
"Permisi, Assalammualaikum!" teriak seseorang dari pintu utama kediaman keliarga Altezza.
"Hazel!" teriak Vara melambaikan tangan ke Hazel. Hazel pun menghampiri Vara.
"Vara, ini rumah bukan hutan. Jangan teriak-teriak." ucap Arsen.
"Hehe, maaf Mas." cengir Vara. Vara pun menarik Hazel menuju kamarnya untuk meletakkan tas Hazel.
"Eh ya, Bang." panggil Felix. Arsen menoleh kearah Felix.
"Apa?" tanya Arsen.
"Percintaan Abang gimana?" tanya Felix.
"Kepo." jawab Arsen.
"Ekhm, dengar-dengar abang baru putus?" tanya Ervan. Arsen mengeriyitkan keningnya, kenapa adiknya harus ikut juga?
"Seharusnya kalian nanyain kuliah abang kapan kelarnya. Lah ini malah nanya percintaan." jawab Arsen.
"Gak salah sih kita kepo bang." sahut Fardan.
"Nah iya, masalahnya abang itu si paling misterius kalau masalah percintaan." ucap Frizy.
"Janji gak si paling misterius?" tanya Felix.
"Janji!" jawab mereka bertujuh. Arsen hanya diam saja mendengar perkataan para adik-adiknya itu.
Hazel pun turun ke lantai dasar bersama Vara. Hazel dan Vara bergabung bersama yang lainnya.
"Oh ya Hazel, aku kenalin keluarga aku sama kamu ya." ucap Vara. Hazel hanya mengangguk.
"Mereka berlima udah pasti kamu tau kan?" tanya Vara menunjuk Fardan, Felix, Fito, Frizy dan Ervan.
"Udah." jawab Hazel.
"Ini namanya Arseno Atharazka Altezza. Aku manggil dia Mas Arsen. Dia kuliah jurusan kedokteran di Universitas Indonesia. Sekarang lagi Koas." ucap Vara mengenalkan Arsen. Arsen melambaikan tangannya sambil menyapa Hazel dengan kata halo saja.
"Yang kembar ini kami manggilnya Twins G. Mereka perkenalkan diri sendiri aja. Aku masih ketukar antara kak Rian dan kak Riel." ucap Vara. Vara mempersilahkan Twins G itu memperkenalkan diri.
"Hai, Hazel aku Gabrian. Panggil aja Rian. Di sebelah aku namanya Gabriel, dia adik aku." ucap Rian
__ADS_1
"Beda 7 menit doang ya." jelas Riel.
"Tapi aku 7 menit lebih dulu lihat dunia dari kamu." balas Rian.
"Ya! terserah Gabrian." malas Riel.
"Heh kacang Hazelnut. Ngapain sih lu sampe datang kesini? Baru aja kenal Vara tadi, mau aja diajak nginap di rumahnya Vara." ucap Frizy.
"Ck, sirik aja lo. Lagian Vara itu cewe dia gak bakalan ngapa-ngapain lah. Kecuali kalau cowo yang ngajak gue nginap di rumahnya, baru gue nolak. Apa lagi cowo ngeselin kayak lo!" balas Hazel.
"Lo bilang gua apa? Ngeselin? Heh! kacang Hazelnut, lu yang ngeselin!" ucap Frizy. Wah pertengkaran ini harus di sudahi atau malam ini mereka tidak bisa tidur.
"Udah-udah, masalah itu doang lu ributin Zy." tegur Fardan.
"Iya, lagian udah malem. Kita belum berburu PSnya bang Arsen." ucap Felix.
"Denger tuh katanya kak Felix sama kak Fardan!" ucap Hazel.
"Hazelnut! Lu menggil Felix dan Fardan pake embel-embel kak, berani banget lu manggil gua pakai nama gua. Gua lebih tua dari lu 2 tahun ya. Bahkan gua lebih tua beberapa bulan dari Felix, yang notabenya anggota termuda F4." protes Frizy.
"Fizi, lo kenapa gak balik aja ke kartun si kembar botak beban keluarga itu sih? Kenapa pake keluar segala dari kartun itu? Mana sama-sama nyebelin lagi." ucap Hazel.
