F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 6 : Perasaan


__ADS_3

Setelah jam istirahat.....


Seperti biasa, Felix berkeliling setelah selesainya jam istirahat. Bersama Fardan, Felix berjalan menyusuri lorong SMA Antariksa. Felix ke lorong IPA dan Fardan ke lorong IPS.


Tadi pagi sebenarnya mereka juga berkeliling sebentar agar tidak ada yang berani bolos. Tapi karna ada twins G, Frizy dan Fito yang menggantikan mereka.


Felix berjalan pelan di lorong IPA. Setelah lorong IPA ia harus memeriksa kantin. Setelah itu baru ia masuk kelas.


Bugh!


Seseorang tak sengaja menabrak Felix. Orang itu membawa banyak buku sepertinya buku latihan. Mungkin ia keberatan membawa buku itu sehingga ia tidak melihat ke depan.


Felix berdiri dan membantunya merapikan buku-buku itu.


"Gak apa-apa?" tanya Felix.


"Maaf kak." ucap siswi itu merasa bersalah.


"Hazel? Ngapain bawa buku banyak gini? Kenapa gak suruh yang cowo aja?" tanya Felix.


"Yang cowo di suruh angkat peralatan olahraga kak." jawab Hazel. Felix memgambil setengah buku latihan itu dan tersenyum.


"Ayo kakak bantu, mau di bawa keruang guru kan?" tanya Felix. Hazel mengangguk. Felix dan Hazel jalan beriringan.


"Lain kali minta satu orang lagi bantuin kamu. Vara juga bisa, jangan bawa sendiri." ucap Felix.


Oh! Bagaimana ini? Kenapa dengan jantung Hazel yang tidak mau berdetak normal? Jujur saja, sejak pertama bertemu dengan Felix yang sangat baik hati ini, Hazel merasakan getaran yang berbeda di tubuhnya.


"Makasih kak." ucap Hazel. Felix mengangguk.


"Felix!" panggil Fardan. Felix dan Hazel berhenti dan sama-sama menoleh ke belakang.


"Eh Far, udah di chek semua?" tanya Felix.


"Udah, tadi juga gua sekalian lewat kantin. Btw, lu ngapain sama Hazel?" tanya Fardan.


"Dia bawa buku banyak, kayaknya dia kesusahan bawanya sampai nabrak gua. Jadi gua tolongin aja sekalian." jawab Felix. Fardan mengangguk.


"Gua tunggu di kelas ya." ucap Fardan. Felix mengangguk. Fardan pun pergi meninggalkan Felix dan Hazel.


"Ayo." ajak Felix. Hazel berjalan sambil menunduk.


"Jangan nunduk kalau jalan, ntar nabrak lagi." tegur Felix. Hazel langsung menegakkan pandangannya.

__ADS_1


Sumpah, Hazel lebih memilih bersama Felix dari pada bersama Frizy. Memang lebih muda Felix dari pada Frizy, tapi sikapnya lebih dewasa Felix. Pantas saja Felix menjadi leadernya.


Mereka pun sampai di ruang guru. Setelah meletakkan itu semua, Felix pamit kepada Hazel. Hazel pun mengucapkan terima kasih kepada Felix. Felix hanya membalasnya dengan senyum. Sungguh manis sekali senyum Felix itu. Apa lagi suara beratnya, sangat menggoda iman.


Plak!


Hazel memukul pelan pipi kanannya.


"Sadar Hazel, dia itu kakaknya Vara. Dia itu F4, gak bakalan bisa tergapai." gumam Hazel di perjalanan.


"T-tapi dia baik banget, mana ganteng lagi." gumam Hazel lagi.


•••


Sesampainya di kelas, Felix melihat teman-teman kelasnya sudah berganti pakaian dengan pakaian oleharaga, sepertinya kelas pelajaran sejarah sudah selesai.


Uh, untung lah pelajaran itu sudah selesai. Felix sangat membenci pelajaran itu, pelajaran sejarah itu membuatnya mengantuk di kelas. Ia harus berbicara kepada Fito dan Frizy untuk menukar jadwal keliling dengan mereka saja.


Felix pun mengambil baju olahraganya dan menggantinya. Hari ini mereka akan ambil nilai basket. Olahraga kesukaan Felix setelah bela diri dan futsal adalah Basket. Selain tingginta yang sangat berguna, Felix memang suka dengan basket.


