F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 59 : Frizy si Happy Virus


__ADS_3

Mereka menunggu cukup lama untuk Frizy. Mereka tampak gelisah, mondar mandir, kesana-kemari khawatir.


"Kalau Frizy kenapa-napa, ini salah kalian." dingin Fito.


"Anak mentalnya udah rusak, malah di buat makin rusak." kesal Fito.


Kedua orang tua Frizy menunduk sedih, mereka tak berpikir anaknya akan berakhir seperti ini.


"Udah jelas Frizy may memperbaiki hidupnya, malah kalian persulit dengan mambuat dia gagal menikah dengan Hazel. Asal kalian tau aja, sejak dia sama Hazel selfharm dia berkurang, tetapi sejak kalian datang dia makin nekat buat ngelukis seluruh tubuhnya dengan silet, hampir minum racun, dan hampir gantung diri. Sifatnya emang gak jelas, tapi seperti itu cara dia menghibur diri." jelas Fito. Fito ingin sekali menangis, tapi ia tahan. Ia tau Frizy tak akan suka melihat Fito menangis dan marah membabi buta kepada orang tuanya.


"Udah gak pernah ngurusin dia dari kecil, datang-datang buat ngerusak mental. Ck, kalau belum siap jadi orang tua ga usah punya anak!" sindir Fito. Zahra datang dan menenangkan Fito. Ia tak mau Fito terlalu marah.


"Ck, tau apa kamu?" tanya ayah Frizy. Fito yang mendengar itu mendonggakkan kepalanya dan melebarkan matanya.


"Cih! Gila lo ya! Apa begini sifat dari kepala keuarga Kivandra? Jelek banget! Lo sadar diri! Penerus keluarga Kivandra gak ada lagi kalau Frizy mati gob**k!" kesal Fito.


"Fito!" tegur Felix. Fito melihat ke arah Felix, Felix pun menggelengkan kepalanya.


"Cih! Orang kayak gini lo belain?!" tanya Fito.


"Lo bisa diam gak sih? Ini rumah sakit!" bukan Frizy yang menegur tetapi Fardan.


"Gua tau lo itu kecewa tapi bisa kontrol gak? Kita juga khawatir sama Frizy bego!" kesal Fardan. Akhirnya Fito diam.

__ADS_1


Tak lama Dokter keluar dari ruangan Frizy. Dokter itu keluar dengan raut wajah kecewa.


"Maaf kami sudah berusaha, tapi Frizy lebih memilih menghilangkan semua rasa sakitnya." ucap Dokter itu.


"Bicara yang jelas Dok! Kak Frizy gak mungjin nyerah gitu aja! Dia gak sakit!" histeris Friza.


"Za, bang Frizy emang gak sakit lagi." tenang Victor.


"Bukan itu maksud aku! Kak Frizy itu sehat Fisik dan..." belum selesai Friza berbicara, Fardan menyela.


"Sakit Mental, Dia memang gak sakit fisik tapi dia sakit Mental, udah gak kuat di dunia yang sama sekali gak mau berpihak sama dia." ucap Fardan. Friza berlari ke dalam ruangan Frizy dan melihat wajah pucat Frizy terbaring di sana.


"Kak! Kakak udah janji bahagiain aku! Mana?! Kok nyerah sih? Kalau kakak capek, ada bahu aku buat sandaran, kenapa nyerah? Aku mau sama kakak! Jangan buat aku kesepian lagi!" Friza benar-benar sesayang itu kepada Frizy.


"Bangun lo! Lo nitipin Hazel aama gua?! Maksud lo apa? Gue jomblo terus lo kasih Hazel cuma-cuma gini? Hazel yang lo jagain sekitar 4 tahunan lebih? Lo gila hah?! Bangun lo! Lo mau abang kan? Sini berantem main PS sama gue!" tangis Arsen, ia benar-benar kehilangan adiknya. Walau bukan adik kandung, tapi sedari kecil mereka selalu bersama sehingga Arsen lebih banyak mengurus mereka sebagai anak paling tua.


