F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 45 : Akhirnya Finish


__ADS_3

Akhirnya semuanya terselesaikan. Arkaiz dan istrinya masuk penjara karna dugaan menjual anaknya sendiri, sedangkan saudara tiri Arsya diusir dari kediaman Wardana.


"Makasih ya kak udah bantuin aku lepas dari papa." ucap Arsya tersenyum. Felix mengangguk saja tanpa memberikan ekspresi wajah apapun.


"Felix, yakin gak mau kerumah sakit?" tanya Frizy.


"Ya its oke." jawab Felix.


"Lu gak kekurangan darah?" tanya Fito.


"Gak, lagian peluru tadi gak nancap cuman numpang lewat." ucap Felix.


"Kerumah sakit Felix." ucap Alby. Felix tersenyum.


"Yaudah." jawab Felix.


Bruk!


"Loh gak perlu pingsan juga Felix!" kesal Fito.


"Nah kan kekurangan darah, pingsan kan. Nyusahin anak ni anak." kesal Frizy.


Mereka akhirnya menyeret Felix masuk ke mobil untuk mengantarnya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Frizy mencari Brankar dan membawanya ke mobil. Mereka sama-sama mengangkat Felix dan membawanya keruangan VVIP untuk di cek dokter.


"Tuan muda kenapa?" tanya Dokter.


"Kedua lengannya abis kena tembak." jawab Frizy. Dokter mengangguk lalu memeriksa lengan Felix.


"Sepertinya ada satu peluru menancap di lengan kirinya. Kami akan melakukan penanganan segera. Silahkan tunggu di luar." ucap Dokter itu. Mereka pun keluar dan menunggu di ruang tunggu.


"Makasih ya udah bantu kami." ucap Alby kepada Qila.


"Sama-sama pak." jawab Qila. Fardan, Frizy dan Fito diam saja tanpa memberi kejelasan, siapa Qila sebenarnya.


"Udah makan?" tanya Ervan. Qila menggeleng, ia belum makan siang tapi sudah sarapan.

__ADS_1


"Belum makan siang kak." jawab Qila sopan.


"Ikut ke kantin yuk." ucap Ervan.


"Tapi kak Felix?" tanya Qila.


"Felix banyak yang jagain, katanya mau denger cerita." ucap Ervan. Qila pun teringat, Ervan hutang cerita kepadanya.


"Yaudah boleh deh." jawab Qila berdiri.


"Bang ikut yuk." ajak Ervan.


"Ngapain ke kantin?" tanya Arsen.


"Nyari jodoh! Ya makan lah." kesal Ervan.


"Yaudah lah, om izin isi perut bentar ya." ucap Arsen. Alby mengangguk memberikan izin. Mereka bertiga pun pergi ke kantin. Mereka memesan makanan lalu duduk di meja kosong yang tersedia.


"Oke jadi apa yang mau di tanya?" ucap Ervan.


"Oh, jadi kalian ada maksud lain nih buat ke kantin?" tanya Arsen.


"Ya gitu kak, mumpung Felix ada yang mau." jawab Ervan.


"Hm oke, pertanyaan kamu kenapa Felix gak percaya cinta? Bukan gak percaya cinta, lebih tepatnya gak mau terlibat sama cinta. Dia itu udah 3 kali di tolak dan 1 kali di tikung. Jadi gini ceritanya, waktu Felix SMA dia kan ketua osis, nah waktu ada bakti sosial ada beberapa adik kelas yang jadi relawan. Nah Felix itu tertarik sama satu gadis berhijab yang kuat agama sedangkan Felix belum terlalu kuat. Felix naksir dia nih selama kurang lebih 2 tahun. Nah akhirnya keberanian Felix udah ke kumpul, dia ajak gadis ini tuh awalnya pacaran, tentu di tolak. Sebulan lagi Felix nembak dia buat ngajak Taaruf, dia juga nolak. Akhirnya Felix ajak dia nikah siap lulus tapi di tolak juga." jelas Arsen panjang lebar.


"Singkat cerita, Felix ceritain kejadian ini sama temen-temennya yang berdua, Fito sama Frizy. Saat itu Fardan belum tau. Nah, Frizy ngusulin buat deketin gadis itu namanya Fayyana, kami manggilnya Fay. Felix pun ngikutin tuh saran Frizy buat deketin Fay lagi, eh malah dapat kejutan dari Fardan. Saat Felix gagal ngedeketin Fay, Fardan nyamperin dan bilang kalau Fay itu tunangan dia. Yaudah, Felix mundur. Dia paling gak suka kalau persahabatannya rusak karna cinta." jelas Ervan.


