F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 32 : F4 Rapat


__ADS_3

"Felix!" panggil Frizy. Felix menoleh ke belakang. Ada Fito dan juga Fardan bersama Frizy.


"F4? Kenapa?" tanya Felix.


"Gawat!" ucap Fito.


"Kenapa?" tanya Felix heran.


"Kita ke ruang rapat sekarang." ucap Fardan. Felix dan yang lainnya setuju.


"Tolong antar Arsya dan adik saya ke ruangan saya." ucap Felix kepada seorang pegawai lalu pergi.


"Oh adiknya." bisik salah satu pegawai.


•••


Mereka berempat memasuki ruang rapat.


"Kenapa? Kenapa gak di ruangan gua aja?" tanya Felix.


"Ini ruangan kedap suara kan?" bukannya menjawab, Frizy malah kembali bertanya.


"Seharusnya kedap suara." jawab Felix.


"Bagus." ucap Frizy.


"Kok kalian aneh?" tanya Felix.


"Oke, lu baru masuk perusahaan jadi gak tau masalah perusahaan, sedangkan kami bertiga kuliah sambil kerja." ucap Fito.


"Iya-iya gua tau. Ini emng hari pertama gua masuk kerja. Terus kenapa?" tanya Felix.


"Lu tau kan musuh keluarga besar kayak kita itu banyak?" tanya Fito. Felix mengangguk.


"Lu tau siapa yang lu bawa tadi?" tanya Fardan.


"Arsya?" tanya Felix. Mereka bertiga memgangguk.


"Fanny Arsyana. Lu tau siapa ayahnya?" tanya Frizy.


"Papa udah bilang, kalau gak salah nama ayahnya itu Arkaiz Wardana." jawab Felix.


"Arsitek terkenal di Prancis dan dia berasal dari negara kita. Kebetulan kemarin dia kembali ke sini dengan membawa 2 anak perempuan dan 1 istri. Dia di kabarkan punya satu anak." ucap Frizy.


"Ya, Arsya bilang dia anak tunggal." ucap Felix.


"Lebih baik lu usir dia dari rumah. Dia bahaya." ucap Fardan to the poin.


"Kenapa?" tanya Felix.


"Felix lu kok jadi goblok? Keluarga Arkaiz Wardana itu banyak kontravensi. Awalnya istrinya kecelakaan, tapi hasil outopsi istrinya itu di bunuh. Lalu dia menyatakan mempunyai anak tunggal, nyatanya dia punya satu anak laki-laki kandung. Dan itu adalah kakak laki-laki dari Arsya. Sampai sekarang masih belum tau anak laki-lakinya itu dimana keberadaannya." jelas Fardan.


"Jika dia tau anak perempuannya ada di keluarga Altezza, bisa jadi perang." sahut Fito.


"Loh, kata Arsya ayahnya mendukung apa yang di katakan ibu tirinya kok." bantah Felix.

__ADS_1


"Aduh si goblok! Keluarga mereka itu pernah terlibat konflik keras sama 4 keluarga besar. Bisa jadi mereka ngirimin Arsya buat jadi mata-mata di keluarga Altezza." ucap Frizy.


"Felix, Arkaiz itu bukan sembarang arsitek. Memang pekerjaan utamanya itu arsitek, tapi pekerjaan sampingannya gak ada yang tau. Hawa di dekat dia aja udah ngeri. Kayak mau bunuh orang, persis kayak hawa lu sebelum lu pergi ke Australia." ucap Fito.


"Yap, ntah kenapa lu sekarang udah gak pintar lagi." ucap Frizy.


"Kalian tau informasi gini dari siapa?" tanya Felix.


"Intel." jawab Fardan.


"Lu kalau gini mending mundur jadi leader F4 deh Lix. Kita gak mau kena getahnya dari apa yang lu perbuat." ucap Fito.


Felix memandang Fito dengan tatapan mengerikan.


"Jadi lu mau jadi leadernya? Yaudah maju, asal lu tau jadi leader F4 bukan semudah yang kalian liat." ucap Felix dingin.


"Berarti sekarang nama grup kalian F3, jangan ikut-ikutin keluarga Altezza lagi." ucap Felix berdiri lalu meninggalkan mereka bertiga.


"Itu baru Felix." ucap mereka bertiga.


"Lu serius mau jadi leader F4?" tanya Frizy.


"Gua jadi deputy leadernya aja sulit." uncap Fardan.


"Ya engga lah. Lebih baik gua rebahan di rumah. Cuman Felix yang bisa jadi leader kita. Emang pikiran dia agak gila tapi di tau dan bisa mengendalikan kondisi. Lah gua? gua mah gak bisa mengendalikan kondisi." ucap Fito.


"Buktinya, tunangan Felix lu embat." ucap Frizy.


•••


Felix pun masuk ke dalam ruangannya. Ia melihat Arsya sedang berjalan keliling ruangannya sambil menggendong Kai.


Lihat apa dia? batin Felix.


"Arsya." panggil Felix. Arsya pun kaget lalu berbalik menghampiri Felix.


"Lihat apa?" tanya Felix mengambil alih Kai.


"Eung...itu.. aku lagi penasaran sama detail ruang kerja kamu. I-ini elegan banget." jawab Arsya. Felix mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Arsya heran.


