F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 17 : Frizy - Hazel


__ADS_3

"Pulang sama gua aja." ajak Frizy.


"Gak, gue bisa pulang sendiri." jawab Hazel.


"Gua gak punya maksud apa-apa. Ini udah malem, lu juga cewe. Cewe kalau pulang malem sendiri takutnya kenapa-napa. Gua cuman nolong lu kok." ucap Frizy.


Hazel menatap Frizy heran. Kenapa ia bisa sebaik ini. Kerasukan arwah apa Frizy ini? Kenapa ia bisa sebaik ini?


"Gua gak perlu pertolongan lu." jawab Hazel ketus. Frizy mengangguk dan masih berdiri di pijakannya.


"Kenapa gak pergi?" tanya Hazel.


"Temanin lu nunggu jemputan." jawab Frizy.


"Gue bisa sendiri kok. Udah biasa." ucap Hazel.


"Hal-hal kecil kayak gini yang harus di perhatikan. Sekarang udah sepi banget, lu liat sekeliling. Udah jam 11 malam. Jam-jam sekarang penjahat lagi berkeliaran, apa lagi ini jakarta." ucap Frizy.


"Aish! Yaudah deh gue balik sama lo!" ucap Hazel kesal. Frizy tersenyum. Ia menaiki motor ducatinya dan memberikan helm kepada Hazel. Hazel memasang helm itu dan naik ke jok motor Frizy.


"Pegangan." ucap Frizy. Hazel memegang jaket parasut Frizy. Frizy menggeleng lalu mengambil kedua tangan Hazel dan melingkarkannya di perut Frizy.


"Peluk, ntar jatuh bahaya." ucap Frizy. Dengan malas, Hazel memeluk Frizy.


Brum..


Suara motor sport Frizy terdengar, Frizy pun menjalankan motornya dengan perlahan dan tiba-tiba menggas kencang membuat Hazel memeluk Frizy erat.


Setelah lumayan pelan, Hazel memukul punggung Frizy agak kuat.


"Aduh, sakit sayang." ucap Frizy keceplosan.


"Sayang-sayang, mau gue pukul lo lebih lagi hah?!" kesal Hazel.


"Iya-iya maaf, keceplosan." ucap Frizy.


"Keliatan banget lo playboynya." kesal Hazel.


Salah lagi, emang kodrat cowo selalu salah ya? batin Frizy.


•••


"*Felix, bukan salah kamu nak, jangan menyalahkan diri kamu. Bukan salah kamu."


Tin!!!


"Mama!"


"Bukan salah kamu nak."


"Felix kamu anak mama yang paling kuat."

__ADS_1


"Felix kamu bisa jadi diri kamu sendiri."


"Kalau mama gak ada, jagain Vara ya nak."


"Anak ganteng mama memang paling pintar*."


Keringat dingin membasahi wajah Felix. Ia tidur tidak tenang, potongan-potongan kejadian itu terus berputar di mimpinya.


"Mama!" teriak Felix terbangun dari tidurnya.


Ceklek.


"Kenapa?" tanya Arsen. Suara Felix terdengar sampai ke kamar Arsen. Arsen yang sedang bermain game pun langsung pergi ke kamar Felix.


Arsen mengambil tisu di nakas samping tempat tidur Felix dan mengelap semua keringat dingin Felix.


"Kangen mama kamu?" tanya Arsen. Felix mengangguk.


"Tadi mimpi buruk." jawab Felix lalu mengambil air minum dari nakas samping tempat tidurnya.


"Tidur lagi gih." ucap Arsen. Felix kembali membaringkan tubuhnya dan menciba tertidur. Arsen keluar dari kamar Felix dan masuk ke kamarnya yang pas di samping kamar Felix. Baru ingin memegang knop pintu kamarnya, Arsen kembali melepaskan genggaman tangannya pada knop pintu. Ia berjalan beberapa langkah dan sampailah di satu kamar di samping kiri kamar Felix.


Arsen membuka pintu kamar Ervan dan mengintip sedikit. Ia melihat adiknta begitu pulas tidur. Pantas saja Ervan tidak mendengar teriakan Felix. Arsen kembali lagi ke kamarnya. Karna besok hari libur, Arsen ingin tidur pulas sampai siang.


•••


"Oh, gitu ya? Kalau gagal? Gua tampol lu ya!" ucap Frizy.


