F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 24 : Serius


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tugasnya dengan Ervan dan Nayra. Felix kembali ke keluarganya. Ia masih bingung kenapa Zahra tidak kunjung datang. Apa Zahra terlambat? Atau Zahra tidaj bisa datang? tapi kenapa? Selama ia di sini ia tak tau apa-apa, bahkan kabar Zahra pun ia tak dapat sejak ia putus kontak dengan Zahra. Setiap kali Felix menanyakan kabar Zahra kepada Vara, Vara selalu mengelak. Hal ini yang membuatnya semakin penasaran sebenarnya ada apa.


"Vara!" panggil Felix. Vara menoleh.


"Kenapa kak?" tanya Vara.


"Kakak serius, Zahra kemana? Jangan coba bohongin kakak. Fay aja datang, gak mungkin Zahra gak datang ke wisuda kakak." ucap Felix.


"Lix." panggil Fito. Felix menoleh, ia melihat Zahra di sana. Felix menghampiri Zahra.


"Zahra!" panggil Felix. Zahra memundurkan tubuhnya sambil menatap kebawah. Felix menatap heran melihat tingkah Zahra.


"Kenapa?" tanya Felix semakin mendekat. Fito pun menghalangi Felix dengan berdiri di depan Felix yang tingginya hanya berbeda 2 cm saja dari Felix.


"Kenapa?" tanya Felix lagi menatap Fito. Fito menggenggam tangan Zahra yang berada di belakangnya.


"Kalian?!" Felix yang menyadari itu pun terlihat emosi.


"Kalian pacaran?" tanya Felix berusaha menenangkan dirinya. Fito dengan tegas menggeleng.


"Orang tua Zahra akhirnya menjodohkan Zahra sama gua karna gak mau nungguin lu." jawab Fito.


"Alasan apa-apaan tuh?! Gua udah konfirmasi sama orang tua Zahra dan mereka setuju nunggu gua 3 tahun kok. Zahra juga mau kuliah, jadi biarkan dia kuliah dengan benar dan mengejar pendidikan serta cita-citanya. Orang tua macam apa mengorbankan pendidikan anaknya demi sebuah pernikahan yang di ladaskan bisnis?!" kesal Felix.


"Sabar dulu Felix. Gua ada penjelasan lain. Karna gua yang jagain Zahra, orang tua Zahra takut gua sama Zahra terjadi fitnah. Makanya orang tua Zahra mengambil keputusan itu." jelas Fito lagi.


"NGACO LU!" bentak Felix. Wajar Felix sekesal ini. Ia belajar keras agak lebih cepat lulus. Ia bahkan sering begadang agar cepat lulus. Apa ini balasannya? Ternyata perjuangan itu memang tidak mengkhianati hasil. Tapi perjuangan Gelix maksimal, hasilnya malah setengah dari usahanya.


"Kalau meninbulkan fitnah, orang tua Zahra kan bisa meminta Vara saja. Kenapa harus ada alasan ngaco gitu?" tanya Felix kesal.

__ADS_1


"Jadi selama ini, begadang gua, sakit gua, otak gua yang mau meledak, gua korbanin waktu buat main demi belajar semuanya hanya setengah berhasil? Saat gua dapat gelar cumlaude, kalian malah kasih hadiah ini? Good job Friend. You know? You are Fake Friend." ucap Felix.


"Felix, dengerin dulu!" ucap Fito.


FLASHBACK ON


"Apakah tidak apa-apa seperti ini?" tanya Zahra.


"Mau gimana lagi? Felix nyuruh aku jagain kamu. Kalau lecet aja bisa melayang nyawaku." jawab Fito.


"Maaf, bukan apa-apa. Saya takut menimbulkan fitnah saja. Orang tua saya sudah mewanti-wanti saya. Jika kak Felix tak kunjung pulang, saya akan di jodohkan dengan yang lain." ucap Zahra. Saat ini mereka tengah berada di perpustakaan. Tempatnya sangat tenang, cocok untuk Zahra dan Fito yang sebenarnya punya kepribadian yang tenang.


"Parah banget. Tapi biasanya Felix itu selalu menepati janji. Kalau dia bilang pulang dalam 3 tahun pasti ia akan pulang dalam 3 tahun, bahkan bisa lebih cepat." ucap Fito. Zahra mengangguk mengerti.