Beberapa menit Felix bertukar seragam, akhirnya ia siap dan langsung ke lapangan sekolah karna teman-temannya sudah berbaris di sana.


Felix melihat kearah kelas di sampingnya. Sepertinta guru olahraga mereka tidak datang, jadi kelasnya di gabung dengan kelas Vara.


"Ya!" jawab mereka.


"Baiklah, yang cowo silahkan maju." ucap guru itu. Dua tim maju bersama.


F4 bersama Gabriel maju.


"Kamu anak pertukaran pelajar kan?" tanya guru olahraga.


"Iya pak." jawab Gabriel.


"Ambil nilai juga?" tanya guru olahraga itu.


"Maaf pak, Gabriel memang ambil jurusan olahraga di SMAnya di Australia." jawab Felix. Guru itu mengangguk mengerti.


Permainan basket itu punya 5 pemain. Hari ini adalah grup terakhir karna minggu lalu sudah grup pertama yang bermain.


Kelas Vara dan orang yang tidak bermain basket berkumpul untuk menonton itu. Bagaimana tidak menonton? Yang akan bertanding sekarang adalah anal F4 bersama Gabriel. Sungguh visual yang sangat membuat hati berdebar.


Prittt!

__ADS_1


Bola basket di lambungkan cukup tinggi oleh guru olahraga itu. Felix yang berada di depan melompat tinggi dan mengambil bola basket itu. Dengan postur tubuh mereka berlima yang tingginya diatas 180, mereka pasti menang dengan mudah.


•••


"Gila, kak Felix cakep bener." ucap siswi di kelas Vara.


"Felix itu cakepnya kelewatan banget." sahut siswi kelas Felix.


"Kalau Fardan mah ngademin." sahut temannya.


"Kalau Fito itu manis, Frizy itu kental banget sama aura bad boy." sahut siswi kelas Vara.


"Kak Gabriel gantengnya gak kalah sama F4." ucap mereka.


Hazel dan Vara yang mendengar itu semua hanya memutar malas bola mata mereka.


"Udah bosan liat kak Felix. Yang real wajahnya ngademin itu kak Ervan." ucap Vara.


"Tapi kak Felix gak cuman ganteng tapi lembut banget." gumam Hazel.


"Hah? Kamu bilang sesuatu?" tanya Vara.


"Hah? Apa? E-enggak kok." jawab Hazel.


"Ah, mosok?" goda Vara.


"Iya Isvara Altezzi." jawab Hazel.


"Menurut kamu kak Felix menang gak?" tanya Vara.


"Menang telak pasti. Lawannya aja kalah postur sama kak Felix." jawab Hazel.


"Kamu tau aja, F4 dan Bang Ervan itu pemain basket andalan SMA Antariksa. Kaptennya gak tentu, kadang kak Fardan, bisa juga kak Frizy atau kak Fito, kadang bang Ervan tapi paling sering kak Felix. Dia memang ketua osis, tapi dia bisa bagu waktu antara osis, pelajaran dan basket. Kak Felix bahkan tim futsal sekolah juga. Kak Felix selain banyak Skill, dia juga pintar banget dan baik." ucap Vara.


"Aku gak nanya sifat dan kelebihan kak Felix sama kamu." ucap Hazel.


"Aku cuman promosiin kak Felix. Dia selama 17 tahun belum pernah pacaran. Sedangkan bang Ervan udah pernah walau sekali, kak Fardan udah dua kali, kak Fito pernah sekali, kalau kak Frizy jangan di tanya. Dia buayanya." jawab Vara.


"Seriusan? Jomblo dari lahir?" tanya Hazel.


"Iya, banyak banget yang ngejar dia tapi di tolak semua. Selama 17 tahun dia hidup, aku belum pernah dengar dia suka sama seseorang. Biasanya kalau ada apa-apa dia pasti curhat sama bang Ervan dan mas Arsen. Apa lagi dia sama mas Arsen itu dekat banget karna mas Arsen yang ngasuh dia dari saat mama udah ga ada sampai sekarang." jawab Vara. Hazel semakin kaget mendengarnya. Ternyata seperti itu Felix di mata adiknya sendiri


•••Bersambung...

__ADS_1


Hayoo di dukung yaa novel author yang ini, kalau suka kasih like, komen dan vote yahh. Share juga kalau bisaa😘


__ADS_2