
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, hari ini adalah hari pernikahan Fayyana dan Fardan yang telah lama terundur karna masalah.
Felix dan Aldino sudah siap dibawah bersama Kai dan ayahnya serta Ervan dan Arsen. Mereka bisa izin dari batalyon karna pernikahan Fardan, sungguh menyenangkan bolos latihan.
Mereka berenam menggunakan stelan jas yang sama. Jas berwarna hitam, kemeja berwarna putih, dasi berwarna hitam rambut yang rapi serta memakai jam tangan membuat mereka sangat tampan. Mereka hanya berbeda sepatu saja. Ervan Arsen dan Kai lebih memilih sepatu sport berwarna putih sedangkan Felix, Aldino dan Alby lebih memilih pantofel berwarna hitam.
Kai sangat tampan dengan jas mungilnya, sangat cocok sekali di wajah Kai yang mendukung.
"Kenapa kalau wanita itu siap-siapnya lama? Udah nunggu setengah jam ini." kesal Ervan.
"Tenang, ntar merasakan juga." ucap Felix.
"Ini gua lagi merasakannya." jawab Ervan.
"Maksud gua ancaman istri." jawab Felix.
"What?! Seorang Felix takut istri?" kejut Arsen.
"What? Seorang Arseb belum dapat jodoh?" balas Felix.
"Gua serius." ucap Arsen.
"Gua juga serius bang." jawab Felix.
"Au ah," kesal Arsen. Felix mencibir Arsen yang suka ngambekan padahal sudah mau kepala tiga.
Tak lama Qila dan Vara pun turun. Mereka mulai akrab karna hobi mereka yang rupanya sama, yaitu menonton drama korea.
__ADS_1
"Kalian nonton drakor dulu kan baru turun? Gila udah setengah jam kami nunggu." ucap Ervan.
"Iya tadi abis nonton lee jongsuk dan mba IU pacaran." jawab Vara bercanda. "Gak lah, tadi itu aku ribet ngajarin Qila make up. Ya allah kak Felix istri kakak ini gak tau make up dan fashion terkini sama sekali." adu Vara.
"Kan kamu bisa ajarin nanti kita pergi sekarang. Ntar Fardan ngamuk." ucap Felix. Mereka pun mengangguk dan langsung pergi ke tempat resepsi.
•••
"Sumpah gua gak ngapa-ngapain bang. Gua cuman bantu Fay doang ngambilin yang tinggi." ucap Victor.
"Kenapa Fay minta tolong sama kamu bukan sama abang?" tanya Fardan masuk akal.
"Gua gak pernah bohong sama lu bang, emang tadi gua bantuin Fay bukan ada maksud lain." jawab Victor jujur.
"Dia calon istri gua ya, kalau ada apa-apa lu harusnya ngeguhubungin gua!" kesal Fardan.
"Tapi katanya lu sama Fay gak boleh ketemu. Jadi mau gak mau gua bantuin dia, kasian." ucap Victor.
"Bang, gua emang gak terlalu pintar agama tapi lu benar. Kalau pun gua hubungin lu, lu belum jadi mahramnya kan?" jawab Victor.
"Setidaknya lu minta tolong sama yang lain kan?" tanya Fardan.
"Gak ada orang bang, lagian gua gak punya niat jahat. Ya kali gua mau ngambil istri lu, gua gak sejahat itulah. Gua selama inu udah cukup di jauhin, sekarang di fitnah pula. Segitu bencinya lu sama gua bang? Lu... Lu gak ngerti perasaan gua Sialan!" ucap Victor langsung pergi.
"Kamu gak seharusnta gitu sama Victor, dia tadi murni mau bantuin aku kok." jujur Fay.
"Tapi gak gitu juga caranya!" kesal Fardan. Hubungan Victor dan Fardan dari awal memang sudah buruk, di tambah masalah setiap mereka bertemu malah makin memperburuk suasana antara mereka.
__ADS_1
•••
"Gila jahat bener tu orang, gua gak ngapa-ngapain juga. Tau gini gua netap aja di swiss gak usah pulang. Padahal gua pulang awalnya berharap bakalan jadian sama Vara eh berakhir nice try. Sekarang benar-benar sendirian." ucap Victor duduk di dekat taman belakang gedung. Ia hanya mempunyai niat baik untuk menolong Fay, tapi kenapa Fardan selalu menilainya negatif.
"Sendirian aja?" tanya Frizy.
"Menurut lu bang? Gua di temanin setan?" bukannya menjawab Victor malah bertanya kepada Frizy.
"Haha, gua liat kok apa yang terjadi barusan. Menurut gua maksud lu baik tapi hati Fardan berkata lain. Dia masih belum bisa maafin lu tentang masalah itu." ucap Frizy.
"Ck, lagian udah lama juga. Masa ga di lupain, dendaman banget. Gua itu adik kandungnya tapi kenapa dia gini banget sama gua? Padahal maksud gua baik." ucap Victor.
"Ya mau gimana lagi, gitu lah Fardan. Dia itu lebih pake pikiran dari pada hati. Udah sabarin aja, bawa senang aja bawa santai. Jangan terlalu masukin hati." ucap Frizy. Victor mengangguk.
"Ciee, lu deket sama adik gua kan? Udah jadian sama Frizya?" tanya Frizy.
"Menurut lu? Deketin dia aja susah, malah lu lagi abangnya, makin susah lah." kesal Victor.
"Tenang, gua dukung lu kalau sama adik gua. Memang lu nyebelin, tapi senyebelinnya lu pun lu tau cara menghargai dan membuat seorang Frizya jadi ratu. Gua percaya sama lu." ucap Frizy menepuk pundah Victor.
"Serius? Gua takut kejadian Vara waktu itu." ragu Victor.
"Tenang aja, Frizya cuman punya gua sebagai kakak. Beda sama Vara yang punya Felix, Ervan dan Arsen. Dua angkatan darat dan satu lagi monster. Gua baek kok, kalau lu gak buat masalah aman sih." jawab Frizy. "Gua duluan ya, ntar Fardan nyariin." ucap Frizy.
"Oke, thanks. Dukung gua deketin Frizya." ucap Victor. Frizy mengangguk lalu pergi.
"Nah restu abangnya udah dapet, hatinya yang belum. Semangat Victor." ucap Victor. Semoga ia bisa move on dari Vara.
__ADS_1
•••Bersambung...
Maaf nih padahal lagi libur tapi telat up mulu, gimana yak nyari inspirasi dan semangat buat ngelanjutin novel ini tuh sesusah author dapatin Jaemin 😭