
Felix berjalan cepat ke kantor Papanya. Ia akan bicara tentang Alden. Ia tak terima adiknya di jodohkan dengan Alden.
Felix membuka pinturuangan Papanya.
"Pa." panggil Felix. Alby yang sedang bersama seseorang pun terkejut melihat Felix.
"Ketuk pintu dulu lalu beri salam." ucap Alby.
"Maaf pa, Assalammualaikum." ucap Felix.
"Waalaikumsallam." jawab Alby dan seorang pria seumuran dengan Felix.
"Langsung to the poin Pa. Batalin perjodohan Alden sama Vara." ucap Felix.
"Udah di batalin sebelum kamu minta." jawab Alby.
"Serius pa? Gak perlu alasan nih?"tanya Felix.
"Gak perlu, lagian orang tuanya Alden yang gak mau kerja sama, yaudah papa batalin aja." jawab Alby.
"Oh iya, ini yang bakalan di jodohin sama Vara. Dia seumuran sama kamu." ucap Alby menunjuk seorang pria di depannya. Pria itu berdiri dari duduknya dan menatap Felx samhil tersenyum.
"Afwan, nama saya Muhammad Husein Aldino. Panggil saja Dino." ucap pria bernama Dino itu. Felix tersenyum dan menjabat tangan Dino.
"Felix Arthur Altezza. Panggil aja Felix." ucap Felix.
"Felix, ajak dia jalan-jalan. Dia baru pulang dari Abu Dhabi. Pasti kangen sama indonesia." ucap Alby. Felix mengangguk paham dan mengajak Aldino kelurlar dari ruangan Papanya.
"Btw, ngapain di Abu Dhabi?" tanya Felix.
"Saya sekolah di sana. Kemarin baru saja selesai melaksanakan ujian kelulusan." jawab Aldino.
__ADS_1
"Sama dong, aku baru siap UN tadi." ucap Felix tidak memakai bahasa 'lo-gue'
"Kamu gak bakalan nikahin Vara sekarang kan? Dia baru masuk kelas 11 loh." ucap Felix.
"Insya allah jika dia sudah siap dengan tanggung jawab, saya akan langsung mengkhitbahnya." jawab Aldino.
"Tapi, kalian kan dijodohin. Kalau Vara gak siap-siap gimana? Dan kalau kamu bersama wanita selain Vara gimana?" tanya Felix.
"Insya allah, saya akan menjaga pandangan saya terhadap lawan jenis. Untuk perjodohan, saya tau orang tua saya melakukan semua ini demi kebaikan saya. Dan saya tidak akan pacaran sebelum menikah." jawab Aldino.
"Hah? Tidak pacaran sebelum menikah?" tanya Felix.
"Maksud saya, saya tidak akan berhubungan dengan yang bukan mahrom saya sebelum saya halal dengannya. Jadi pacarannya nanti saja setelah menikah, lebih afdol dan dapat pahala. Lebih baik pahala dari pada dosa kan?" jawab Aldino. Felix mengangguk.
"Tapi, Vara itu manja. Dia juga gak berhijab. Bagaimana kamu menyikapi itu? Kuat gak kamu sama sifatnya Vara? Kami aja yang bertiga ngurus dia kewalahan." tanya Felix.
"Insya allah, saya akan sabar menghadapinya. Saya akan menuntunnya ke jalan yang benar. Saya yakin Vara tidak mempunyai hati yang keras. Bagi saya, lebih baik perlahan tapi pasti dari pada cepat tapi tidak istiqomah." jawab Aldino. Felix kembali mengangguk. Ntah kenapa dia lebih percaya dengan Aldino dari pada Alden. Walau nama mereka agak mirip, tapi sikap mereka berbeda jauh.
"Alhamdulillah saya punya perusahaan Makanan siap saji di Indonesia. Saya akan kuliah jurusan Manajemen." jawab Aldino.
"Wah kamu sudah punya persiapan." ucap Felix. "Dengar- dengar ayah kamu juga bergelut di bisnis dan ibu kamu desainer muslim ternama. Kamu juga keturunan arab." ucap Felix lagi. Aldino terkekeh.
"Saya memang keturunan arab. Ayah saya orang arab asli dan ibu saya orang turki yang punya darah indonesia. Kebetulan saya juga lahir di indonesia, jadi saya orang indonesia blasteran arab-turki." jelas Aldino.
"Kak Felix!" panggil Vara. Felix dan Aldino bertemu Vara di depan Altezza Grup saat Felix dan Aldino ingin menaiki motor mereka.
"Kok kesini?" tanya Felix. Vara menyengir.
"Tadi mau ketemu papa, minta belikan ini loh kak." ucap Vara memperlihatkan foto skincare di ponselnya.
"Ya allah, kan skincare kamu udah banyak." ucap Vara.
__ADS_1
"Hehe salah kak." ucap Vara membalikkan ponselnya lalu menggesernya dan memperlihatkan ponselnya lagi kepada Felix.
"Apaan nih?" tanya Felix.
"Ini corndog kak makanan Korea." ucap Vara. Aldino masih mematung di tempatnya sambil menundukkan kepalanya.
"Beli ginian doang minta uang sama papa? Uang jajan kamu habis emang?" tanya Felix.
"Hehe gak habis, tapi nanti mau Vara jadiin buat nafkahin bujang-bujang Vara." jawab Vara.
"Bujang mana lagi?" tanya Felix menepuk jidatnya.
"7 bujang nct dream lah!" jawab Vara semangat.
"Kak, dia siapa?" tanya Vara saat tak sengaja melihat seorang pria setinggi Felix sedang menundukkan kepalanya. Aldino yang merasa terpanggil mendonggakkan pandangannya dan tak sengaja menatap mata Vara. Baru beberapa detik, Aldino menundukkan pandangannya lagi.
"Astagfirullah." gumam Aldino.
"Calon kamu." jawab Felix.
"Hah? Calon apa kak?" tanya Vara sok polos.
"Calon imam kamu Isvara Altezza." jawab Felix.
"Lah, kak Alden?" tanya Vara.
"Dia di black list. Lagian dari segi mana pun bagusan Aldino kali." ucap Felix. Vara hanya diam lalu tersenyum dan masuk tanpa kata-kata.
"No, liat sendirikan sifatnya Vara gimana?" tanya Felix. Aldino menegakkan padangannya lalu menatap Felix. Aldino mengangguk paham, sifat adiknya juga sebelas dua belas dengan Vara.
•••Bersambung...
__ADS_1