F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 8 : Curhat


__ADS_3

Felix pun menepati janjinya untuk mengantar siswi kelas sebelas yang pingsan tadi. Felix menghampiri Frizy, Vara, Ervan dan Hazel yang terlihat sedang berbicara di depan gerbang sekolah. Ervan yang berboncengan dengan Vara terlihat pasrah dengan Frizy yang memaksa Hazel menaiki motor sportnya itu.


Felix menghampiri mereka berempat dan menggelengkan kepala melihat tingkah Frizy. Sangat kekanak-kanakan.


"Lu tinggal naik apa susahnya sih? Punya kaki kan? Masih untung gua mau anterin lu pulang!" kesal Frizy.


"Eh Fizi! Gue juga gak minta buat pulang sama lo ya! Gue punya kaki gue bisa jalan sendiri. Lagian gue lebih baik sama kak Fardan atau kak Fito dari pada sama lo yang nyerocos mulu kayak mesin rusak." balas Hazel.


"Yaudah jalan kaki aja lu sono. Gausah naik motor gua. Ntar motor gua kotor lagi." ucap Frizy.


"Astaga! Frizy, Hazel! Kalian pulang bareng apa masalahnya sih? Fardan sama Fito ada urusan." ucap Felix.


"Gue sama kak Felix aja. Jok belakang kak Felix kosong tuh." ucap Hazel kepada Frizy.


"Yaudah sono!" kesal Frizy. Hazel berjalan mendekati Felix. Baru ingin naik motor Felix, seorang siswi dengan gampangnya naik ke motor Felix.


"Lo ngapain sih?! Turun!" hentak Hazel.


"Kak Felix mau nganter aku pulang tadi." jawab siswi itu. Felix memegang keningnya sambil menggeleng.


"Lu berdua bisa diam gak?! Lu juga turun!" ucap Felix kesal.


"Gua bukan mau nganterin lu. Tapi gua mau nganterin Fay, bukan kalian berdua." ucap Felix lagi. Tak lama seorang siswi yang ia temui di UKS tadi datang dan menghampiri Felix.


"Udah?" tanya Felix. Siswi bernama Fayyana itu mengangguk.


"Maaf merepotkan." jawab Fay dengan suara lembutnya. Ervan saja sampai terkesima dengan lembutnya suara Fay.


"Yaudah, ayo pulang." ucap Felix.


"Tapi, maaf saya gak bisa pulang sama kamu." ucap Fay menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Kenapa?" tanya Felix.


"Saya takut jadi bahan gosip. Apa lagi nanti kamu akan nganterin saya ke rumah saya. Saya seperti melanggar kata Abi dan Umi." jawab Fay.


Masyaallah tabarakallah. Ukhty rupanya, pantes dia berhijab di SMA Antariksa. batin Ervan.


"O-oh." jawab Felix gagap sambil menggaruk kepala belakangnya.

__ADS_1


"Justru kalau kamu pulang sendiri makin bahaya. Apa lagi naik angkot atau ojek. Mang ojeknya kan cowo juga." ucap Ervan.


"Biasanya kalau naik ojek online ada sekatnya." jawab Fay. Ervan yang tidak pernah naik ojek online pun terdiam.


"Baiklah, kalau gitu saya permisi ya. Assalammualaikum." ucap Fay menangkupkan kedua tangannya di depan dada lalu pergi. Felix turun dari motornya dan berdiri di depan Fayyana.


"Fay! Maaf tadi gak sengaja nyentuh kamu." ucap Felix.


"Itu darurat, tidak apa-apa. Saya berterima kasih karna telah di tolong." ucap Fayyana lalu pergi melewati Felix. Felix melamun melihat kepergian Fayyana.


"Oi! Gak usah di liatin terus! Dosa dua belah pihak woi!" teriak Frizy.


"Belajar agama juga lu?" tanya Ervan.


"Gua paling alim." jawab Frizy bangga.


"Haha iya, kalau lu masuk bar, baru lu yang paling alim." ucap Ervan. Ervan menghidupkan motornya lalu pergi bersama Vara.


Hazel terdiam melihat Felix yang seperti itu. Sepertinya Felix tertarik dengan Fay. Setahu Hazel, Fayyana itu anak kelas sebelas tapi Hazel tidak tau apa-apa lagi selain Fayyana kelas sebelas. Ia tak tau jurusan apa yang diambil Fay dan dimana Fay tinggal.


