
"Pffftt.." Fardan, Fito dan Frizy berusaha mati-matian menahan tawanya.
"Ketawa lu bertiga." ancam Felix. Mereka bertiga pun menyudahi tawa mereka dan kembali seperti semula.
"Eh Zy, lu ngapain di sini?" tanya Fito.
"Gua? Mau pulang lah, masa gua mau nyari dolar." jawab Frizy.
"Anterin Hazel sana. Kasian tuh dia sendiri. Vara kan pulang sama Ervan, berarti Hazel sendiri." sahut Fardan.
"Hah? Hazel siapa?" tanya Frizy yang masih belum mengerti arah pembicaraan kedua temannya ini.
"Hazel, anak baru di kelas Vara." ikut Felix.
"Hah?" sepertinya Frizy masih belum konek.
"Ck, lemot banget. Yang berantem sama lu tadi pagi." ucap Felix lagi.
"Oh! Si songong itu? Baru hari pertamanya di sekolah udah berani buat darah gua naik!" Frizy kesal mengingat anak itu lagi.
"Males lah, buat apa gua anterin orang yang tidak berguna. Mendingan gua turu di rumah sambil ngemil kue buatan Mama." ucap Frizy.
"Cie, yang punya Mama." ucap Felix tersenyum.
"Felix dark banget." sahut Fito.
"Gimana? Enak punya ibu?" tanya Felix.
"Hm, enak gak enak sih." jawab Frizy.
"Syukur punya ibu. Ada surga di bawah telapak kakinya. Gua? Gak ada yang masak saat gua pulang sekolah. Ya, ada bibi sih yang masak. Tapikan gua pengen ngerasain masakan Mama. Kalau di pikir-pikir Bang Arsen sama Papa enak banget bisa ngerasain masakan Mama." ucap Felix.
Frizy yang membahas masalah ibu pun merasa bersalah.
"Lu masih beruntung, Bang Arsen sama Ervan anak yatim piatu. Lu masih untung punya Ayah." ucap Fardan menenangkan Felix.
"Tapi, bang Arsen dan Ervan udah bertahun tahun sama ibunya. Ya, Vara cuman lima tahun dan gua tujuh tahun." ucap Felix.
"Gua akui sih, Bang Arsen memang sayang banget sama Ervan. Masalahnya bang Arsen itu yang jaga Ervan dari dia masih bayi banget, gak heran sih ikatan mereka kuat banget." ucap Fito.
"Yap, Bahkan kayak ikatan anak kembar." ucap Felix.
"Udah ah sedih-sedihnya. Ayo kita keliling Mall nyari cewe!" seru Frizy.
Bugh!
Fito memukul agak keras punggung Frizy sampai Frizy mengaduh kesakitan.
"Cewe mulu otak lu." tegur Fardan.
"Dan, kalau Frizy kayak gini lagi saat gua ga ada. Gua izin lu gebukin dia, serius." ucap Felix.
"Permintaan anda adalah perintah bagi saya." ucap Fardan sepertinya senang begitupun dengan Fito. Berbeda dengan Frizy yang susah payah meneguk air liurnya karna ketakutan.
__ADS_1
"Ampun ndoro!" ucap Frizy sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada lalu berlutut di hadapan Felix. Sontak Fito, Felix dan Fardan tertawa puas.
"Bang**t." Frizy tak sengaja mengeluarkan perkataan kotornya karna terlanjur kesal.
"Terserah!" kesal Frizy.
"Yaelah, sensian banget kayak cewe pms aja." ucap Fardan.
"Yaudah, gas kita pulang!" ajak Felix.
"Eh Lix, ntar malem kita bertiga nginap di rumah lu." ucap Frizy.
"Udah izin?" tanya Felix. Mereka bertiga mengangguk.
"Oh yaudah." balas Felix.
•••
"ASSALAMMUALAIKUM YOROBUN!" teriak Frizy.
"Berisik lu!" tegur Fardan. Fito, Fardan dan Frizy masuk begitu saja karna pintu rumah Fekix terbuka.
"Wih makanan." mata Frizy langsung berbinar-binar saat menatap makanan.
"Angkat tangan! Kalian di tangkap karna kasus pencurian makanan!" ucap dua orang laki-laki sedang memperagakan tangannya seperti pistol. Dua laki-laki yang setinggi mereka bertiga dan juga cukup tampan.
"Twins G!" kaget mereka bertiga. Felix yang terganggu karna mendengar suara teriakan ketiga temannya itu pun turun ke lantai satu.
