
"Fay nolak Felix? Yang bener kamu Fay?" tanya Ayyana.
Plislah, Felix ingin sekali pergi dari sini sekarang. Arsen sudah mengerjainya habis-habisan, sekarang di tambah pertanyaan polos dari adik kesayangan Felix.
"Bukan gitu, t-tapi.." belum menyelesaikan perkataannya Fayyana pergi meninggalkan mereka. Felix hanya bisa tersenyum kecut melihat Fay kembali pergi.
"Maaf Arsen." ucap Ayyana mengejar adiknya itu. Arsen mengangguk dan merangkul Felix.
"Baru cinta pertama udah di tolak Fel. Kasian banget." ucap Arsen.
"Udah berapa lama nelurusin dia?" tanya Arsen.
"Maksudnya?" tanya Felix.
"Abang yakin, sebelum kamu suka sama dia udah pasti kamu selidiki dulu latar belakangnya." ucap Arsen.
"6 bulan." jawab Felix. Arsen bertepuk tangan membuat Ervan dan yang lainnya heran.
"Lanjutkan perjuangan mu." ucap Arsen. Felix berdecak malas. Felix pergi begitu saja meninggalkan Arsen dan yang lainnya.
"Mau kemana?" tanya Arsen.
"Pulang" jawab Felix malas. Sepertinya Mood Felix sangat tidak baik. Ervan melempar kunci mobilnya. Dengan tenang Felix mengangkapnya lalu pergi.
"Felix kenapa bang?" tanya Gabrian.
"Abis di tolak sama cewe." jawab Arsen.
"Apa?! Felix di tolak sama cewe?!" kaget mereka bertiga. Arsen menutup telinganya karna suara mereka yang keras.
"Berarti kak Fay nolak kak Felix dua kali dong?" tanya Vara. Arsen mengangkat kedua bahunya seakan tak tau.
"Dua kali?!" kaget Ervan, Gabriel dan Gabrian
"Ada juga yang berani nolak Felix terang-terangan. Padahal di F4 dia doang yang belum pernah pacaran dan belum pernah suka sama orang. Anggap di F4 dia yang paling suci jika di dunia percintaan. Eh baru cinta pertama udah di tolak dua kali. Sad boy kawan kita." ucap Ervan tak mengira.
"Tapi Fito juga belum pernah pacaran. Dia baru satu kali suka sama seseorang dan udahan gitu aja tanpa pacaran." ucap Arsen.
"Eh, abang tau?" tanya Ervan. Arsen memgangguk.
•••
Brumm!!
Suara mobil Ervan sangat jelas di telinga. Felix membawa mobil Ervan dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia kesal dan juga marah, apa kurangnya seorang Felix Altezza di mata Fayyana?
Felix tampan? Iya, sangat tampan malah. Felix kaya? Felix itu defenisi sultannya F4. Felix pintar? Sangat pintar, walau pun Felix kaya tapi Felix sangat pintar. Tinggi? Tinggi Felix 185 cm, tergolong tinggi di siswa kelas dua belas. Baik? Felix sikapnya sangat baik dari pada Fardan, Fito dan Frizy. Felix lah yang paling dewasa diantara mereka bertiga walaupun Felix yang paling muda. Menurut banyak orang, Felix itu paket lengkap. Sudah tampan, tinggi, kaya, baik, pintar lagi.
__ADS_1
"Apa lulus SMA gua langsung masuk pesantren?" gumam Felix. Felix memukul stir mobilnya.
Jujur, sebenarnya Felix sudah memperhatikan Fay dari 6 bulan lalu saat Felix dan Fardan mengadakan kegiatan sosialisasi dan mengajak siswa kelas sebelas untuk meramaikan kegiatan sosialisasi yang diadakan organisasi osis.
Saat tengah kesal seperti ini, Felix biasanya pergi ke rumah Fito. Ya, walau dia jomblo tapi curhat dengan Fito adalah salah satu pilihan yang tepat dari pada bercerita dengan Frizy. Sebenarnya dengan Fardan juga bisa, tapi Felix lebih nyaman bercerita bersama Fito.
Felix pun membanting stir kearah kanan dan melajukan mobilnya menuju rumah Fito.
Felix memberhentikan mobilnya di depan kediaman keluarga Malik. Felix pun mengklakson dan tak lama gerbang rumah keluarga Malik terbuka. Felix menjalankan mobilnya untuk masuk ke dalam kediaman keluarga Malik.
Felix turun dari mobil dan masuk ke dalam kediaman keluarga Malik.
"Fito!" panggil Felix yang sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Eh ada Felix." ucap Kiya, ibu dari Fito.
"Tante Kiya, Fitonya ada gak?" tanya Felix berdiri dari duduknya dan mencium tangan Tante Kiya.
