
Sementara itu, di lain tempat...
"Astaga! Gua gak ada maksud tertentu Hazel. Serius!" tegas Frizy.
"Kalau gitu kenapa lo harus datang kerumah sih?!" kesal Hazel
"Y-ya maaf. Gua cuman mau ngasih sapu tangan ini." Frizy memberikan sapu tangan itu kepada Hazel. Frizy menatap miris kepada Hazel. Banyak luka di seluruh tubuhnya.
"Lu kenapa sih?" tanya Frizy dengan nada miris saat melihat Hazel.
"Santai aja lah." jawab Hazel sambil menatap sapu tangan yang di berikan Frizy tadi.
"Tunggu bentar." ucap Frizy. Frizy pergi meninggalkan Hazel. Hazel hanya menggeleng dan tersenyum. Baru kali ini ada yang perduli dengannya.
Tak lama kemudian, Frizy kembali dengan satu kantong plastik obat. Frizy duduk di samping Hazel dan meraih tangan Hazel. Frizy membersihkan luka Hazel dengan alkohol lalu di berikan obat dan Frizy juga menempelkan plaster.
"Ini yang lebam kenapa? Kayak habis di tampar." tanya Frizy.
"Bisa gak sih ga usah kepo?!" kesal Hazel. Frizy menatap Hazel dan menghentikan kegiatannya. Frizy mengembuskan nafasnya kasar.
"Kalau ada masalah, cerita sama orang. Jangan di pendam. Tadi kenapa gak masuk sekolah?" tanya Frizy.
"Bentar lagi mau ujian, lo harus sekolah biar bisa ujian dan naik kelas." ucap Frizy.
"Mau sekolah gimana? uangnya gak ada." gumam Hazel.
"Hah?" tanya Frizy pura-pura gak dengar.
"Ish! Bukan urusan lo!" kesal Hazel. Frizy terkekeh.
__ADS_1
"Kalau masalah dana, insya allah gua bantu. Asal jangan kerja terlalu keras. Umur lo sekarang itu masa-masanya belajar." ucap Frizy.
"Bisa gak sih gak usah urusin hidup orang?!" tanya Hazel.
"Kalau gua gak ikut campur, gimana lo sekolah? Gua tau kok kakak laki-laki lo selalu keras sama lo. Sedangkan kedua orang tua lo ntah pergi kemana." ucap Frizy.
"Lo nyelidikin gue? Kok tau?" tanya Hazel.
"Haha, gua itu Frizy Kivandra. Apapun yang gua mau, pasti dapat." ucap Frizy.
Kecuali Lo. batin Frizy.
"Sombong! Lo itu udah kaya masih kerja. Keliatan banget sombongnya." ucap Hazel.
"Loh, kok sombong? Malah gua kerja itu karna gua mau merasakan cari uang gimana. Dengan ini gua bisa lebih mengerti cara menghemat pengeluaran." jawab Frizy.
"Udah selesai. Jangan sakit lagi ya. Kalau lu sakit, gua juga sakit." ucap Frizy tersenyum sambil mrmegamg pipi Hazel. Senyum Frizy yang sangat tampan itu membuat jantung Hazel berdegup kencang.
•••
"Pa, tunda dulu sampai Felix lulus kuliah." ucap Felix.
"Kamu kira orang tua Zahra mau nunggu kamu selama itu?" tanya Alby.
"Kenapa enggak? Lagian anak mereka masih di sekolah. Lagi pula, setelah Felix pulang ke Indonesia, Felix bakalan langsung nemuin dia kok Pa. Kalau gak ketemu, ya artinya bukan jodoh." ucap Felix simple.
"Terserah kamu lah, papa pusing sama kamu. Semua di tunda. Pernikahan adik kamu di tunda, pernikahan kamu pun di tunda." ucap Alby.
"Lagian Aldino dan Vara kan bakalan tunangan pa. Jangan khawatir lah." ucap Felix.
__ADS_1
"Ya kamu harusnya tunangan juga dong sama Zahra. Memangnya kamu gak suka Zahra?" tanya Alby.
"Ya allah, astagfirullah udah berapa kali papa tanya pertanyaan yang sama? Felix suka sama Zahra, tapi dalam artian lain. Gak mungkin kan Felix nikah sama Zahra saat ini. Dia masih kelas sebelas Pa. Felix juga bakalan sibuk sama tugas kuliah nantinya." ucap Felix. "Belum lagi Felix harus kerja sambil kuliah, kapan waktu Felix sama Zahra?" tanya Felix
"Bener juga kamu, tapi kamu kan keep strong." ucap Alby. Felix memijit tulang hidungnya, ia tak tau lagi dengan alasan apa supaya pernikahan ini di tunda. Jujur ia juga tak mau menikah muda, ia ingin fokus kuliah dan bekerja. Jika sudah cukup mapan, baru lah ia menikah.
"Terserah Papa deh." pasrah Felix. Mau bagaimana pun ia menolak pasti Alby akan bersikeras memaksanya untuk menikah.
"Emang rencana kamu kuliah dimana? Dan berapa tahun targetnya kamu lulus?" tanya Alby
"University of Melbourne di Australia dan target lulusnya 3 tahun." ucap Felix.
"Kalau kamu target lulusnya 3 tahun papa percaya kamu lulus dalam 3 tahun." balas Alby.
"Papa kasih izin nih?" tanya Felix.
"Ya, kalau target lulus kamu segitu, ya papa izinin. Berarti umur 20 kamu dah dapat gelar sarjana ya." ucap Alby.
"20 otw 21 pa. Sekarangkan Felix lagi otw 18." ucap Felix
"Ya nanti kamu kan lulusnya umur 20an. Jadi kamu bisa langsung nikah. Oke boleh." jawab Alby.
YES! batin Felix senang. Sudah lama ia ingin kuliah di Australia. Akhirnya tercapai juga.
Sekarang Zahra dan gua selamat selama 3 tahun. Setelah 3 tahun, gak tau apa yang bakalan terjadi. batin Felix.
Di lain tempat...
"Baguslah jika pernikahan diundur sampai kak Felix lulus kuliah, aku jadi bisa mempersiapkan diri." gumam Zahra. Felix tadi sengaja menelfon Zahra agar Zahra bisa mendengarkan perjuangan Felix untuk mengundur pernikahan ini. Memang sangat susah Felix memikirkan konsepnya. Bukannya ia takut dengan ayahnya, tapi berbicara dengan Alby harus mengenakan konsep yang matang atau Felix bisa terjebak dengan pertanyaan Alby.
__ADS_1
Sebenarnya Felix tidak apa-apa jika menikah sekarang, tapi ia memikirkan Zahra yang masih sekolah. Felix juga tak mau jika ja kurang perhatian atau kurang waktu berduaan dengan istrinya. Ia mau hidupnya bahagia tanpa kekurangan perhatian dan waktu.
•••Bersambung...