"Apaan si, ribut banget!" kesal Felix. Felix pun menatap kearah Fardan, Fito dan Frizy menatap.
"Suprise!" teriak mereka berdua.
"Twins G!" ucap Ervan dan Arsen semangat di susul dengan Alby dan Vara.
"Your dad and your mom?" tanya Alby.
"Oh, di luar Uncle lagi ngambil barang." jawab Gabriel fasih berbahasa indonesia.
"Tadi kita mau bantu, tapi liat ada anak F4 di sini gak tahan mau ngerjain mereka." sahut Gabrian.
"Ntar gua masih belum bisa bedain kalian. Yang mana Rian dan yang mana Riel?" tanya Frizy.
"Gampang, ntar tau sendiri." jawab Gabrian.
"Annyeonghaseyo!" teriak seorang wanita di pintu utama kediaman keluarga Altezz.
"Ersya!" panggil Alby. Ersya berlari memeluk kakak laki-lakinya itu dengan erat.
"How are you princess?" tanya Alby sambil mengelus lembut kepala adik kesayangannya itu.
"I'm very good prince!" jawab Ersya semangat. Alby melepaskan pelukannya dari Ersya dan menghampiri Kenzie.
"Tumbenan kalian ke sini? Twins G gak sekolah?" tanya Alby membantu Kenzie membawa barangnya di susul Arsen.
__ADS_1
"Iya Uncle, tumben ke sini." ucap Arsen ikut kepo.
"Twins G dapat kuota pertukaran pelajar ke sini." jawab Kenzie.
"Serius Uncle? Sekolah mana?" tanya Arsen.
"SMA Antariksa." jawab Kenzie.
"Sekolahnya Ervin, Felix sama Vara tuh." ucap Alby.
"Nah makanya Gabriel sama Gabrian langsung terima tanpa pikir panjang." ucap Kenzie.
"Wih bakalan rame lagi ni rumah." ucap Alby.
"Satu hal yang penting Om, Playstation Arsen bakalan di rebutin sama mereka berempat. Pasti Arsen gak bakalan bisa main. Apa lagi sekarang ada F4 di sini, makin gak kebagian main." keluh Arsen.
"Yaelah Sen, uang kamu kan banyak. Ntar rusak beli lagi." sahut Ersya.
"Dih, ngomong seenaknya aja Aunty." ucap Arsen menggelengkan kepalanya.
•••
"Oh jadi kalian dapat kesempatan ikut pertukaran pelajar ke SMA kita?" tanya Ervab. Twins G mengangguk serentak.
"Tapi, kenapa kelas 12? Seharusnya pertukaran pelajar kelas 10 atau kelas 11 kan?" tanya Felix.
"Ya mana kami tau, waktu dengar nama SMA kalian tanpa pikir panjang kami langsung terima." ucap Gabriel.
"Asikkk! Bakalan banyak kakak yang aku pamerin ke temen-temen aku. Oh ya, Hazel bakalan kesini juga." ucap Vara.
"Lu kok undang kacang hazelnut itu si. Ngeselin banget anaknya, pasti gua gak bisa tidur." kesal Frizy.
"Ih gak ngeselin ya, dia itu baik." bantah Vara.
"Baik darimana, kerjaan dia ngegas mulu." ucap Frizy.
"Apa? siapa?" tanya Gabrian.
"Itu si kacang Hazelnut anak baru di kelas Felisa." jawab Frizy.
"Serius namanya kacang Hazelnut?" tanya Gabrian.
"Namanya Hazel kak. Kak Frizy aja yang melebihkan. Saran dari Vara nih buat kak Rian sama kak Riel, jangan dekat-dekat sama kak Frizy. Kerjanya nyerocos mulu. Kak Fito sama kak Fardan aja kalen tuh. Kalau kak Felix mah kalem-kalem perhatian." ucap Vara memberikan tanda hati dengan tangannya kepada kakak kesayangannya itu, Felix.
"Buat bang Ervan, dia paling bisa diandelin." ucap Vara.
"Untuk Mas Arsenku, dia penyayang. Kalau kak Rian paling the best kalau abis olahraga, demagenya itu beh, tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Kalau kak Reil itu ganteng tapi waktu ngedance doang." ucap Vara.
"Bentar, ini bahas sikap atau bahas apa sih?" tanya Fito yang belum konek.
"Bahas masa depan." sahut Felix.
•••Bersambung...
__ADS_1
gimana part kali ini? kalau suka silahkan like dan komen yahh😁