F4 : Love Proposal

F4 : Love Proposal
BAB 7 : Air Minum


__ADS_3

Ambil nilai basket pun selesai dan di menangkan oleh F4 dan Gabriel. Skill Gabriel dalam bermain basket tak kalah dengan skill F4. Gabriel sangat cepat berinteraksi dengan cara bermain F4.


"Kak Felix." panggil Hazel. Felix menoleh ke samping dan terllihatlah tubuh pendek nan kecil Hazel.


"Ada apa?" tanya Felix.


"Ini minum buat kakak, sekalian ucapan terima kasih karna udah di bantuin tadi." jawab Hazel. Felix mengangguk dan mengambil air mineral itu. Belum sempat Felix membukanya, Frizy mengambilnya.


"Minta Fel, gua haus banget." Frizy meminum itu dengan serakah bahkan menghabiskan setengah botol


"FRIZY!" teriak Hazel kesal.


Uhuk! Uhuk!


Frizy yang kaget pun tersedak.


"Apaan sih Kacang Hazelnut. Gua lagi minum lo panggil gua treak-treak. Gua di sini, gak perlu teriak! Gua gak tuli kali!" kesal Frizy.


"Itu minum buat kak Felix, kenapa lo yang ngabisin sih Fizi!" jawab Hazel tak kalah kesal. Hazel lebih memilih Frizy kembali ke kartun si kembar botak itu.


"Ya kan gua udah minta tadi. Felix juga gak masalah kok." ucap Frizy.


"Frizy, itu minum buat gua. Gua belum izinin lu minum kan?" tanya Felix


"Kirain di bolehin tadi." jawab Frizy.


"Gua diam bukan berarti boleh. Lain kali izin dulu sebelum mengambil sesuatu yang bukan punya lu." ucap Felix. Hazel menatap Frizy dengan tatapan tajam. Hazel sangat kesal dengan Frizy.


"Kak!" panggil Vara. Felix melihat Vara memegang botol minumnya. Felix sangat haus sekali tapi semua air minum yang di berikan Hazel di habiskan oleh Frizy. Felix pun mengambil botol minum bekas Vara dan meminumnya.


"Ih kak Felix! Itu botol minum Vara. Vara udah gak punya air minum lagi." kesal Vara.


"Lah, bukannya tadi mau kasih kakak minum?" tanya Felix.


"Ya enggak lah, aku manggil karna kakak di cariin tuh sama kak Fardan!" kesal Vara.


"Hehe, maafin kakak yang princess. Kamu ke kelas kakak aja. Ambil botol minum kakak, masih penuh belum kakak minum." ucap Felix sambil mengelus rambut Vara lembut.


"Gak mau, kelas kakak di blok IPS, jauh!" jawab Vara.


"Yaudah kakak siapin dulu urusan sama Fardan. Nanti airnya kakak antar ke kelas kamu." ucap Felix


"Beli di kantin aja deh kak." ucap Vara.


"Kantin tutup sayang, sebentar ya. Kakak ambil botol minum sekarang aja." ucap Felix berlari menuju kelasnya.

__ADS_1


Hazel sangat iri dengan Vara yang mendapatkan perilaku sangat lembut dari Felix. Felix membuat Vara seperti mutiara di dasar laut yang harus di jaga. Orang yang tak segan menukar nyawanya dengan Vara pun banyak. Ada Arsen, Ervan, Fardan, Fito, Frizy, Gabrian, Gabriel dan Felix. Jangan lupakan Alby, ayah Vara dan Felix.


Felix kembali dengan cepat lalu membawa botol minum berwarna biru-hitam ke hadapan Vara. Vara tersenyum dan langsung mengambil botol air minum besar kakaknya itu. Vara memberikan botol kosong berwarna peach kepada kakaknya. Felix memegang botol minum itu dengan senang hati.


"Udah?" tanya Felix saat melihat botol air minumnya itu tak lagi terisi penuh. Vara mengangguk dan mengembalikan botol minum Felix begitu pun sebaliknya.


"Ntar pulang sama kakak ya. Ervan ada latihan buat olimpiade gitu katanya." ucap Felix.


"Kakak bukannya mau rapat osis?" tanya Vara.


"Bentar doang kok. Fardan bisa ngehandle kalau kakak gak datang." ucap Felix.


"No-No. Ini detik-detik masa pelepasan jabatan kakak." ucap Vara.


"Yaudah kamu tunggu sebentar aja ya." ucap Felix. Felix menatap Hazel yang sedari tadi termenung.


"Hazel, pulang sama siapa?" tanya Felix.


"Jalan kaki kak." jawab Hazel.