Drttt...Drttt...


Felix menurunkan Kai dari gendongannya lalu mengangkat telfonya.


"Ya Van, kenapa?" tanya Felix.


"Lix lu pulang sekarang. Kediaman Altezza lagi kacau karna orang tua dari cewe yang lu bawa ngamuk." ucap Ervan.


"Orang tua Arsya?" tanya Felix sambil menatap tajam Arsya.


"Iya dia." jawab Ervan.


"Felix Arthur Altezza! go home now!" teriak Alby. Felix mematikan telfonnya lalu menggendong Kai dan menarik tangan Arsya.


"Jangan, aku mohon kak." ucap Arsya.

__ADS_1


"Dari pada keluarga saya hancur, lebih baik kamu saya pulangkan." ucap Felix. Felix berjalan cepat menuju parkiran sambil menarik Arsya.


"Kai, kamu ke rumah kak Vara dulu ya." ucap Felix.


"Othe!" jawab Kai. Felix pun masuk ke dalam mobilnya bersama Arsya dan Kai. Ia melajukan mobilnya menuju apartemen Dino. Ia tau Vara sudah mulai memindahkan barangnya karna jika memindahkannya sekaligus akan melelahkan.


Felix sampai dengan cepat, dan di depan gedung apartemen sudah ada Vara yang menunggu Kai.


"Kenapa di rumah kak?" tanya Vara.


"Nanti kakak jelasin Dek, sekarang kamu jaga Kai dulu ya." ucap Felix langsung tancap gas ke rumah keluarga Altezza.


Felix dengan cepat turun dari mobilnya bersama Arsya.


"Ini dia anak sialan! Berani banget kamu kabur!" ucap ibu tiri Arsya.


"Udah kabur, malah minta bantuan sama keluarga Altezza, memang ****** kamu!" teriak ibu tiri Arsya. Arsya mundur beberapa langkah dan bersembunyi di bahu lebar Felix.


"Sekotor apa dia sampai anda mengatakan dia ******?" tanya Felix. Anak-anak F4 yang baru datang dan mendengar pertanyaan Felix tadi sontak menepuk jidatnya.


"Hah! asal kamu tahu, keluarga Altezza ini bisa di ratakan oleh suami saya. Bukan hanya keluarga Altezza, bahkan keluarga Kivandra, Malik dan Wiston pun bisa ikut rata." ucap ibu tiri Arsya.


"Bu, tenang dulu. Ini Arsya nya udah kita balikin. Jangan langsung di ulti dong." ucap Frizy. Felix menoleh ke belakang dan menatap Frizy.


"Kalian takut sama dia?" tanya Felix. Fito membuka mulutnya tanpa suara untuk mengatakan 'lu diam!'


"Hm, Albyan Altezza. Kalau saya jadi kamu, saya sudsh mengusir anak kamu ini dan menghapus nama belakangnya." ucap ibu tiri Arsya.


"Itu juga yang mau saya lakukan." ucap Alby.


"Pa!" hentak Felix. Alby melempar sebuah tas kepada Felix.


"Semua semua aset kamu di sita. Dan jangan pernah ada di jakarta lagi." ucap Alby.


"Loh gak bisa Pa! Semua aset Felix itu Felix beli pake uang keringat Fekix sendiri! Papa bahkan gak pernah kasih Felix uang!" ucap Felix.


"Nama kamu sekarang adalah Felix Arthur. Tidak ada Altezza." ucap Alby.


Mendengar itu, Felix mengepalkan tangannya dan maju menghampiri Alby.


"Papa patuh sama wanita ini? Wanita ini? Bahkan yang punya kekuasaan itu suaminya bukan dia!" ucap Felix.


Kamu gak tau Felix. Papa begini demi keselamatan kamu. Papa gak mau kejadian mama kamu terulang sama kamu. batin Alby.


"Its oke untuk jadi orang biasa tanpa nama Altezza. Tapi lihat lah! Papa lakuin itu demi wanita yang gak tau asal usulnya dari mana! Waktu dengar nama Ayah dari Arsya, Papa biasa-biasa aja. Tapi kenapa sekarang Papa bisa-bisanya ngusir penerus dari keluarga Altezza! Felix tau masih ada Ervan atau bamg Arsen, tapi apa mereka tau bisnis? Its oke, memang agak kejam, tapi saat Felix lihat papa ngusir Felix tanpa berpikir ribuan kali, Fine Felix terima." ucap Felix berbalik dan mengambil tasnya yang berada di tanah.


"Dan untuk kalian, akhirnya Fito jadi leader kalian. Karna gak mungkin rakyat jelata kayak gua jadi leader kalian." ucap Felix berlari ke garasi dan membawa motornya, karna mobil yang ia pakai tadi adalah pemberian ayahnya, sedangkan motor itu ia beli sendiri.


Felix berhenti di samping Arsya.


"Jangan buat korban selanjutnya. Gua tau lu mau ngehancurin keluarga Altezza. Tapi ingat, selagi masih ada Felix Altezza, jangan mimpi bisa hancurin keluarga Altezza." ucap Felix lalu pergi.


•••Bersambung...


Akhirnya setelah berabad-abad bisa up juga. Sori yahh lama 🥺

__ADS_1


__ADS_2