"Nama gua Frizy F-R-I-Z-Y bukan Fizi di upin ipin Kacang Hazelnut!" balas Frizy.
Arsen memukul meja cukup keras sehingga bisa mendiamkan kedua anak manusia itu.
"Udah malem, jangan cosplay jadi tom & jerry. Abang pusing sama kalian, mana tugas kuliah abang belum selesai. Kalian di sini ngebeban tau! Tidur sono!" usir Arsen. Sebelum mereka semua pergi, Arsen akan terus mengusir mereka untuk tidur. Arsen lebih baik mengerjakan tugas yang di berikan dosen dari pads dihadapkan dengan mereka yang sering cosplay menjadi reog.
•••
Ruang kepala sekolah...
"Oh jadi kalian itu ambil jurusan sesuai pelajaran yang kalian suka?" tanya kepala sekolah. Gabriel dan Gabrian mengangguk.
Disinilah Felix, Fardan, Gabrian dan Gabriel berada. Felix dan Fardan membawa Twins G itu menghadap kepala sekolah.
"Kalian berdua ambil pelajaran apa?" tanya Kepala sekolah.
"Gabrian ambil olahraga dan Fisika. Saya ambil Olahraga dan Ekonomi." jawab Riel.
"Hm, jadi gini saja. Di SMA ini kami punya empat jurusan. IPA, IPS, Olahraga dan Bahasa. Karna kalian mengambil dua kelas sekaligus di Australia artinya kalian juga ambil dua kelas di sini." ucap Kepala sekolah.
__ADS_1
"Tapi pak, bagaimana bisa mereka mengambil kelas IPA dan olahraga bersamaan?" tanya Felix.
"Mereka gak sepenuhnya ikut kelas olahraga. Mereka cuman masuk organisasinya aja." jawab kepala sekolah.
"Yasudah, antar mereka berdua." ucap Kepala sekolah. Fardan dan Felix mengangguk.
"Sebentar. Tadi nama kalian berdua siapa?" tanya kepala sekolah sambil melihat Twins G.
"Gabrian Alaric Smith." jawab Gabrian.
"Gabriel Alexi Smith." ucap Gabriel.
"Bahasa indonesia kalian cukup fasih. Bagus." puji kepala sekolah. Twins G tersenyum lalu pamit menuju kelas mereka.
Block IPA...
"Oh jadi Twins G itu ikut pertukaran pelajar kesini? Beneran dari Australia?" tanya Hazel. Vara mengangguk.
"Pantesan wajahnya bule." ucap Hazel.
"Yap, mereka punya banyak banget darah campuran. Di tambah mereka juga ada dari Keluarga Altezzi yang merupakan keluarga blasteran. Darah keluarga Altezzi terbentang luas di bumi." ucap Vara bangga. Benar apa yang di katakan Vara, keluarga Altezzi itu terkenal dengan keluarga Blasteran. Hampir semua negara ada di dalam darah keturunan keluarga Altezzi. Bahkan ada darah bangsawan atau yang sering di sebut darah biru.
"Apaan tuh ribut-ribut?" tanya Vara. Hazel menggeleng tak tau.
"Kayaknya dari blok kelas 12 deh." tebak Hazel. Vara dan Hazel berdiri dari tempat duduknya. Mereka berjalan keluar kelas dan menghampiri kerumunan yang ada di depan kelas 12 itu.
"Oh pantes, ada kak Felix, kak Fardan dan Twins G. Pasti mereka kaget ada anak Australia yang ikut pertukaran pelajar." ucap Vara.
Tak lama Ervan pun keluar karna risih melihat kerumunan di depan kelasnya.
"Ada apa?" tanya Ervan.
"Nih titip Gabrian. Dia masuk kelas lu." ucap Felix.
"Terus? Perlu banget nganter mereka berdua pake rombongan segala?" tanya Ervan.
"Mereka yang ngikut kemana kita pergi." jawab Felix jujur.
"Makanya jangan populer banget." ucap Ervan.
"Lah, suka-suka saya dong." balas Felix.
__ADS_1
•••Bersambung...
hayyie 5 eps ini, mana like and dukungan lainnya? gak boleh ketinggalan dukungan buat author ya biar author semangat nulisnyaa😆😆