"Kamu sama Vara tungguin kakak aja. Nanti kamu pulang bareng Fardan aja." ucap Felix.


"Atau kalau mau sama Frizy juga gak apa." ucap Felix lagi. Hazel menggeleng kuat.


"Aku lebih milih kak Fardan atau kak Fito dari pada sama Frizy. Yang ada darah aku naik terus kalau sama orang kayak Frizy!" Hazel sangat kesal ketika mengingat Frizy.


"I-iya sih kak. Tapi amit-amit ah sama Frizy." jawab Hazel. Felix dan Vara terkekeh. Rupanya masih ada cewe yang gak suka sama Frizy.


"Yaudah nanti dianterin sama Fardan." ucap Felix.


"Kenapa gak sama kakak aja?" tanya Hazel keceplosan. Vara mengerutkan keningnya melihat Hazel.


"Kakak kan nganter Vara. Kalau Fardan yang nganter Vara pulang, bisa-bisa besok kakak tinggal nama doang karna di gebukin 6 orang sekaligus. Plus ceramah tante Ersya." eluh Felix sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak dulu deh, belum nikah saya mah." ucap Felix lagi.


"Yaudah, kami masuk kelas dulu ya kak." pamit Vara. Felix mengangguk. Vara dan Hazel pun masuk ke kelas.


Felix berbalik dan tak sengaja melihat seorang siswi memegang kepalanya lalu berjalan oleng. Saat ingin pingsan, dengan sigap Felix menahannya dan menggendongnya ala bridal style.


"Fardan! Frizy! Fito! Gabriel!" panggil Felix sambil berlari ke UKS. Mendengar nama mereka di panggil Felix, mereka pun menghampiri Felix yang berada di UKS.


"Kenapa Fel?" tanya Fardan.


"Tadi dia pingsan." jawab Felix. Dokter bersama anak PMR pun memeriksa siswi itu.

__ADS_1


"Wah, anemianya kambuh nih." ucap dokter di UKS itu.


"Dia mengalami Anemia?" tanya Felix. Dokter itu pun mengangguk.


"Berarti dia gak bakalan ingat keluarganya dong?" tanya Gabriel.


"Itu Amnesia Gabriel, ini anemia. Anemia itu penyakit kekurangan darah merah. Beda lagi kalau leukimia yang merupakan kanker darah yang di mana sel darah putih bukannya melindungi sel darah merah, tapi malah menyakitinya." jelas Felix.


"Fel, lu anak ips apa anak ipa?" tanya Fito.


"Gua multitalent." jawab Felix. Fito dan Fardan menggeleng.


"Gak heran sih, julukannya Smart Boy." puji Fardan. Felix berdecak malas, ia paling malas dengan orang yang memujinya.


Tak lama siswi itu pun terbangun dari pingsannya. Siswi itu mematap Felix dan keempat temannya. Ia bangun dari duduknya.


"Are you oke?" tanya Fardan. Siswi itu mengangguk.


"Kamu lupa minum obat penambah darah ya?" tanya Dokter. Siswi itu hanya tersenyum dengan bibir pucatnya.


"Lain kali kalau tau ada anemia, jangan kelelahan." ucap Felix.


"Terima kasih." jawab siswi itu.


"Nanti pulang sama siapa?" tanya Felix.


"Naik ojek." jawab siswi itu.


"No, aku anter aja." ucap Felix.


"Vara?" tanya Gabriel.


"Ervan gak jadi latihan olimpiade. Jadi nanti Vara sama Ervan. Fardan, gua titip Hazel. Kasian dia pulang jalan kaki." ucap Felix.


"Maaf Fel, pulang sekolah gua mau nemenin mama gua ke Mall. Kalau Fito mau bantu ayahnya di perusahaan." ucap Fardan mengedipkan matanya kearah Felix. Felix yang mengerti kode tersebut pun mengangguk lalu tersenyum.


"Zy anterin Hazel ya. Kasian tuh dia pulang jalan kaki." ucap Felix.


"Ya bodo amat. Emang gua tukang ojek?" tanya Frizy.


"Zy, seengaknya kalau ada yang minta tolong di usahain bisa. Lagian kalau nolong orang dapat pahala kan?" tanya Fardan. Frizy berdecak kesal. Ia harus menahan amarah dan emosinya lagi jika ia mengantar Hazel pulang. Kacang Hazelnut satu itu membuat darahnya naik, sangat menyebalkan.


"Iya-iya. Sewot banget lu pada." kesal Frizy.


•••Bersambung...

__ADS_1


Maaf jika banyak typo nih, nanti author akan revisi kembali setelah novelnya taman yaa😄😄


__ADS_2