F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 16 : Frizy Lagi


__ADS_3

Sudah waktunya pulang sekolah, Vara sudah pulanh dari tadi. Ia sudah pasti pulang bersama kedua kakak kesayangannya itu sedangkan Hazel masih setia duduk di halte bus. Sebenarnya ia pulang dengan berjalan kaki, tapi ia ingin duduk sejenak dan pulang agak lama.


Tin!


Suara klakson itu memecahkan keheningan yang di nikmati Hazel.


Ck, Frizy lagi. batin Hazel.


"Kenapa?" tanya Hazel sinis.


"Sinis banget, pulang sendiri?" tanya Frizy.


"Gak, sama setan." jawab Hazel malas.


"Gua anterin yuk. Gua gak punya maksud apa-apa. Lu kan cewe, gak baik pulang jalan kaki mulu." ajak Frizy.


"Emang lo tau dari mana gue pulang jalan kaki?" tanya Hazel.


"Udah biasa kan pulang jalan kaki. Rumah lu itu tergolong jauh. Mendingan gua anterin aja sini." jawab Frizy.


"Gue mau kerja." ucap Hazel.


"Gua anterin ke tempat kerja deh, lu kerja di mana?" tanya Frizy.


"Di cafe BRV." jawab Hazel. Frizy tersenyum.


"Yaudah sini gua anterin, sekalian gua mau makan di sana." ucap Frizy turun dari motornya dan memberikan Hazel helm.


"Lumayankan, menghemat bugdet. Setiap pulang sekolah gua yang ngaterin lu deh." ucap Frizy. Hazel berpikir sebentar lalu menatap Frizy aneh.


"Beneran ni ya?" tanya Hazel memastikan.


"Iya gua yang nganter jemput. Bahkan kalau gua udah kuliah gua usahain deh nganter jemput lu." ucap Frizy.


"Kok lo jadi baik banget?" tanya Hazel heran.


"Baik salah, jahat salah, ngeselin salah. Cewe banyak maunya ya." keluh Frizy.


"Bukan banyak maunya, cewe itu selalu benar. Mana ada namanya MBAsalah, yang ada MASalah." bela Hazel.


"Yayaya terserah." jawab Frizy. Hazel pun menerima helm itu. Frizy kembali naik ke motornya di susul Hazel. Frizy pun mulai mengendarai motornya menuju BRV Cafe.


Sesampainya di Cafe, Hazel memberikan helm itu kepada Frizy lalu masuk kedalam Cafe. Frizy meletakkan helm itu di motornya dan ikut masuk ke Cafe.


"Lo ngapain ikutin gue?" tanya Hazel. "Kalau mau makan di sana, ini tempat pekerja." ucap Hazel sambil menunjuk tempat para pelanggan makan.


Frizy tidak menghiraukan perkataan Hazel dan membuka salah satu laci dan mengambil topi seragam, apron seragam, serta baju seragam.


"Eh, lo kerja di sini?" tanya Hazel. Frizy mengangguk.


"Lo kan udah kaya, kenapa kerja?" tanya Hazel.


"Haha, yang kaya itu orang tua gua. Gua mah sama aja kayak lu. Memang uang di atm gua banyak, tapi gua juga mau kali menghasilkan uang dari jerih payah gua sendiri." ucap Frizy meninggalkan Hazel untuk berganti baju.


"Kalau gue jadi dia, gue gak bakalan mau kerja." ucap Hazel.


•••


"Kali-kali kerja di Cafe." gumam Frizy.


"Eh, tuan muda ngapain pakai seragam?" tanya seorang Karyawan.

__ADS_1


"Shutt! Jangan biarkan pegawai baru tau saya yang punya Cafe." ucap Frizy. "Panggil Frizy aja nanti. Saya juga mau kerja di Cafe saya sendiri. Dengan cara ini juga saya tau karakter karyawan saya." ucap Frizy. Karyawan tadi mengangguk.


"Oh ya, suruh Gita ke ruangan saya untuk mengantar berkas keuangan dan perkembangan penjualan." ucap Frizy lagi.


"Baik F-Frizy." ucap karyawan itu berat menyebutkan nama Frizy karna sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan 'tuan muda'


"Saya gantikan kamu sebagai kasir. Kamu jadi waiters aja." ucap Frizy lagi. Karyawan itu kembali mengangguk. Frizy pun tersenyum dan melegang pergi.