"Ada, langsung ke kamarnya aja." jawab Tante Kiya. Felix mengangguk dan langsung menaiki tangga menuju kamar Fito. Felix membuka kamar Fito dam langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur Fito.
"Apaan sih." kesal Fito. Felix mengganggu Fito yang tengah bermain game online di ponselnya.
"To!" kesal Felix.
"Apaan sih! Turun gak lu, kalah gua nih!" kesal Fito.
"Argh! gara-gara lu sih, gua kalah nih. Rank gua pasti turun." ucap Fito.
"Ya tinggal naikin lagi apa susahnya?" tanya Felix.
"Gua lagi berusaha naikin ke rank mhytic Felix! Kalah mulu gua, naikin ke rank itu susah payah. Eh lu datang dengan seenak jidat dan sekarang rank gua turun!" kesal Fito.
"Yeh, masalah gua lebih penting dari game lu." ucap Felix.
"Pentingan game gua lah." jawab Fito.
"Dengerin gua dulu, gua lagi patah hati karna di tolak sama Fay." ucap Felix.
"Fay?" tanya Fito. Felix mengangguk.
"Fayyana Aisyah, sebelas IPA 5." jawab Felix.
"Belum pernah denger namanya." ucap Fito.
"Kapan-kapan gua kenalin deh." ucap Felix. Fito mengangguk.
"Tunggu, lu di tolak Fay itu? Demi apa? Felix Altezza di tolak sama anak kelas sebelas?" Fito sangat tidak bisa menahan tawanya. Tawa Fito pecah di hadapan Felix.
__ADS_1
"Ck, lu gak berakhlak ya To." kesal Felix.
"Hahaha, oke-oke. Jadi gimana? Masih mau ngejar?" tanya Fito.
"Dindingnya besar banget serius." ucap Felix.
"Lu yakin karna dindingnya kuat atau karna sesuatu yang lain?" tanya Fito.
"Gua yakin dinding dia kuat. Saat gua dekat sama dia, gua merasa paling berdosa." jawab Felix.
"Jadi lu mau gimana?" tanya Fito.
"Lulus SMA gua masuk masuk Akmil." jawab Felix.
"Eh tolol, gua kira lu mau masuk pesantren. Ngapain lu masuk akademi militer. Mau jadi tentara lu?" tanya Fito. Felix mengangguk. Fito menepuk dahinya, ada apa dengan temannya yang satu ini.
"Terus, dengan lu masuk akademi militer, Fay bisa nerima lu gitu? Kalau lu mau jadi tentara, ngurus perizinan nikah itu susah. Harus lapor dulu sama komandannya, sama mayornya harus lapor juga ke atasan, ribet. Lagian di keluarga Altezza bagian militer kan keluarganya Ervan sama bang Arsen. Lu itu keluarga Altezza bagian bisnis. Ngapain masuk militer." ucap Fito.
"Eh iya ya, susah ngurus perizinan nikahnya." ucap Felix.
"Nah, itulah tololnya lu." ucap Fito terlanjur kesal dengan Felix.
"Yaudah gua gak usah nikah." jawab Felix. Fito makin kesal, ia sangat geram dengan nada polos Felix.
"Copot aja dah jabatan Leader F4 lu. Heran gua, dewasa dari mananya, yang ada lu itu buat orang darah tinggi!" kesal Fito.
"Jadi gua harus gimana?" tanya Felix.
"Yaudah lulus SMA abis itu kuliah. Lupain aja Fay, udah di tolak dua kali masih aja mau ngejar. Jangan mau jadi bulol lu." jawab Fito.
"Bulol?" tanya Felix.
"Bucin tolol. Udah budak cinta, tolo lagi. Itulah lu Felix Altezza." jawab Fito.
"Lagian lu ngincarnya Ning pesantren, anak Kyai. Ya beda banget lah sama lu yang anak konglomerat, mana gak alim lagi. Sekurang-kurangnya Fay sama Fardan lah. Baru cocok, Fardan kan punya gelar Gus. Bapaknya punya pesantren." ucap Fito.
"Hah? Om Rival punya pesantren?" tanya Felix.
"Iya, tapi bukan dia yang ngelola. Lu kan tau keluarga Witton itu kuat sama agama. Apa lagi ayahnya Fardan masuk islam waktu nikah sama ibunya Fardan. Ibunya Fardan Ning pesantren, makanya Fardan punya gelar Gus." jawab Fito.
"Nah, maknya Fardan sama bapaknya Fardan bisa tuh nikah. Padahal gelarnya beda." ucap Felix.
"Ck, cape gua ngomong ama lu!" kesal Fito.
•••Bersambung...
Masih semangat bacanya? oke part selanjutknya akan up sebentar lagi🤩
__ADS_1