F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
Bab 21 : Felix Pergi


__ADS_3

Acara kelulusan sudah selesai, Felix dan teman temannya mendapatkan juara umum untuk 3 angkatan dan Felix kembali meraih juara satu umum untuk seluruh angkatan dan jurusan.


Arsen pun sudah mau selesai Koas dan akan di tugaskan di batalyon dan daerah pertempuran. Ervan pun juga sudah lolos tes di akademi militer.


Saat ini Arsen, Felix, Alby, dan Vara mengantarkan Ervan sampai di asramanya.


"Baik baik ya Van. Kamu harus dapat pangkat lebih tinggi dari ayah. Ayah aja bisa dapat gelar Letkol muda. Kamu harus bisa lebih, tapi ukur juga dari kemampuan kamu. Kalau gak bisa, jangan di paksa. Kalau bisa kamu jadi Brigadir muda ya." ucap Arsen. Ervan mengangguk sambil memberi hormat.


"Letkol Luqqa Ahmad Altezza. Saya siap mengabdi kapada negara. Doakan saya bisa bertahan dan membawa kebanggan bagi bumi ibu pertiwi." ucap Ervan sambil menatap foto kedua orang tuanya.


"Ibu persit Fiona Layra, saya mohon izin untuk melanjutkan perjuangan Letkol Luqqa. Saya akan mengambdi untuk negara." ucap Ervan. Arsen memegang pundak Ervan lalu berdiri di samping Ervan sambil menatap foto kedua orang tuanya juga.


"Letkol Luqqa Ahmad Altezza. Walau saya bukan abdi negara sesungguhnya, tapi saya adalah dokter militer. Saya juga belajar cara bertahan hidup dan menyelamatkan para abdi negara. Saya juga meminta izin kepada ibu Persit Fiona Layra untuk merestui saya dan adik saya." ucap Arsen.


"Kami akan melanjutkan perjuangan kalian." ucap mereka berdua serentak.


Ntah kenapa hati Alby perih. Ia sangat rindu dengan abangnya yang satu itu. Luqqa yang keras kepala dan rela melawan orang tuanya demi impiannya menjadi abdi negara sekarsng dilanjutkan oleh kedua anak laki-lakinya.


Ayah dan Bunda kalian bangga sama kalian nak. batin Alby.


Ervan berpelukan dengan Arsen. Mereka saling berpelukan. Selama ini mereka belum pernah terpisah jauh. Sangking kuatny hubungan mereka, mereka sampai menangis karna takut terjadi sesuatu.


"Ingat, jaga diri baik-baik. Abang gak mau kamu kenapa-napa." ucap Arsen sambil menghapus air matanya.


"Yaelah cengeng lu." ejek Ervan juga sambil menghapuas air matanya. Kemudian mereka berdua tertawa dan kembali berpelukan. Felix pun bergabung dengan mereja berdua. Vara juga ikut, karna Ervan akan tinggal di asrama, tidak ada lagi yang akan ia jahili. Felix pun akan pergi ke Australia sedangkan Arsen sudah mulai kerja di kilinik batalyon dan sudah mulai pelatihan militernya.


Arsen memang dari dulu juga masuk akademi miiter dan mengambil kedokteran. Ia hanya menempuh pendidikan kedokteran militer selama 2 tahun dan 3 tahun koas serta latihan militer. Setelah itu semua ia lalui, ia bisa bergabung di batalyon dan berlatih bersama tentara lainnya.


"Izin masuk dulu ya." ucap Ervan. Arsen, Vara, Felix dan Alby memberi anggukan kepada Ervan. Ervan pun masuk kedalam gerbang akademi militer.


"Baiklah selanjutnya Felix. Kita akan antar dia ke bandara." ucap Alby. Tiba-tiba saja Vara memeluk Felix.


"Kaka bakalan pulang tiap tahun kan?" tanya Vara.


"Kalau kakak pulang tiap tahun, kakak gak bakalan selesai kuliah 3 tahun. Kakak bakalan berusaha juga untuk kuliah cuman 2,5 tahun." ucap Felix. Vara pun terpaksa mengangguk demi kakaknya.

__ADS_1


"Tapi nanti Vara nikah sama kak Dino, kak Felix datang kan?" tanya Vara.


"Insyaallah kakak datang sayang." ucap Felix mengacak-acak rambut Vara. Mereka pun menaiki mobil dan bersiap pergi ke bandara. Felix akan memulai kehidupan barunya di Australia.


