F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 52 : Mall


__ADS_3

Mereka pun pergi ke toko pakaian khusus wanita, sangat banyak pilihan di sana, rasanya Qila ingin membeli semuanya karna ia tak pernah masuk Mall sama sekali. Tapi kembali lagi kepada prinsipnya, beli seperlunya aja.


"Pilih lah, ntar kalau ada kunjungan ke Bandung, kita ambil baju kamu." ucap Felix. "Ambil aja semau kamu, selagi aku bisa bayar." ucap Felix lagi.


"No, kita itu harus beli sesuatu sesuai kebutuhan karna sesuatu yang berlebihan itu kadang gak baik." ucap Qila. Felix hanya mengangguk saja.


"Oke, pilih lah." ucap Felix. Qila mulai memasuki Mall itu dan memilih beberapa baju yang menurutnya sangat di perlukan.


Ia membeli baju tidur, baju kerja dan baju santai tak lupa dengan dalaman, ia pasti sangat memerlukan dalaman kan.


Sementara Qila berbelanja, Felix dan Kai menunggu di tempat tunggu sambil bermain. Felix memangku Kai layaknya seorang ayah.


"Belalti ini gesel ke cini bang." ucap Kai cadel.


"Ih pinter, and berhasil!" ucap Felix memeragakan apa yang di katakan Kai. Mereka bermain game di handpone lipat Z Fold milik Felix. Felix menjadikan handpone lipat itu sebagai Tablet agar layarnya lebih besar.


"Bang, coba gesel kecini." ucap Kai. Felix mengikuti perkataan Kai dan berhasil, ia mendapatkan peti emas.


"Yes naik levelnya, udah level 300an nih." ucap Felix.


"Hehe, Kai pintal." ucap Kai bangga. Felix ingin sekali menggigit pipi gembul Kai itu, sangat menggemaskam sekali.


Felix pun melihat Qila sudah menghampirinya. Felix menatap heran, belanjaan Qila ini tergolong sedikit. Jika ia berbelanja bersama Vara, belanjaan Vara mungkin lebih banyak 3 kali lipat dari pada belanjaan Qila.


"Maaf ya kak jadi banyak." ucap Qila.


"Loh ini masih dikit." jawab Felix memindahkan Kai dari pangkuannya. Felix pun berdiri dari duduknya.


"Yakin udah cukup?" tanya Felix.


"Udah kak, lagian yang diskon cuman ini. Ntar beli di pasar aja." jawab Qila. Felix menepuk jidatnya sendiri.


"Kamu itu nona muda keluarga Altezza. Masa beli pakaian di pasar. Ngapain juga beli yang diskonan, beli yang model terbaru lah." ucap Felix.

__ADS_1


"Selagi bisa di pakai kenapa enggak?" tanya Qila. Felix ingin melawan, tapi perkataan Qila bener.


"Oke oke, tapi jangan pernah beli baju di pasar oke?" tawar Felix.


"Emang kenapa beli baju di pasar?" tanya Qila.


"Ya allah Qila, kamu itu nona muda keluarga Altezza istrinya Felix Arthur Altezza Presdir muda dengan segudang talenta serta konglomerat generasi ke 4. Masa istrinya belanja baju di pasar." kesal Felix.


"Emang gak boleh?" tanya Qila polos.


"Ya gak boleh, bisa rusak citra keluarga Altezza kalau kamu lakuin itu. Oke balikin lagi bajunya, biar kakak uang milihin. Ayo Kai!" ucap Felix. Felix menarik tangan Qila menuju pelayan toko.


"Ya pak ada yang bisa di bantu?" tanya pelayan toko itu.


"Berikan baju dengan model terbaru." ucap Felix.


"Kak gak usah, ini udah cukup." ucap Qila. Felix meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya menandakan Qila harus diam.


Qila mulai mencoba semua baju yang di keluarkan oleh pelayan toko tadi. Felix dan Kai serentak melihat Qila, mereka berdua tampak seperti anak dan Ayah bukan adik kakak.


"Canci cemua." jawab Kai.


"Bungkus semua." ucap Felix. Qila memegang tangan Felix dari belakang.


"Kak kebanyakan." ucap Qila.


"Usah ada saya suruh ngomong? Belum kan? Jadi diam aja." ucap Felix. Kasir pun menghitung semua belanjaan Qila.


"Totalnya 30 juta pak." ucap kasir itu. Qila melongo, dengan beberapa helai pakaian ini Felix membayar 30 juta?


"Pembayaran tunai, kredit atau debit pak?" tanya kasir itu.


"Debit." jawab Felix memberikan gold cardnya. Kasir itu menerima kartu Felix lalu memproses pembayarannya.

__ADS_1


"Kodenya pak." ucap Kasir itu, Felix pun memencetkan pin kartu atmnya.


"Baik pembayaran sudah selesai pak, ini kartunya. Terima kasih silahkan datang kembali." ucap kasir itu. Felix hanya mengangguk saja.


Belanjaan Qila tergolong banyak, jadi mereka putuskan untuk kembali ke mobil meletakkan semua barang belanjaan dan kembali masuk ke dalam Mall.


"Bang, mau cemana agi?" tanya Kai.


"Mau beliin kak Qila barang lagi. Abis ini baru kita beli mainan, oke boy?" tawar Felix. Kai mengangguk senang.


"Beli apa lagi kak?" tanya Qila.


"Beli Handpone dan iPad buat kamu. Kamu kan sekretaris jadi perlu banget dua barang itu." ucap Felix. Mereka pun pergi ke iBox yang berada di mall itu.


"Mbak, handpone pengeluaran terbaru dan iPad pengeluaran terbaru." ucap Felix. Pelayan toko itu pun langsung memberikan rekomendasi sesuai permintaan Felix.


"Bungkus aja mbak." ucap Felix. Mereka pun pergi ke kasir dan membayarnya. Felix memilih iPhone 14 promax 1 tb dan iPad 12 promax untuk Qila.


"Totalnya 70 juta pak, debit atau cash?" tanya kasir itu.


"Debit." ucap Felix kembali mengeluarkan gold cardnya. Seperti biasa, Qila kaget mendengar harganya. Padahal harga handponenya saja tak sampai 2 juta.


"Terima kasih pak, silahkan datang kembali." ucap kasir itu. Felix mengangguk lalu pergi.


Mereka pun pergi ke tempat mainan Kai, Kai mulai mengambil mainan yang ia inginkan lalu Felix membayarnya. Mereka terus bermain di Mall dan pulang ketika capek.


"Kak lain kali jangan belanja boros gini dong. Uangnya kan bisa digunain buat apa aja, bisa aja buat anak yatim atau orang jalanan." ucap Qila.


"Buat panti asuhan udah kakak pisahin dan buat kaum duafa juga udah kakak pisahin. Sesekali belanja gini, kamu juga happy keliatannya. Ini semua kamu perlukan untuk kehidupan kamu, jangan terlalu di pikirkan." ucap Felix.


Gimana gak di pikirin, ya kali beli baju sampai 30 juta terus beli handpone sama tablet gitu nyentuh 70 juta, kalau di gabungin sehari kak Felix keluarin uang 100 juta buat aku doang. Banyak bener, kalau aku kerja jadi asisten manager bisa ke kumpul berapa tahun tuh? Batin Qila.


•••Bersambung....

__ADS_1


Maaf ya author updatenya telat... Author beneran gak ada inspirasi sama sekali buat nulis. Biasanya author ngapain aja pasti ada inspirasi buat episode baru, ini sama sekali gak ada. Padahal niat update banyak... Maaf yaa 😭


__ADS_2