"Felix tuh waktu sekolah bisa di bilang murid dengan absen paling banyak. Sering banget ga masuk sekolah. Tapi sekalinya masuk sekolah langsung dapet juara satu umum." ucap Ervan masih heran. Kok bisa Felix seperti itu?


"Jarang masuk kenapa kak?" tanya Qila.


"Dia kan wakil Presdir, dia kerja. Jadi dia yang sering dinas keluar, akhirnya izin sekolah." jawab Arsen. Qila sangat kaget mendengarnya.


"Tapi di perusahaan pangkatnya cuman Manajer tim kak." ucap Qila.


"Ya namanya orang lagi lari, gak mungkin kan dia langsung ngakuin dirinya pemimpin, ntar kena tangkap." ucap Arsen masuk akal.

__ADS_1


"Oke lanjut, cewe yang kedua ini namanya Zahra dia di jodohin om Alby buat Felix. Awalnya ya Felix terima dan mereka tunangan. Lama-lama Felix nyaman juga nih sama Zahra. Karna waktu itu Zahra masih sekolah dan Felix juga baru lulus banget dari sekolah, Akhirnya Zahra buat permintaan untuk Felix kuliah aja dulu. Ntar abis kuliah baru mereka nikah. Dengan susah payah Felix dapat izin kuliah keluar negeri dan akhirnya dapat. Felix memang cepat nyelesaiin studynya di Universitas Melbourne cuman 3 tahun dengan gelar cumlaude." jelas Ervan.


"Terus tuh, pulang-pulang ke indonesia, Eh Zahra malah nikah sama Fito. Awalnya Felix memang nitipin Zahra ke Fito buat di jaga bukan buat di nikahin. Nah sejak Itulah Felix udah gak mau berhubungan sama cinta-cintaan lagi. Ribet katanya, dan dia gak pengen nikah. Ya sampai sekarang." sambung Ervan.


Qila mengangguk paham.


"Em iyaa, Felix anak piatu. Ibunya udah meninggal dari dia umur sekitar 7 tahunan kayaknya, aku lupa. Dia punya 1 adik perempuan dan 2 sepupu laki-laki yakni kami." jelas Ervan.


"Maaf kak nanya agak ke pribadi boleh?" tanya Qila. Arsen dan Ervan sepakat mengangguk.


"Kakak kok tinggal di rumah kak Felix? Orang tua kakak berdua kemana?" tanya Qila.


Ervan melihat kearah Arsen. Arsen mengangguk untuk memberikan izin.


"Orang tua kami juga nyusul ibunya Felix. Jadi kami anak yatim piatu. Om Alby yang jagain kami dari kecil sampai sebesar ini. Bisa di bilang om Alby dan bang Arsen hebat banget. Om Alby bisa jagain kita berempat kalau hari libur. Dan bang Arsen selalu jagain kita tiap hari, kalau ada masalah pasti ngadu ke bang Arsen. Gak aku doang, bahkan Felix dan Vara. Hebatnya lagi dia bisa sabar dengan kami bertiga. Love you bang." ucap Ervan.


"Idih, kok agak jijik ya." ucap Arsen.


"Gua udah berusaha untuk romantis loh bang." kesal Ervan.


"Tidak berguna adek ku sayang." jawab Arsen.


"Jadi Qila, seandainya Felix manja banget sama kamu harap maklum aja ya. Dia kesepian, isi otaknya itu kerja, kerja, kerja terus. Dia bukan gila kerja, dia jadi kayak gitu karna dia mempersibuk diri untuk melupakan apa yang dia rasakan." jelas Arsen.


"Oh ya, nama lengkap kamu siapa? Kita belum kenalan. Namaku Ervano Altezza dan ini abangku Arseno Altezza. Salam kenal calon adek ipar." ucap Ervan.


"Aku Marsya Fasyaqila, panggil aja Qila kak. Kata kak Felix aku seumuran dengan Vara." ucap Qila sambil tersenyum.


"Bay the way yang kamu katakan di balkon tadi bener gak kalau kamu udah nikah sama Felix?" tanya Ervan.


"Lebih jelasnya tanya sama teman kak Felix aja kak, mereka pasti tau." jawab Qila.


"Wah F4 parah, kita gak di kasih info dong." kesal Ervan.


"Tenang kita palak mereka nanti." ucap Arsen.


•••Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2