fito.


"Maaf To, kan emang kenyataan lu ambil tunangan Felix." balas Frizy.


"Trus Fardan gak ngambil gebetan Felix?" tanya Fito.


"Astagfirullah! Udah malem bekantan! Suara kalian kayak mak-mak komplek anak sepuluh, bising banget. Orang pada tidur, volume lu dikecilin napa!" kesal Felix.


"Maap." jawab Mereka seperti tak bersalah.


"Jadi dia sama mas?" tanya Frizy sok dramatis.


"Mas, mas, mas. Gausah sok dramatis, jijik gua." ucap Felix seperti mau muntah.

__ADS_1


"Tapi kita serius nanya dia siapa?" tanya Fardan.


"Silahkan diminum." ucap Qila.


"Wah makasih neng geulis. Neng geulis pisan, mau sama akang gak?" goda Frizy sambil menyeruput tehnya.


"Sialan! Lu godain istri gua." ucap Felix menatap dingin Frizy.


Byurr!! Uhuk! Uhuk!


Mereka bertiga serentak menyemburkan teh lalu terbatuk.


"Woi rumah gua kotor!" kesal Felix.


"WHAT?! SEORANG FELIX PUNYA ISTRI?" ucap mereka bertiga serentak dengan nada kaget.


"Loh kenapa? Fito aman aman aja tuh." tanya Felix


"Bentar-bentar lagi loading." ucap Frizy.


"Lu baru 3 bulan ninggalin keluarga udah ada cabang aja." ucap Fito.


"Hah? cabang apa?" tanya Felix.


"Istri lu udah isi?" tanya Frizy.


"Isi apa?" Felix bingung menjawabnya.


"Maksud kita, lu udah punya anak untuk cabang keluarga Altezza?" tanya Fardan.


"What? Ya engga lah. Kan gua baru nikah tadi." jawab Felix.


"Serius? Berarti kita ganggu lu dong?" tanya Fito.


"Ya makanya gua ngusir kalian bego! Mending kalian cari hotel sana. Gausah buat masalah di sini." ucap Felix.


"Ya karna lu baru nikah kita terpaksa pindah. Kalau lu belum nikah, tidak ada kata pindah buat kita." ucap Fardan mulai beranjak dari duduknya di ikuti Frizy dan Fito.


"Besok datang aja ke kantor gua." ucap Felix.


"Emang lu kerja apa?" tanya Fardan.


"Gua kerja di kantor gua lah." jawab Felix.


"Lu buat kantor lagi? Ga cukup kantor segaban yang tersebar hampir seluruh negara itu?" tanya Fito.


"Hah, gua kerja di perusahaan gua, baru masuk di dalam cabang keluarga Altezza. Gua bangunnya dari nol. 4 tahun lalu dia masuk ke dalam cabang terbesar Altezza grup." jelas Felix.


"Oh Felza Grup!" ucap mereka serentak.


"Ya gua jadi manajer tim." sahut Felix.


"Hahahaha udah kerja di perusahaan sendiri, cuman jadi manajer tim lagi." tawa Frizy.


"Ya gua gak mungkin bilang pengalaman gua selama 5 tahun itu lah. Yang ada mereka gak percaya. Sedangkam ijazah kuliah gua yang bergelar cumlaude plus kuliah bisnis di luar negri mereka gak percaya." ucap Felix.

__ADS_1


"Gws deh Lix. Besok kita keluarin lu. Bye!" ucap Fito keluar dari rumah Felix di ikuti Frizy dan Fardan.


•••Bersambung...


__ADS_2