F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 14 : Bukan Benci


__ADS_3

"Hilangkan perasaan lu, karna Fay calon gua."


"Hah?" tanya Felix. Felix menatap Fardan serius.


"Pahamin sendiri, Gak perlu gua ulangkan?" tanya Fardan beranjak dari duduknya dan pergi.


Brak!


Felix tak sengaja memukul kuat meja kantin. Suara gebrakan meja itu terdengar kuat hingga para siswa yang berada di kantin kaget.


"Jadi siap UN lu mau langsung lamar Fay? Gak bisa." gumam Felix. Felix pun pergi dari sana dan mencara Fito ke atap.


Felix melihat Fito yang asyik dengan bukunya. Ia nampak sedang senang menggores-goreskan pensilnya.


Felix menghampiri Fito dan duduk di samping Fito.


"Kenapa lagi?" tanya Fito yang masih fokus dengan bukunya itu.


"Lu tau gak? Awalnya gua di jodohin sama Fay. Terus tadi gua denger, Fay udah jadi calonnya Fardan." kesal Felix. Fito melihat kearah Felix.


"Ya tandanya Fay bukan jodoh lu. Lupain aja, cari yang lain. Cewe masih banyak kali." ucap Fito


"Pantes Fay nolak gua mulu ya, udah ada calon. Gua juga telat sih, seharusnya kemarin gua terima aja. Tapi gua berharap Vara seneng deh di jodohin sama Alden." ucap Felix. Fito kembali menghentikan pekerjaannya dan menatap serius kearah Felix.


"Vara sama Alden? Yakin mau kasih Vara sama Alden. Lu udah cape jagain Vara dari dia kecil sampai dia sebesar ini, terus dengan mudahnya lu kasih ke Alden?" tanya Fito.


"Emang kenapa?" tanya Felix.


"Aldeno Adhitama, seorang ketua MPK atau majelis perwakilan kelas dan juga seorang kapten futsal. Alden ini menurut gua terlalu friendly sama cewe. Mungkin Vara hanya baper sebentar lalu si Alden bakalan ngilang. Udah banyak kok korbannya." ucap Fito.


"Serius? Gua belum pernah dengar." ucap Felix.


"Lu pergi-pergi mulu. Yang jagain Vara kan Ervan, gua, Fardan sama Frizy." ucap Fito.


"Ya seenggaknya kasih tau gua dong. Biar gua gak langsung terima kemarin." ucap Felix.


"Emang udah nikah?" tanya Fito enteng.


Plak!


Felix memukul kepala Fito lumayan keras sampai Fito mengeluarkan kata-kata kasarnya.


"Ya kali masih SMA gua suruh dia nikah. Masih bocil. Nikahnya ntar kalau Vara udah lulus. Selagi Vara belum lulus, kalau gua liat Alden sama cewe lain berduaan, gak gua maafin tu orang." ucap Felix.

__ADS_1


"Lu lagi patah hati ya?" tanya Fito.


"Lu cenayang kan? Kok tau?" jawab dan tanya Felix.


"Kan tadi cerita." jawab Fito.


"Oh iya, lali aku." ucap Felix dengan logat jawa.


"Lu kan orang sunda." ucap Fito. Felix menepuk jidatnya.


"Lupa gua." sahut Felix. Fito berdiri dari duduknya.


"Mau kemana?" tanya Felix.


"Masuk kelas, emang lu mau bolos? Turun jabatan langsung bolos? Apa kata dunia?" jawab Fito meninggalkan Felix. Dengan cepat Felix berdiri dan menyusul Fito.


"Lu suka gak sama Vara?" tanya Felix ngawur.


"Ya kali, Vara itu udah gua anggap sebagai adik sendiri." jawab Fito.


"Oh oke, awas ntar lu nikah sama adek gua ya. Gak gua restuin." ucap Felix yang sebenarnya bercanda.


•••


"Kak Alden tunggu dulu." ucap Vara sambil meraih lengan seragam Alden.


"Sumpah kak, bukan Vara yang mau. Papa sendiri yang mutusin. Vara gak tau apa-apa." ucap Vara jujur.