"Kak! Katanya kakak bakalan perjuangin aku, mana? Aku udah tunggu tapi kakak malah ga hati-hati bawa motor, kakak sengaja ya? Aku kan udah minta maaf perihal papa, jangan marah lagi, ayo bangun kita kawin lari aja!" ajak Hazel sambil menangis.


Mereka yang sedih tiba-tiba menatap Hazel dan memukul jidat mereka.


"Kenapa?" tanya Hazel.


"Aneh lo!" sahut Victor.

__ADS_1


•••


Di sini, pemakaman 4 keluarga terkenal, di blok bercantumkan nama Kivandra di sana. Mereka semua sedang berdiri di gundukan tanah yang masih basah, baru di timbun. Di batu nisan berwarna putih itu tertuliskan nama "Frizy Brandon Kivandra"


Di sebelah kanan gundukan tanah itu terduduk seorang wanita cinta terakhir dari Frizy, cinta tulus yang takkan pernah terganti. Ia Hazeline, Seorang wanita yang mampu menaklukkan hati seorang buaya darat seperti Frizy.


Dan di sebelah kanan terduduk seorang perempuan yang sangat-sangat di sayang oleh Frizy bahkan hidup dan mati Frizy akan ia serahkan demi keamanan perempuannya itu. Ia adalah adik tersayang Frizy, teman Frizy, dan rumah bagi Frizy, ia Friza.


Mereka berdua menangis, yang satu meremas bunga yang baru saja di taburkan yang satu memeluk batu nisan.


"Vara, Zahra, Qila, Fay. Tolongin mereka. Mereka pasti sedih banget." ucap Felix. Mereka berempat pun ikut terduduk dan menenangkan 2 orang itu. Setelah cukup lama akhirnya mereka semua bersepakat untuk pulang dan meninggalkan Frizy sendiri di sana.


Friza benar-benar kehilangan. Tak ada yang menghiburnya, tak ada yang ia peluk, tak ada yang ia usilkan, tak ada yg ia ajak main, tak ada yang ia ajak bercanda, tak ada yang ia ajak memasak bersama, ia ajak cerita, ia ajak bergibah, ia ajak tertawa, semuanya hilang bersama dengan Frizy. Benar-benar tak ada yang membuatnya kembali tersenyum seperti Frizy membuatnya tertawa dan tersenyum hingga ia lupa masalahnya. Bolehkan Friza egois dan meminta Frizy untuk kembali? Sekedar datang ke mimpinya saja Friza sudah berterima kasih.


"Sakit banget ya? Aku juga dulu sama kayak kamu waktu mama meninggal. Aku memang masih kecil, tapi aku udah bisa merasakan saat hari-hari aku sepi tanpa mama yang ngedandanin aku, mama yang nyisirin rambut aku, main sama aku semuanya hilang. Sabar ya, kamu pasti bisa lewatin semuanya. Masih ada Victor, kak Frizy kan nitipin kamu sama Victor. Victor bakalan jaga kamu." ucap Vara.


"Sakit banget. Kak Frizy selalu ada buat aku, aku kangen kak Frizy." ucap Friza memukul dadanya.


"Kamu memang harus sedih, tapi pikirkan sisi positifnya, Frizy selama ini menderita dia harus sembunyiin semuanya sendirian. Selfharm dia yang udah parah banget sampai mau gantung diri dan minum racun itu udah cukup menandakan kalau dia selelah itu dengan kehidupannya, dia lelah dengan semua drama ini. Tapi hebatnya dia bertahan karna ada kamu. Dia bertahan untuk membahagiakan adiknya. Makanya dia senang waktu kamu suka sama Victor." jelas Fito.


"Kangen kak Frizy." gumam Friza. Rasanya Friza ingin gila karna kesepian.


•••Bersambung...

__ADS_1


Waduh udah gagal nikah, meninggal pula. Kasian bange Frizy, tapi gak apa ingat kata Frizy "kalau aku terlahir memang ga bahagia, setidaknya aku membuat orang di sekitarku bahagia."


__ADS_2