F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 55 : Salting


__ADS_3

Felix menatap seseorang di sebelahnya. Begitu cantik saat tertidur pulas. Wanita mungil yang ia ambil dari orang tuanya dan menikahinya begitu saja untuk membayar semua jasanya. Ntah kenapa Felix merasa bahagia memiliki sesosok bidadari mungil nan baik hati ini.


Felix mengelus surai rambut Qila. Perempuan hebat yang pernah Felix temui di dalam hidupnya. Begitu banyak beban yang di lalui oleh bahu kecil ini. Begitu banyak ia mengalah demi seseorang yang ia cintai bahagia, begitu banyak ia berkorban walau tak di hargai, begitu sabar ia menghadapi kenyataan yang sangat pahit untuk seseorang seumuran Qila yang seharusnya masih bermain dengan teman seumurannya dan melanjutkan kuliahnya.


Felix menoel-noel pipi Qila. Hingga Qila terbangun dari tidir pulasnya.


"Why kak?" tanya Qila dengan nada serak khas orang bangun tidur.


"Tumben mau tidur di tempat tidur, biasanya di bawah." jawab Felix.


"E-eh iya maaf, ga sengaja. Kemarin itu aku ngantuk banget kak, maaf." Qila benar-benar menyesal padahal ua yang membuat perjanjian untuk selalu tidur di bawah selama Felix belum mempunyai perasaan kepadanya dan jika selama setahun belum ada perubahan, Qila sepertinya rela di madu atau di ceraikan sekalipun.


"Hahahaha, lucu banget sih dek. Santai aja kali, yaudah bobok lagi sini." Felix tertawa renyah lalu menepuk tempat tidur di sebelahnya.


"D-dek?" kaget Qila.


"Iya. Kenapa? Ga boleh? Kan emang kamu lebih muda dari aku." Felix heran dengan sikap Qila.


"Lucu aja." wajah Qila merah seperti tomat. Felix memeluk Qila gemas lalu mencium semua wajah Qila.


"Gemesh banget sih saltingnya. Istri siapa sih ini? Pengen ku makan!" gemas Felix.


"Istri kak Felix." jawab Qila polos. Felix kembali memeluk Qila dan mengacak rambut Qila.


"Gemes banget sih jadi manusia. Jadi bidadari aku aja mau gak? Soalnya kamu terlalu gemes dan terlalu cantik untuk jadi manusia." Felix kembali menggoda Qila membuat Qila salting brutal.


"Akhhhh." teriak Qila tak bisa menahan Saltingnya. Kedua manusia yang sangat menggemaskan ini tak berhenti di sana. Mereka melanjutkannya.

__ADS_1


"Bidadarinya Felix, Bidadarinya kakak, Bidadarinya Altezza." goda Felix lagi. Qila memeluk Felix erat dan menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah sangat memerah karma gombalan Felix di pagi hari.


Hahaha gila seru juga buat anak orang salting brutal, menang banyak kan. Batin Felix.


•••


"Astagfirullah aku gak gitu sumpah. Kamu emang pernah berfikir aku orang yang seperti itu Fay? Aku emang masih ada masalah dengan Fekix tapi aku gak bakalan sejahat itu. Lagian akmu tau info dari siapa sih? Itu kan udah lama." bantah Fardan. Fayyana baru saja mendapat info tentang suaminya ini.


"Kalau beneran ini jahat banget sih." ucap Fayyana yang membuat Fardan semakin bingung.


"Jahat apanya sih? Aku gak pernah ngelakuin hal itu kok. Tanya Felix kalau kamu gak percaya. Felix memang pernah suka sama kamu tapi aku langsung bilang kok kita berdua di jodohin. Dia langsung mundur kok tanpa ada masalah. Lagian berita aku sama Felix persng dingin bertahun tahun sampai aku ngerencanain bust bunuh Felix kamu dapat dsri mana? Felix udah ada Qila, dari yang aku kiat Felix suka banget sama Qila." jelas Fardan.


"Nau'zubillahiminzalik aku gak sehajat itu!" jelas Fardan lagi.


"Kamu gak usah gitu juga dong nadanya, aku cuman nanya." Fayyana yang merasa terbentak pun menjadi sedih.


•••


"Morning all!" sapa Felix. "Wih cakep, siapa yang masak nih?" tanya Felix.


"Kenapa?" tanya Dino sambil meletakkan piring, Dino juga tengah memakai apron.


"Uh adik ipar kesayangan masak. Tumben, biasanya jam segini masih keliling komplek." ucap Felix duduk bersama Vara, Alby dan Qila.


"Ngidam kalau gak di turutin ntar nangis." ucap Dino sambil mencium kening Vara.


"Kalian ga nyusul?" tanya Vara.

__ADS_1


"Nyusul apaan?" bukannya menjawab, Felix malah kembali bertanya.


"Nyusul punya anak lah." jawab Vara.


"Wong belah duren aja belom, gimana mau hamil." sahut Alby.


"Loh kok Papa tau? Cenayang?" tanya Felox keceplosan


"Yah pantesan ga jadi, belum mulai rupanya." goda Vara.


"Ya, gini Qilanya kan masih muda gitu. Kasian kalau harus hamil." jawab Felix.


"Loh aku?" tunjuk Vara pada dirinya sendiri.


"Loh kamu beda Var, karna Dino kelepasan ya jadi embrionya. Lagian kamu ntar lagi luluskan. Nikmati aja." jawab Felix.


"Kak aku kuliah loh, lebih berat." ucap Vara.


"Jadi kamu mau ngadu nasib? Qila sekretaris kakak, kamu tau kan kakak sibuk, otomatis Qila lebih sibuk. Kamu kelas akhir udah jarang masuk cuman bimbingan doang. Kamu gak perlu komentar banyak, kakak udah ngalamin yang lebih parah dari kamu." ucapan Felix membuat Vaea bungkam sekejap.


"Berantem mulu, makannya kapan?" tanya Alby.


"Yaudah, ayo makan pa." ajak Felix. Mereka pun melupakan kejadian tadi dan fokus untuk memakan sarapan mereka.


•••Bersambung...


Halo author kembali... Walau masih kurang fit tapi ga apa gas aja up. Tapi maaf author gak bisa janji up tiap hari ya🥲 makasih banyak udah mau setia sama novel novel gak jelas author, makasih banyak🥰 ini udah kesekian kalinya author hiatus tapi kalian tetap bersama dengan author, author teeharu🤧

__ADS_1


__ADS_2