"Eh bego, ya mana tau gua itu bakalan berhasil atau gak. Lu nanya sama gua yang lagi jomblo dan susah pdkt. Seharusnya lu nanya sama Fardan! Kesel gua ama kalian, ada masalah cinta curhatnya sama gua. Kalian kira gua pakar cinta? Urusan cinta gua aja gak kelar-kelar." kesal Fito.


"Udah, balik lu sana! Ganggu gua tidur aja!" hardik Fito.


"Gua nginap di sini dah, pintu rumah udah di kunciin sama mama. Gua gak bakalan bisa masuk." ucap Frizy.


"Ya derita lu, terserah lu mau tidur dimana. Mau kolong jembatan, emperan toko, pinggir jalan, tengah jalan, gua gak perduli! Yang penting lu pergi dari sini sekarang!" kesal Fito. Frizy menampilkan wajah memohon alanya.


"Jijik gua, gausah liatin wajah sok jadi korban gitu!" kesal Fito.


"Pms lu ya? Marah-marah mulu." tanya Frizy.


Bugh!


Satu bantal melayang dan tepat mengenai wajah Frizy.


"Piks Fito pms." ucap Frizy.


•••


"Sayor ara sayor ara dimasak pasti enak." nyanyi Frizy.


"Sayor asem." ucap Fardan memperbaiki.

__ADS_1


"Salah, yang bener itu Sayor Sop." sahut Felix.


"Astaga, Sayonara! Kenapa jadi ngomongin sayur?" tanya Fito yang sepertinya tertekan dengan semua perilaku ketiga sahabatnya ini.


"Eh, Ervan udah mulai tes ya?" tanya Fito.


"Belum, minggu depan siap kita UN." jawab Felix.


"Akhirnya temen kita ada yang jadi abdi negara." ucap Fardan.


"Gua doain lulus deh si Ervan." sahut Frizy.


"Aamin." ucap mereka berempat serentak.


"Btw, rencana kalian lulus SMA apa?" tanya Fardan.


"Gua sih kuliah." jawab Fito.


"Ya, gua juga kuliah." sahut Frizy membenarkan kata Fito.


"Lu Fel?" tanya Fardan.


"Yang pasti gua gak langsung nikah." jawab Felix seperti ingin menyudutkan seseorang.


"Ya bisa aja kalau lu mau langsung nikah. Asal ntar jangan nikah ama yang lebih tua dari lu aja. Gua saranin cari yang lebib muda." ucap Frizy.


"Ck, siapa juga yang mau langsung nikah." ucap Felix.


"Lu gak mau nikah karna masih kepikiran Mama lu, atau karna nyindir gua?" tanya Fardan.


"Kedua-duanya." jawab Felix.


"Perkara pertama gua gak mau nikah karna takut gak bisa tanggung jawab dan ngebebanin ke istri dan terjadilah tragedi itu lagi. Perkara kedua, gua ikutin alur kehidupan, untuk saat ini gua menjauh dulu dari cewe." jelas Felix.


"Banyak perkara lu. Ntar akhir-akhirnya gak nikah." ucap Fito.


"Ya terserah gua dong kalau gua gak mau nikah." ucap Felix.


Tiga Hari kemudian...


"Akhirnya UN selesai. Semuanya udah selesai. Minggu ini penuh dengan ujian. Baru aja lepas seminggu dari Ujian Sekolah, Eh UN masuk." keluh Frizy.


"Ya setidaknya kita tinggal nunggu kelulusan." sahut Fardan.


"Btw, hubungan lu sama Hazel gimana? Masih jutek dia?" tanya Fardan.


"Hah, ntahlah. Gua gak ngerti sama cewe. Sebanyak apapun gua dekat sama cewe, gua masih gak ngerti sama cewe. Kebanyakan kasih kode. Apa salahnya, kalau mau langsung bilang, gak usah pake kode-kodean. Ada yang mudah, ngambil yang ribet." ucap Frizy.


"Lu nyerah gitu aja? Gak gentle lu." ucap Fito.


"Gua gak nyerah, cuman istirahat aja beberapa hari untuk memulihkan kondisi tubuh dan hati." jawab Frizy.

__ADS_1


"Eh, gua balik duluan ya. Udah janji sama Papa nih." ucap Felix pamit. Mereka pun memberikan anggukan.


•••Bersambung...


__ADS_2