"Saya mau pulang dulu kak." pamit Zahra.


"Ayo bareng." ucap Fito.


"Ga apa, kamu di belakang aku di depan." ucap Fito. Zahra berpikir sebentar lalu mengangguk. Mereka pun pulang bersama.


Sesampainya di rumah Zahra, Zahra langsung buru-buru turun. Saat ia membuka pintu rumahnya, Zahra terkejut melihat kedua orang tuanya melipat kedau tangan mereka di depan dada.


"Abi, Umi." ucap Zahra kaget.


"Pulang sama Fito lagi? berduaan di mobil?" tanya Arya.


"Maaf bi." jawab Zahra sangat menyesal.


"Bawa Fito masuk, umi mau bicara." ucap Karin. Zahra mengangguk lalu kembali keluar. Tak berapa lama Fito masuk ke dalam rumah Zahra.

__ADS_1


"Ada apa Om?" tanya Fito.


"Kamu akan menikah dengan Zahra. Kami berdua sudah bertanya dengan kedua orang tua kamu dan mereka setuju." ucap Arya to the poin.


"Gak bisa gini Om. Zahra secara resmi tunangan Felix. Nanti apa respon Felix? Dia belajar susah payah biar cepat lulus tapi tunangannya malah diambil sama sahabatnya sendiri. Jujur aja om, Felix itu gak pernah belajar, tapi saat dengar ta tangan dari Papanya, dia langsung mati-matian belajar demi Zahra. Saya hanya di minta menjaga Zahra om. Saya gak mau persahabatan saya rusak hanya karna wanita." tolak Fito.


"Bagi saya, persahabatan saya lebih penting dari pada wanita. Saya rela menyerah demi kebahagiaan sahabat saya om. Jadi saya menolak keras apa yang om katakan barusan." ucap Fito.


"Tapi kalian terlalus sering berduaan, sering timbul fitnah antara kalian berdua. Untuk meredam fitnah itu kalian harus menikah." ucap Karin.


"Maaf Tan, bukannya ini warisan dari tante Flora ya? Tante Flora kan mau Felix nikah sama Zahra, bukan saya. Tante rela liat Felix yang anak piatu sakit hati? Dia rela gak pulang 3 tahun Tan, bayangin sekeras apa usahanya demi anak tante. Sebenarnya dia bisa aja langsung nikahin anak tante, tapi dia mikirin anak tante yang masih sekolah. Takut belum siap dengan tanggung jawabnya. Tapi ini balasan kalian berdua? Kejam." ucap Fito.


Drrrttt....Drrrrttt.....


Ponsel Fito bergetar lama, sepertinya ada yang menelfonnya. Fito pun menganggkatnya. Dan saat ia mendengar suara yang keluar dari seberanh sana, ia terkejut. Hatinya sakit, ia tak tahu harus bagaimana lagi.


FLASBACK OFF


"Gua di paksa sama papa mama Lix. Ancaman mereka bisa membuay gua bertekuk lutut." ucap Fito.


"Ancaman apa yang membuat seorang Fito Malik takut?" tanya Felix.


"Harta? Ck parah lu." ucap Felix lagi menduga-duga.


"Kalau harta warisan gua gak perlu. Gua masih punya F4. Masalah uang gak perduli. Tapi ini tentang kejadian 5 tahun lalu." ucap Fito.


"Gua kan udah bilang, bukan salah lu. Lu mau aja di ancam pakai itu? Yang tau bukti sebenarnya itu gua sama anak F4. Orang tua lu bahkan keluarga lu gak ada yang tau tolol!" kesal Felix.


"Ck! lagian udah terjadi. Terserah kalian dah! Gua ngincar Fay malah diambil Fardan. Ya gua its oke karna gua sadar status dan gua juga gak terlalu pintar agama.Tapi saat gua dapat Zahra dan merasa cocok, di situlah sahabat gua masuk lagi dan mengambil wanita incaran gua. Gua cuman gak mau persahabatan kita rusak hanya karna wanita, tapi kenapa gua mulu yang kena?" tanya Felix heran.

__ADS_1


"Salah gua sama kalian apa?" tanya Felix lagi.


•••Bersambung..


__ADS_2