"Uh, gosip baru F4 nih. Seorang Felix Altezza yang friendly dan belum pernah jatuh cinta akhirnya jatuh cinta dengan seorang perempuan yang kuat agama." goda Frizy.


"Jadi nganter aku gak sih?" tanya anak kelas sebelas ntah siapa itu.


"Gak usah sok akrab." jawab Felix melajukan motornya.


"Jadi pulang sama gua ga?" tanya Frizy kepada Hazel.


"Yaudah deh, mayan hemat ongkos." jawab Hazel menaiki motor sport hitam Frizy.


"Dih, lu kira gua tukang ojek? Mana ada tukang ojek motornya ducati, mana kang ojeknya ganteng kayak gua lagi." narsis Frizy.


"Banyak omong!" kesal Hazel sambil memukul pelan kepala Frizy yang sudah di lapisi helm full face itu.


"Pegangan, kalau lu jatuh gua gak tanggung jawab." ucap Frizy.


"Enak aja gak tanggung jawab! Kan lo yang bawa motor!" ucap Hazel. Hazel pun memegang jaket kulit berwarna hitam Frizy. Frizy yang memang sangat suka menjahili orang tersenyum miring lalu menggas motornya kuat sampai Hazel hampir terjungkal.


"Ah! Frizy jelek sialan!" teriak Hazel sambil memukul kuat punggung Frizy. Frizy tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


•••


Felix memelankan motornya saat melihat orang yang ia cari tadi. Felix tersenyum, ia menjaga orang itu.


Orang itu berhenti dan langsung melihat ke belakang. Felix yang tertangkap basah pun hanya menunduk saja.


Sungguh keajaiban, seorang Felix Altezza bisa menunduk di hadapan seorang wanita.


"Kenapa ngikutin?" tanya wanita itu yang rupanya Fayyana.


"Biar gak di gangguin orang." jawab Felix.


"Aku bisa ilmu bela diri. Jadi gak usah khawatir." ucap Fay.


"Ya, tapi tetap aja kalau cowo yang gangguin kamu, kamu bakalan kesusahan." ucap Felix.


"Sekali lagi terima kasih atas pertolongan kamu tadi sudah bawa saya ke UKS. Saya sangat berterima kasih. Tapi kita berhubungan cukup sampai situ saja. Jangan berlanjut seperti ini." ucap Fay memohon.


"Kenapa?" tanya Felix.


"Kamu tidak berhak tau privasi saya." setelah mengucapkan kata itu Fayyana pergi. Felix tak lagi mengikuti Fay karna ia takut Fay risih lagi. Felix pun memutarkan motornya dan pulang.


Di tengah jalan Felix berbelok arah. Ia tak jadi pulang. Ia malah ke suatu tempat seperti ke arah hutan. Felix masuk ke sana dan masuk ke blok yang ada tulisan Altezza Family.


Ia masuk ke sana dan terlihatlah beberapa makam. Felix mencari nama seseorang lalu tersenyum setelah ketemu dengan makam itu. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan buket bunga yang tak sengaja ia beli di jalan tadi. Ia meletakkannya di depan makam ibunya.


"Ma, udah lama nih Felix gak kesini. Mama pasti kangen Felix ya? Felix kangen banget sama mama. Mama kenapa udah gak pernah datang ke mimpi Felix lagi?" tanya Felix bertubi-tubi.


"Ma, kali ini Felix gak bakalan nangis lagi di sini. Felix cuman mau minta saran dari mama. Felix lagi tertarik sama seseorang Ma. Dia agamanya kuat banget dan suaranya lembut banget kayak Mama. Ntah kenapa kalau Felix liat dia rasanya adem dan nyaman sama kayak Mama. Kata orang, kalau seseorang udah nyaman sama orang lain karna mirip ibunya, itu pasti jodoh. Gimana menurut mama?" jelas Felix.


"Gimana cara luluhkan hatinya dan gimana cara menentukan perasaan Felix kalau Felix beneran jatuh cinta atau tidak Ma?" tanya Felix.


Felix memang tidak pernah cerita tentang masalah perasaan dengan Arsen. Ia selalu cerita dengan Mamanya di sini seperti sekarang.


"Kasih Felix jawaban lewat mimpi ya Ma." ucap Felix mengelus batu nisan mamanya itu lalu membaca doa. Selesai membaca doa, ia pergi dari sana dan langsung pulang.


•••Bersambung...


Gimana Part kali ini? saran dan kritikannya bisa tulis di kolom komentar yakk😁

__ADS_1


__ADS_2