
kanzha mencari tau tentang faz. dari anak kelas tiga zha tau kalo fas anak 12 ipa 1.satu kelas dengan alex dan satria. dengan di temani rima dan candi zha berniat mendatangi kelas faz untuk mengucapkan trimakasih tapi dia takut ketemu alex. takut di sakiti lagi tapi dia juga tidak mau menunda mengucapkan trimkasih.
" jangan kekelasnya deh zha....!" cindi hawatir.
"iya zha... kita tunggu di bawah saja... pasti dia bakal turun kan" kata rima.
"kamu bener rim...." kanzha juga kawatir takut ketemu alex lagi.
" ya sudah duduk yuk ..." ajak rima.
tiga cewek itu duduk di bangku yang di siapkan untuk istrahat. kebetulan ada yang kosong di bawah pohon jadi rindang tidak terasa panas sama sekali.
tiba tiba dari arah tangga satria muncul. dia sendiri an mau menyusul faz yang sudah keluar dari tadi .satria telat turun karena masih menyelesaikan catatan faz.
" eh.... zha. itu kak satria tuh..." rima melihat satria dari arah tangga.
" mana. ..?"zha berpaling arah tangan rima menunjuk.
"tapi kok sendirian ya... di mana kak faz" cindi bertanya tanya.
"mending aku tanyain deh.." zha berdiri.
zha berdiri mendekati satria. walo rasanya zha engan interaksi dengan lain jenis. tapi zha sudah kenal satria karena tau cowok itu anak pesantren juga.
"akhi satria...." pangil zha
" eh.... uhti kanzha ada apa?" satria menjawabi.
" anu mau tanya... emm..?"zha ragu
" cari fazha ya....?" tebak satria benar.
"eeh ..iya... mau bilang trimakasih tadi sudah nolongin... tapi di mana ya faz nya." zha mulai gugup bicara dengan menundukkan kepalanya.
" emm ni cewek pangil gue akhi tapi sebut faz nama saja... apa jangan jangan dia belum tau siapa faz lagi" pikir satria mendengar zha memangil faz dengan nama saja.
__ADS_1
"emmm ... faz tadi agak luka dikit... setelah dari uks kini dia lagi di mushola deh...." sekalian satria nengerjai.
"luka...." zha kaget. ada kekhawatiran di wajahnya.
"tapi tak apa apa kan...." zha mulai panik.
" ya.. kamu lihat aja nanti keadaannya. .. aku juga mau ke mushola kok" ajak satria sambil senyum miring.
"ya udah... kita ikut ya....!" zha terburu buru.
" ayo...." ajak satria.
sepanjang jalan kehadiran mereka menarik perhatian. saling bisik bisik menatap sang idola grils jalan sama si cowok cupu. pemandangan yang aneh.
sedangkan zha tidak perduli nampak ada kekhawatiran di wajah nya . dia hawatir saat satria bilang faz luka luka. karena Alex tadi pagi.
mereka pun sampai di mushola . tampak lengang sepi karna jarang anak anak mau dzuha. nanti kalo Zuhur lumayan rame hampir tak muat.
" kalian mau sholat dak.... aku mau wudzu sekian aku pangilin faz" kata satria
" gue lag ngak deh....." rima lag pms dan cindi ikut mengangguk
" iya...."
satria dan zha wudzu di tempat berbeda. masuk dati pintu beda. zha dari samping sedang satria dari pintu depan. di dalm cuma ada faz yang masih nampak solat dengan sangat khusuk banget.
Setelah sholat faz keluar satria langsung menyusul dan bilang ada yang nunggu mau bertemu. faz penasaran karena satria tan bilang lebih mengenai siapa yang menunggunya. saat keluar hanya ada rina dan cindi.
" mereka kan temen cewek pagi tadi?" pikir faz melihat cindi dan rima. duduk di tangga mushola
"assalamualaikum. ..." salam zha yang baru keluar
" waalikum salam. .." jawab faz dengan senyum manisnya.
melihat itu zha merasa aneh dan gugup dengan cepat menundukkan kepala.
__ADS_1
"nih... uhti... fazanya udah nunguin...." kata satria.
"mau ketemu sama saya....?" tanta faz
" eh... iya kak.... mau ngucapin trimakasih sudah menolong zha" kata zha terbata karena gugup
(maklom di depan cowok ganteng siapa yang nggak dak dik duk)
"sama sama uhti sesama muslim... kita mesti saling bantu kan" jawab faz bijak.
" apa ada yang luka kak... kata akhi satria tadi kakak ke uks" zha hawatir takut ada apa apa pada faz
" oh... cuma luka kecil. .. nggak apa apa kok." faz tau satria lagi ngerjain zha. di ngikut saja padahal tidak apa apa.
"kak untuk seterusnya jauhin alex ya.... jangan hiraukan dia!" pinta zha.
"semua tidak ada hubunganya dengan mu zha... aku juga tak tau kenapa alex begitu benci sama aku" pikir faz melihat wajah tertunduk itu faz jadi iba. menatap kanzha.
" iya...."
" apa kak perlu berobat kerumasakit..." zha mengangkat wajahnya sedikit
" nggak... ngak usah... kamu juga jaga diri ya..." pesan faz
" ya sudah kita balik ke kelas dulu ya.."zha pamit.
"iya...."
"sekali lagi trimakasih ya kak...." zha berbalik dan senyum manis dan ramah.
faz menganguk tersenyum . melihat 3 cewek itu mulai pergi menjauh. lalu melirik tajam dengan dahi berkerut penuh amarah pada satria. satria takut sudah merasa di intimidasi faz.
siap siap ya... satria.....
.
__ADS_1
.
.