F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 58 : Hilang Satu


__ADS_3

"*kakak tau gak? Friza sempat iri sama Vara." ucap Friza. Frizy mengelus sayang surai rambut Friza.


"Kok bisa? Kenapa?" tanya Frizy.


"Iya, soalnya Vara punya tiga kakak laki-lakinyang sayang banget sama dia sedangkan aku terpaksa di pisahin sama kakak dari aku lulus sekolah dasar." Friza mengatakan itu sambil menunjukkan raut cemberutnya.


Frizy tertawa renyah sambil mengelus rambut adiknya dan mencium kening adik tersayangnya itu.


"Sekarang gimana?" tanya Frizy.


"Sekarang gak ada tuh kata iri. Walau Vara punya 3 kakak laki-laki yang sayang banget sama dia, aku gak iri. Aku kan punya satu kakak laki-laki yang memperlakukan aku sebagai dunianya, sebagai ratunya, sebagai tuan putri kesanyangannya. Walau aku cuman punya kakak doang, aku udah bahagia." ucap Friza.


"Kalau kamu bahagia, kakaj juga bahagia." jawab Frizy tersenyum.


"Kamu tau? Tugas kakak di dunia udah siap. Buat bahagiain kamu, buat bahagiain teman-teman kakak. Jujur kamu benar, kakak emang gak bahagia, tapi bukan berarti kakak gak bisa bahagiain orang lain. Kalau kakaj gak hidup bahagia, artinya tuhan mau kakak membahagiakan orang lain." Frizy berhenti sejenak dan menatap jauh ke ujung padang rumput itu.


"Kalau untuk sekarang kakak bilang capek boleh gak*?"


••••


Felix berlari sekuat tenaga untuk sampai di ruang ICU. Ia melihat kedua temannya sudah duduk sambil khawatir disana.


"Friza." panggil Vara.


Vara rupanya juga ikut bersama Felix. Mereka pergi berempat. Ada Dino, Vara, Felix dan Qila.


Friza mengahampiri Vara dan memeluknya.


"Vara aku cuman punya pundaknya kak Frizy. Aku gak punya yang lain, hiks." tangis Friza. Vara mengusap punggung Friza.

__ADS_1


"Kamu jangan nangis. Aku yakin kok kak Frizy kuat kayak dugaan kamu." ucap Vara.


"Tapi ini udah lama dan dokternya gak keluar juga." ucap Friza.


Ceklek!


Pintu ruangan ICU itu terbuka, memperlihatkan raut wajah kecewa dari dokter itu.


"Dok gimana kakak saya?" tanya Friza menghampiri dokter itu.


"Lukanya gak terlalu parah, tetapi penyakitnya yang membuat lukanya parah." ucap Dokter itu.


"Apa? Tapi selama ini dia sehat kok dok!" bantah Felix. Fardan pun satu pendapat dengan Felix.


"Kalian liat luarnya doang." bantah Fito merenung di sana.


Hazel juga ikut menghampiri dokter itu.


Hazel juga ikut ke rumah sakit karna awaknya Frizy janjian dengannya, tapi di perjalanan Frizy tiba-tiba oleng dan menabrak pembatas jalan.


"Sebenarnya bisa, tapi dari pasien sendiri tidak ada semangat hidup sama sekali. Bekas sayatan di tangannya pun masih basah. Bukan hanya di tangan ada di beberapa bagian tubuh lainnya." ucap dokter itu.


Friza terduduk begitu saja. Selama ini ia tau Frizy orang yang sangat kuat, bodo amatan, dan cuek dengan segala hal. Rupanya ia salah, sangat salah.


"Sepertinya dia sudah gak konsultasi lagi dengan psikiaternya." ucap dokter itu.


"Asla kalian tau, dia coba gantung diri kemarin." ucap Fito. Perkataan Fito itu membuat mereka semua menoleh ke arahnya.


"Apa?!" kesal Fito.

__ADS_1


"Frizy ingin berbicara dengan kalian." ucap dokternya. Mereka semua pun masuk ke dalam ruangan Frizy. Benar-benar ramai, tapi dokter tak mempermasalahkan itu karna Frizy memang butuh support orang-orang di sekitarnya. Ada Felix, Fardan, Fito, Friza, Hazel, Victor, Vara, Dino, kedua orang tua Frizy. Bahkan Ervan, Arsen dan Kavin yang rela meninggalkan latihan gabungan mereka dan langsung ke rumah sakit tanoa mengganti baju latihan mereka.


"Zy, lo sakit beneran? Happy virus kita sakit?" tanya Felix. Frizy tersenyum dari masker oksigennya.


"Bang Arsen jagain Hazel buat gua ya. Gua gak mau Hazel bareng Victor karna gua tau Victor sukanya sama Friza dan sebaliknya. Gua cuman gak mau nitipin Hazel sama lu bang. Gua harap Hazel bahagia." ucap Frizy lemah.


"Buat Victor, jagain adik gua. Kalau lu buat adik gua nangis, gua gentayangin lu." ucap Frizy.


"Lu ngomong apaan sih, lo sembuh kok. Tanpa di minta pun gua pasti bakalan jagain Friza." ucap Victor. Frizy kembali tersenyum.


"Buat kalian berdua, cepat cerai. Jangan jadikan Friza korban kedua." ucap Frizy makin melemah.


"Gua bukan ga ada semangat hidup, tapi mental gua ngajak gua gabung buat di kubur sama-sama. Tapi ntar nasi kotak gua lauknya rendang deh." ucap Frizy. Di saat orang lain menangis ia masih bisa bercanda.


Satu tetes air mata muncul di mata Frizy. Pertama kalinya ia nangi setelah sekian lama. Andai pada saat itu ia tak mengajak Fito, mungkin ia sudah berada di alam lain saat ini.


"Izin, gua mau kembali sama tuhan." ucap Frizy.


"Gak! Lo udah janji sama gue kita bakalan punya rumah bersebelahan! Lo udah janji sama gue bahwa gue jadi grossmen di acara nikahan lo sama Hazel!" ucap Fito.


"Ternyata ini alasan kenapa kakak sama sekali gak mau ngelawan papa tentang wali nikah? Karna kakak tau kalau aku gak bakalan bahagia sama kakak?" tanya Hazel.


"Takut kamu jadi janda muda." jawab Frizy masih saja melawak.


"Pamit ya bestie, inget jagain adik gua." ucap Frizy. EKG atau elektrokadriogram itu mulai menampakkan garis yang pendek.


"Mohon keluar dulu semua." ucap Dokter itu. Mereka pun keluar dari ruangan itu untuk memberikan ruang kepada dokter.


•••Bersambung...

__ADS_1


gimana? Penasaran gak? Authir juga penasaran nih 😭


__ADS_2