
"Maaf, saya memang bukan laki-laki yang becus." ucap Frizy menundukkan kepalanya di depan kedua orang tua Hazel.
Pagi ini Frizy datang menemui orang tua Hazel untuk meminta maaf perihal pernikahan mereka yang akan tertunda.
"Mau nunggu berapa lama lagi? Kamu sebenanrnya serius tidak? Kalau tidak, Hazel saya jodohkan saja. Banyak laki-laki lebih baik dari pada kamu!" bentak ayah Hazel. Hazel hanya diam tak bisa mengubris takut di marahi sang ayah.
"Maaf om, saya akan berusaha untuk meyakinkan orang tua saya lagi." ucap Frizy.
"Gak! Saya gak mau nikahin anak saya sama anak yang gak dapat kasih sayang kayak kamu. Nanti anak saya juga gak dapat kasih sayang di sana!" jawab ayah Hazel.
Deg!
Jantung Frizy seolah tersentak dengan pernyataan dari ayah Hazel. Ia datang baik-baik untuk menjelaskan perihal pengunduran pernikaham karena kedua orang tuanya mendadak lepas tangan atas pernikahan Frizy. Jadi Frizy harus menyiapkan pernikahannya sendiri. Frizy bukan tak punya uang, tapi kedua orang tuanya harus datang ke acara itu tak perduli seberapa cueknya orang tua Frizy.
"Saya memang anak broken home om, tapi saya bisa pastikan Hazel tidak akan menjadi seperti saya di rumah saya sendiri." jawab Frizy.
"Mana buktinya? Selama ini dia sama kamu, malah keikut sifat kamu yang berandal itu." jawab Ayah Hazel.
"Saya memang Broken Home, tapi saya tidak separah itu untuk di katakan berandalan. Saya masih punya sopan santun dan etika. Saya datang kesini baik-baik untuk menjelaskan tentang pengunduran jadwal pernikahan saya dan Hazel. Saya gak punya maksud lain om, kalau saya mau dari dulu saya akan melamar Hazel." jelas Frizy.
"Lalu, kenapa tidak dari dulu?" tanya ayah Hazel.
"Lamarab harus dengan orang tua kan Om? Sesangkan orang tua saya pulang palibg sering sekali setahun bahkan selama 3 tahun pernah tidak pulang. Lalu gimana caranya saya melamar Hazel? Sedangkan kemarin saya datang sendirian langsung om tolak." jawab Frizy.
Frizy bangkit dari duduknya dan menangkupkan kedua tangannya.
"Sekalau Om memang gak sudi anak om menikah dengan anak broken home seperti saya, saya gak apa om. Saya ikhlas, memang mungkin lebih banyak laki-laki di luar saya yang lebih baik dari saya. Kalau begitu saya permisi om." ucap Frizy lalu pergi dari rumah Hazel.
"Pa! papa gak bisa ngomong gitu sama kak Frizy, dia udah lakuin semua yang dia bisa." ucap Hazel.
"Ck, papa kira dia bakalan bertahan, tapi lihat dia malah pergi. Kamu batalin aja pernikahan dengan Frizy, papa punya calon lebih baik dari pada Frizy." titah Ayah Hazel.
__ADS_1
"Gak! Hazel tetap mau kak Frizy. Papa selalu nilai dia dari luar, dia itu bukan berandal Pa! Dia baik, suka berbagi, selalu tersenyum, positif vibes dia tetap ceria walau kehidupannya gak seceria itu." bantah Hazel.
"Hazeline! Kamu tetap papa jodohkan!" ucap ayah Hazel tak mau di bantah.
•••
Frizy mengendarai motornya sambil melamun. Jalanan ibu kota yang cukup padat walau di akhir pekan tak membuat Frizy fokus dengan jalanan.
Tin!!
Frizy kaget dan menepikan motornya.
"Woi! Naik motor jangan melamun! Bahaya!" teriak supir taksi online itu.
"Iya pak maaf." jawab Frizy. Frizy membuka helmnya dan mengacak rambutnya.
"Seharusnya gak apa-apa ayah Hazel nolak gitu. Gua takut ntar Hazel jadi janda muda. Tapi kenapa hati gua gak karuan gini. Ya allah gimana nih." Frizy ingin menangis saat ini juga, ia tak tau mau bagaimana lagi.
Frizy pun menelfon tiga anggota F4 lainnya untuk berkumpul di basecamp mereka. Frizy ingin melupakan semuanya untuk saat ini. Ia ingin bercanda tawa dengan ketiga sahabatnya di akhir pekan ini.
Setelah mendapat persetujuan, Frizy pun pergi ke basecamp mereka. Sekitar 15 menit perjalanan Frizy sampai di Basecamp. Sudah ada Fito di sana.
"Kenapa?" tanya Fito.
"Tunggu yang lain datang aja." jawab Frizy.
"Gimana keadaan lo?" tanya Fito.
"Gua gak apa kok, gua baik baik aja." jawab Frizy.
"Ck, munafik! Jangan bohong mulu, gua bisa aja bongkar semuanya." kesal Fito.
__ADS_1
"Kalau lu bongkar, lu tau kosekuensinya." jawab Frizy.
"Ntar temenin gua nyuci baju ya. Bibi di rumah lagi cuti, banyak bener cuciannya." ajak Frizy.
"Mau kita bantuin gak?" tanya Felix dan Fardan yang baru saja datang.
"Gausah, santai. Gua cuman perlu Fito doang." jawab Frizy.
"Gua batal nikah sama Hazel." ucap Frizy to the poin. Mereka bertiga tampak kaget sekali, pasalnya Frizy dan Hazel sudah menjalin hubungan cukup lama. Dari mereka berdua masih di jenjang sekolah menengah atas.
"Serius lo?" tanya Fardan. Frizy mengangguk.
"Lagian gua capek. Capek di tuntut sama ayahnya Hazel, capek di bohongin sama orang tua gua, capek cuman ngasih harapan sama Hazel. Hazel berhak bahagia." ucap Frizy.
"Tapi lo juga berhak bahagia. Lo itu happy virus bagi semua orang, lu berhak bahagia." ucap Felix.
"Kalau kata panutan gua, jika hidup gua gak bahagia artinya tuhan mau gua membahagiakan seseorang. Gua di lahirkan untuk membahagiakan orang bukan untuk bahagia." ucap Frizy.
"Siapa panutan lu? Sini gua hajar!" kesal Felix.
"Gua sendiri." jawab Frizy.
"Zi, sumpah kalau gak ada lo kita gak tau jadinya F4 tanpa happy Virus kayak lo. Lo selalu nolong orang, lo selalu mau di perbudak sama Vara dulu walau akhirnya Felix marah sama Vara. Lo tempat curhat kita juga." ucap Fardan. Frizy mengangguk paham.
"Lo dengerin semua curhatan orang! Lo perlu di denger juga Frizy." ucap Fito.
"Kalian tenang aja, gua bakalan bahagia kok." ucap Frizy meyakinkan.
Disaat gua gak merasakan sakit lagi, gua bahagia. Senyesek itu rupanya. batin Frizy
••••Bersambung....
__ADS_1
Loh Frizy kenapa tuh? Ayo tebak di kolom komentar ya!