F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 9 : Arsen dan Felix


__ADS_3

Felix masuk ke rumahnya dan meletakkan tasnya di kamarnya lalu berjalan ke kamar yang berada di sebelah kamarnya. Ia masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung berbaring di tempat tidur.


"Kenapa?" tanya Arsen yang melihat Felix lesu.


"Gak koas bang?" tanya Felix.


"Udah selesai." jawab Arsen.


"Jadi abang udah dapat gelar dokter?" tanya Felix.


"Bukan koasnya yang selesai. Tapi jadwalnya udah selesai. Besok harus koas lagi lah." jawab Arsen masih fokus dengan laptopnya.


"Bang, kangen mama." ucap Felix. Arsen menghentikan jarinya yang tadi sedang asyik mengetik di keyboard komputer. Arsen memutar kursi belajarnya dan menghampiri Felix. Arsen duduk di samping Felix.


"Habis dari makam tante Flora ya?" tanya Arsen. Felix mengangguk. Arsen memeluk Felix, seketika tangis Felix pecah. Arsen tau, jika Felix membicarakan tentang mamanya itu, Felix akan sedih. Tapi, Arsen tak tau jika Felix akan sesedih ini.


"Kenapa? Kamu baru curhat sama tante Flora?" tanya Arsen. Felix mengangguk.


"Curhat apa?" tanya Arsen.


"Privasi." jawab Felix melepaskan pelukannya dengan Arsen dan mengelap air matanya.


"Hm, tentang perasaan ya?" tanya Arsen.


"Ya tentang perasaan, Felix juga kangen sama Mama. Felix udah lama gak mimpi mama lagi." jawab Felix.


"Artinya tante Flora itu datang saat kamu perlu aja. Kalau kamu gak perlu, tante Flora gak bakalan datang ke mimpi kamu." ucap Arsen. Felix mengangguk.


"Udah ga usah nangis, kayak cewe aja." ejek Arsen.


"Nyesel gua curhat sama lu bang." ucap Felix.


"Cih, curhat apa lu sama gua?" tanya Arsen.


"Ya nangis-nangis tadi termasuk curhat kan?" bukannya menjawab, Fekox malah kembali bertanya.


"Ya mana gua tau." jawab Arsen. "Udah lah, ayo gua ajak jalan-jalan. Ajak Ervan sama si kembar." ucap Arsen. Ini yang di suka Felix dari Arsen. Arsen sangat peka dengan Felix.


"Abang yang bayar?" tanya Felix.


"Gua tampol lu ya! Jajan kalian banyak, bayar sendiri lah." jawab Arsen.


"Siap dokter muda." ucap Felix membungkuk kan badannya seperti memberi hormat kepada raja lalu pergi.


"Punya adek dua, dua-duanya minus Akhlak." gumam Arsen kesal.

__ADS_1


•••


"Woi Van, Riel, Rian. Kita diajak bang Arsen jalan-jalan." ucap Felix.


"Kemana?" tanya Ervan.


"Yo ndak tau, kok tanya saya?" jawab Felix dengan nada jawa.


"Vara ikut piks no debat!" ucap Vara yang datang entah dari mana.


"Cewe dilarang ikut." ucap Gabriel. Felix dan Gabriel pun bertos.


"Papa!" panggil Vara. Sontak Felix, Gabriel, Gabrian dan Ervan panik. Bisa habis mereka.


"Iya-iya diajak." ucap Ervan.


"Kak Ervan yang bayarin." ucap Vara langsung berlari ke kamarnya.


"Buset, langsung bangkrut gua pasti kalau jajanin dia." ucap Ervan tak menyangka. Felix menahan tawanya.


"Eh, Fel. Lu juga patungan sama gua buat jajanin adik lu!" ucap Ervan.


"Gak mau. Yang di katakan Vara kan lu, bukan gua." ucap Felix langsung berlari menuju kamarnya.


"Sabar, sabar Ervan." ucap Ervan berusaha mengendalikan emosinya. Twins G hanya menahan tawa saja.


"Lah, baru masuk sekolah kok langsung pulang?" tanya Ervan.


"Kami salah sekolah, jadi pihak sekolah kami menyuruh kami kembali." jawab Gabrian.


"Yah, baru aja masuk udah pulang. Lagian aku juga penasaran. Kenapa kalian yang udah kelas dua helas masih bisa ikut pertukaran pelajar." ucap Ervan.


"Hahaha rupanya salah kuota. Udah seneng, rupanya kuotanya buat anak kelas sebelas." ucap Gabriel.


Tak lama Arsen, Felix dan Vara pun turun. Mereka siap pergi.


"Kalian bertiga gak siap-siap?" tanya Arsen.