"Halah, seharusnya kalau memang lu gak suka, tolak dari awal. Tapi, gua liat lu seneng-seneng aja." ucap Alden. Vara menunduk. Dia memang senang, tapi apa salahnya senang jika di jodohkan dengan orang yang kita suka?


"Keliatannya lu suka sama gua, makanya lu gak nolak. Asal lu tau ya, gua gak takut sama keluarga Altezza!" ucap Alden.


"Ck, mentang-mentang yang ngelindungin lu banyak, lu seenaknya aja gitu? Egois lu, gua udah bilang tolak. Kalau kita sama-sama tolak, pasti gak bakalan jadi." ucap Alden lagi.


Vara mendonggakkan pandangannya menatap netra hitam milik Alden.


"Gak bisa di tolak." jawab Vara.


"Gampang, lu tinggal cabut aja dari rumah." ucap Alden pergi. Vara menundukkan pandangannya, tanpa Vara tau ada yang sedang mengawasinya saat bersama Alden tadi. Orang itu tampak mengepalkan tangannya kuat seperti menahan emosi.


Orang itu mengikuti Alden sampai ke luar kawasan sekolah. Sepertinya Alden akan bolos.


"WOI!" teriak orang itu. Alden menoleh kebelakang.

__ADS_1


"Ouh, Fito. Gak masuk kelas lu? Atau lu mau nangkap gua? Oh, lu bukan anggota osis lagi ya." ucap Alden.


Flashback On


"Duh, Lix gua ke kamar mandi sebentar." ucap Fito. Fito langsung berlari ke blok IPA.


"Woi salah jalan!" teriak Felix. Felix menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam kelasnya. Saat keluar dari kamar mandi dan ingin kembali ke kelasnya, ia melihat Vara dan Alden. Fito mencari tempat aman untuk mendengarkan obrolan mereka. Bukan menjadi penguping, tapi Fito hanya ingin menjaga Vara dari jauh, ia takut Alden bertindak semena-mena.


Flashback Off


Bugh!


Fito mendaratkan bogem mentahnya ke wajah Alden.


"Brengsek, maksud lu apa mukul-mukul gua?!" ucap Alden.


"Seharusnya gua yang nanya, maksud lu ngomong sama Vara kayak gitu, apa?" tanya Fito dengan wajah marah dan nada dingin. Ntah kenapa mendengar dan melihat Fito saat ini membuat Alden gemetaran. Apakah Alden ketakutan?


"Ngomong apa?" tanya Alden pura-pura lupa. Fito meraih kerah seragam Alden dan meremasnya kuat hingga urat-urat tangannya terlihat.


"Jangan sesekali lu ngomong sama Vara seperti iru lagi atau lu akan berhadapan dengan F4 terutama gua. Cam kan itu." ucap Fito melepaskan kerah Alden lalu kembali ke lingkungan sekolah. Ia masih bisa menahan emosi di persekitaran sekolah, tapi tidak jika di luar. Alden pasti habis di tangannya, apa lagi jika Felix tau.


"Gila, Fito aja marahnya seseram itu. Apa kabar Felix yang wajahnya udah seram?" gumam Alden.


•••


"Dari mana lu?" tanya Felix saat melihat Fito duduk di sampingnya.


"Toilet, lu lupa?" tanya Fito.


"Ya gua ingat, tapi kenapa lama?" tanya Felix.


"Alden gangguin Vara. Ya gua harus bantu ancam dia dulu lah." jawab Fito.


Brak!


Felix menggebrak meja kuat sampai satu kelas kaget.


"Astagfirullah, Felix!" tegur bu Misha, guru Sisiologi.


"Maaf bu." ucap Felix. Bu Misha mengangguk.


"Kembali duduk." ucap bu Misha. Felix pun kembali duduk di tempat duduknya. Frizy dan Farda menatap kearah Fito dan Felix seakan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Fito menjawabnya dengan gelengan yang artinya nanti akan ia jelaskan.


•••Bersambung...


__ADS_2