Mereka pun sampai di bandara. Ada beberapa drama saat di bandara. Vara yang menangis tidak ingin Felix pergi, Arsen yang sedih adik keduanya pergi dan Alby yang selalu mengingatkan janji Felix.


"Felix izin pergi sebentar ya." ucap Felix. Vara tersenyum. Felix berjalan perlahan menuju bagasi untuk menyimpan kopernya.


"Tunggu!" teriak seorang wanita. Felix menoleh kebelakang. Dan terlihatlah seorang wanita cantik calon istri dari Felix. Siapa lagi kalau bukan Zahra.


Felix tersenyum kepada Zahra. Zahra mengatur nafasnya.


"Ini bawalah." ucap Zahra memberikan sesuatu kepada Felix. Felix menerimannya lalu mengangguk.


"Kakak janji ya 3 tahun balik lagi." ucap Zahra.


"Kakak gak bisa janji ya. Karna memberikan janji untuk sesuatu yang belum pasti gak baik. Kalau ada apa-apa telfon Fito aja." ucap Felix. Zahra mengangguk.


"Felix!" teriak 3 kawan gesrek Felix. Mereka melompat dan memeluk Felix.


"Ervan udah masuk ke akmil?" tanya Frizy.


"Udah dari tadi lah, Kalian lama bener!" kesal Felix.


"Ya sori, Fito nih lama." ucap Frizy.


"Loh, kok gua? Bukannya lu banyak gaya?" tanya Fito.


"Hahaha, yayaya terserah. Gua titip Zahra aja, calon gua tuh. Kalau lecet abis kalian sama gua." ucap Felix menepuk nepuk bahu Frizy, Fito dan Fardan.


"Terutama lu To. Frizy sama Fardan udah ada pawang jadi mereka ga bisa 24/7 sama Zahra kan." ucap Felix.


"Felix, lu tau gak? Lu nambah beban gua." ucap Fito. Felix menepuk-nepuk bahu Fito.


"Gua pamit." ucap Felix

__ADS_1


"Bentar, maksid lu gua punya pawang apa? Gua pacaran sama siapa?" tanya Frizy.


"Lu suka sama Hazel kan? Kejarlah bego." jawab Felix lalu pergi tanpa dosa.


"WOI FELIX! LU CENAYANG YA!" teriak Frizy.


"Shutt! Ribut lu!" ucap Fardan.


"Gua asa ide, ayo susul Felix ke Australia. Kita kan sepintar Felix, ya minimal 4 tahun setengah kita lulus." ucap Frizy.


"Lu aja ya." jawab Fardan.


"Gua sih masih betah di sini ya." ucap Fito.


"Sialan! Sekarang nama grup kota F3 sementara." kesal Frizy.


"Dari EF Four, jadi EF Three." ucap Frizy.


"Terserah!" ucap Fito dan Fardan serentak.


•••


Felix sudah berada di dalam pesawat. Perjalanan dari indonesia menuju Australia hanya sekitar 6 jam 53 menit saja.


Felix duduk tenang di sana. Ia duduk di sebelah seorang pria. Felix duduk di dekat jendela. Di depan Felix ada seorang wanita dan pria. Felix agak risih karna wanita itu di ganggu oleh pria itu. Felix permisi lewat dengan alih ingin ke kamar mandi karna melihat pria itu ke kanar mandi juga. Sampai di kamar mandi Felix memegang bahu pria itu.


"Kalau gak kenal atau belum mukhrim jangan di pegang-pengang. Kasian dia risih, mau teriak ntar takut ngeganggu." ucap Felix.


"Haha, emang lu siapa dia?" tanya pria itu.


"Saya suaminya." jawab Felix dengan dingin. Pria itu memucat saat melihat mata Felix. Felix pun pergi dan duduk di samping wanita itu. Wanita itu pun kaget saat Felix duduk di sana. Wanita itu menoleh kebelakang dan melihat pria yg mengganggunya tadi duduk di belakang kursinya. Tepat di belakang Felix, karna penumpang yang duduk di sebelah Felix tadi mengambil alih tempat duduk Felix.


"Kok kamu?" tanya wanita itu. Felix hanya diam dan menikmatin alunan musik yang berasal dari headsetnya. Felix hanya diam saja tak mengucapkan sepatah kata pun.


•••Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2