"Pergi gini aja udah ganteng bang." jawab Ervan. Yang benar saja, mereka memakai celana jeans berwarna hitam yang pendeknya diatas lutut dan memakai kaos oblong berwarna merah (gabriel) biru (Gabrian) dan putih (Ervan). Sedangkan Felix dan Arsen memakai celana jeans panjang berwarna hitam, kemeja berwarna maroon dan kaos dalam berwarna hitam (Arsen), swetter berkerah berwarna biru yang di gulung sesiku (Felix). Felix dan Arsen tampak keren sedangkan Gabriel, Gabrian dan Ervan tampil seadanya karna malas.


Vara juga tampil cantik dengan celana jeans putih dan blouse berwarna biru agar couplean dengan kakak tersayangnya.


"Ih bang Ervan, kak Riel, kak Rian. Liat tuh kak Felix sama Mas Arsen pada ganteng-ganteng. Kalian mah kayak gembel." ucap Vara. Walau pun penampilan Rian, Riel dan Ervan sangat sederhana begini tapi mereka tetap tampan.


"Males ganti baju." jawab Gabriel.

__ADS_1


"Jadi berangkat gak bang?" tanya Ervan.


"Yaudah kalian bertiga pakai mobil Ervan. Abang, Felix sama Vara pakai mobil abang." ucap Arsen mereka pun setuju.


Keluarlah mobil Tesla X berwarna hitam milik Arsen dan mobil Ferari berwarna merah milik Ervan. Sebenarnya Felix juga punya mobil, tapi ia lebih suka memakai motor dari pada mobil.


Mereka pun mengendarai mobil kurang lebih 30 menit dari kediaman Altezza menuju mall. Mereka memarkirkan mobil mereka di parkir bawah tanah lalu naik menggunakan lift ke lantai satu.


Ervan, Gabriel dan Gabrian jalan dengan sangat santainya sesantai outfit mereka. Berbeda dengan Vara, Arsen dan Felix yang berpenampilan keren.


"Mau kemana bang?" tanya Ervan dari belakang.


"Main time zone?" tawar Arsen.


"Gas!!" jawab mereka berlima serentak. Mereka pun pergi ke permainan time zone di lantai 10. Arsen membeli banyak tiket untuk adik-adiknya. Saat kembali, Arsen melihat Felix memperhatikan seorang wanita yang sedang asyik bermain bersama seorang wanita juga, sepertinya kakaknya.


Arsen seperti mengenal wanita itu. Arsen pun mendekati Felix dan tersenyum miring.


"Ayyana!" panggil Arsen. Felix yang termenung menjadi kaget dengan suara Arsen. Orang yang Arsen panggil tadi menatap Arsen. Arsen menarik Felix menghampiri wanita bernama Ayyana tadi.


"Arsen, mau mau time zone juga?" tanya Ayyana.


"Iya, dia adik kamu?" tanya Arsen saat melihat seorang wanita berhijab lumayan panjang. Berbeda dengan Ayyana yang memakai jilbab sesuai trend.


"Iya, ini adik aku Fayyana." ucap Ayyana. Felix menyenggol Arsen cukup kuat. Arsen tersenyum miring lalu merangkul Felix.


"Dia SMA Antariksa kan? Kebetulan nih adik sepupu aku juga sekolah di sana." jawab Arsen. Felix membelalakkan matanya.


"Tau, siapa sih yang gak kenal Felix Altezza dan teman-teman F4nya." ucap Ayyana. Fay pun sudah selesai memainkan gamenya dan terkejut saat melihat Felix. Fay langsung menundukkan kepalanya.


"BANG!" teriak Ervan. Arsen berdecak sebal. Ia sedamg mengerjai Felix, kenapa adik kesayangannya ini memanggilnya.


Ervan, Gabriel, Gabrian dan Vara memghampiri Arsen dan Felix.


"Eh kamu yang nolak kakak aku tadi kan?" tanya Vara. Astaga, Vara ini mengingatkannya pada kejadian tadi. Felix rasanya ingin menghilang dari dunia sekarang juga.


"Hah? Kakak kamu yang mana?" tanya Ayyana. Pasalnya Vara tak hanya memiliki satu kakak.


"Kak Felix dong kak. Masa Mas Arsen atau bang Ervan. Apa lagi kak Gabriel sama kak Gabrian, mereka kan baru masuk." jawab Vara panjang lebar.


"Fay nolak Felix? Yang bener kamu Fay?" tanya Ayyana.


Plislah, Felix ingin sekali pergi dari sini sekarang. Arsen sudah mengerjainya habis-habisan, sekarang di tambah pertanyaan polos dari adik kesayangan Felix.


"Bukan..."

__ADS_1


•••Bersambung...


Ayo ayo likenya mana niii😉


__ADS_2