"Wih bahaya nih kalau tuan muda jadi kasir. Bisa kehabisan tempat cafe kita kalau tuan muda jadi kasir." ucap karyawan itu.


3 jam kemudian....


Benar saja kata karyawan tadi, baru 3 jam saja cafe sudah penuh dengan pelanggan.


"Boleh minta foto gak?" tanya seorang pelanggan berpakaian baju SMA. Frizy tersenyum ramah.


"Bayar dulu." ucap Frizy. Kedua siswi itu mengeluarkan uangnya.


"Gak usah di kembaliin." ucap kedua siswi itu.


"Btw, kenapa kamu jadi kasir?" tanya salah satu siswi.


"Pembayaran sudah selesai, mohon bergeser karna banyak pembeli yang mengantri ingin membayar." ucap Frizy. Kedua siswi itu akhirnya pergi. Frizy pergi kebelakang dan menyerahkan apron serta topi tadi kepada karyawan yang ia temui tadi.


"Kembali keposisimu. Mereka makin menggila." ucap Frizy. Keryawan itu mengangguk. Terdengar oleh Frizy suara kekecewaan mereka. Tapi tak apa, demi menyelamatkan dirinya ia rela seperti tadi.


Frizy mengganti bajunya dengan baju santai. Ia memakai hoodie berwarna hitam dan jeans berwarna putih serta sepatu berwarna putih kesayangannya.


Saat Frizy keluar dari persembunyiannya, alangkah kagetnya ia melihat keluar. Ada ketiga temannta di sana yang sedang meratapi nasib di kerubuni oleh wanita. Terlebih lagi Felix yang terlihat risih.


Frizy datang menghampiri mereka dan membubarkan kerumunan itu.


"Kalau kalian gak mau bubar, kalian duduk aja di Cafe ini lalu pesan makanan atau minuman. Kami bakalan nyanyi." ucap Frizy langsung mendapat tatapan tajam dari ketiga temannya.


"Lu bisa main gitar, lu main gitar aja. Yang nyanyi biar Felix. Fardan main keyboard biar gua yang main cajon." ucap Frizy.


"Oke." ucap mereka bertiga serentak.


Mereka berempat naik ke panggung dan mengambil posisinya masing-masing. Fito memulai petikan gitarnya dan di sambung dengan suara berat nan merdu milik Felix.


Kucari tau tentangmu


Tanggal dan tahun lahirmu


Kupelajari rasi bintang menebak pribadimu


Tokoh kartun favoritmu


Dan warna kegemaranmu


Kutelusuri di titik mana kita kan bertemu


Bius aku


Bius aku dengan tatapanmu tatapanmu


Misterimu


Menyiksaku tapi sungguh candu sungguh candu


Lika liku labirinmu

__ADS_1


Tak kan urungkan niatku


Betapa kuyakin kita berdua bisa menyatu


Labirinmu


Jebak aku dalam labirinmu labirinmu


Tersesatku


Tersesatku di adiwarnamu pesonamu


Labirinmu


Jebak aku dalam labirinmu labirinmu labirinmu


Tersesatku


Tersesatku di adiwarnamu pesonamu


Kucari tau tentangmu


Tanggal dan tahun lahirmu


Kupelajari rasi bintang menebak pribadimu


Bius aku


Bius aku dengan tatapanmu tatapanmu


*Misterim**u*


Menyiksaku tapi sungguh candu sungguh candu sungguh candu


Labirinmu


Jebak aku dalam labirinmu labirinmu labirinmu


Tersesatku


Tersesatku di adiwarnamu pesonamu


Lika liku labirinmu


Tak kan urungkan niatku


Betapa kuyakin kita berdua bisa menyatu


(Labirin - Tulus)


Prok! Prok!


Tepukan kuat terdengar. Mereka berempat sangat mengesankan.


Suara Felix memang tiada lawan, sangat bagus.


"Wooooo!!!!" teriak mereka sangking sukanya dengan penampilan F4


"Nice!" ucap mereka berempat bertos.


"Buat band keren nih." ucap Fito.

__ADS_1


"Kita kan band sekolah." sahut Fardan lalu mereka berempat tertawa bersama seolah semua masalah yang ada hilang seketika. Begitulah mereka, jika ada masalah diantara anggota dari F4 mereka pasti berkumpul di cafe atau studio dan latihan bermusik di sana. Dengan begitu persahabatan mereka kembali seperti semula.


•••Bersambung...


__ADS_2