FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Tragedi....6 PENYERANGAN dan SIASAT


__ADS_3

AmR Crop dan Bala Dewa Corporaide mendapat serangga beberapa hari ini. semakin lama semakin gencar hingga memengaruhi harga saham dan pendapatan. alex sudah menyelidiki ternyata semua ini karena ulah dari Reza. bukan alex lagi yang ai serang tapi orang orang terdekat alex. tapi reza punya misi terselubung pada perusahaan tuan amar yang di serang bertubi tubi hingga kalang kabut.


baru kali ini tuan amar di buat tiada berdaya mengurus perusahaan. reza benar benar kurang 4jar. mendengar semua ini alex jadi naik pitam dan marah. segara dia datang ke tempat papa amar untuk mengetahui masalahnya.


"Reza benar benar kurang 4jar....." umpat papa amar kesal sudah di permainkan anak ingusan macam reza alvaro.


"dia sudah mengobrak abrik semuanya...." tuan han juga kesal. Dia ayah dari maikel sahabat faz tapi mereka tidak saling mengetahui hubungan unik yang terjalin.


"bagaimana sekarang?" tanya papa amar menatap alex setelah emosi nya mereda.


"alex.... akan menemui nya" ide alex pasti.


"jangan. ... kamu bisa dalam bahaya" cegah tuan han . bagaimana pun alex adalah putra sahabatnya saat kuliah aldo.


"yang dia incar adalah alex.... jadi tidak akan alex Biarkan dia menyakiti orang. orang yang alex sayang lagi. ...." alex sudah tidak bisa di cegah dia sendiri sudah begitu naik pitam mendengar kabar ini. kini saatnya dia bersiasat untuk mendekati reza agar tahu apa rencana reza.


"apa rencana mu?" tanya papa amar penasaran melihat mimik wajah alex yang berubah serius seperti memikirkan sesuatu.


"alex akan menemui nya... dan tau tujuannya dulu baru kita buat rencana" ungkap alex optimis.


"baiklah anak muda. ... kita lihat apa yang bisa kamu lakukan" papa amar setuju. Dia melihat kilatan emosi di wajahnya alex.


"baik alex permisi. ..." alex pamit dan beranjak dari kantor AmR Crop setelah salam.


"anak itu punya otak yang cerdas. . kita lihat saja bagaimana dia menggunakan otak licik dan brilian nya untuk membatu kita" puji papa amar.


"aku jadi ingat aldo. ... Alexander cerminan nyata dari aldo.... untung anak itu ada di tangan orang sepeti kysi alwi.... jadi sedikit banyak nya akan dia lakukan di kehidupan sehari hari. " cerita tuan handoko.


"kau benar han...." papa amar membenarkan.


alex pamit segera menuju ke perusahaan reza untuk mengetahui apa rencana reza sebenarnya. dengan penuh amarah alex mendatangi reza. dengan senang hati reza menyambut sepupunya dengan senang hati. sedari tadi alex sudah menjaga emosi agar tidak mengebu gebu.


reza begitu senang mendapat kunjungan dari sepupunya. sejak orang tua elex meninggal ini kali pertama mereka bertemu karena reza baru kembali dari Italia.


reza berusaha untuk mendekat dan memeluk alex. dengan sabar alex meladeni musuh musuhnya. membalas dengan basa basi dan berusaha tegar dan tersenyum ramah.


"Alexander. ... Alexander. ... apa yang membuat mu datang?" reza mempersilakan alex duduk di sofa ruangan nya.


"apa aku tidak boleh menemui kakak sepupu ku sendiri" beo alex santai tanpa beban apa pun.


"ha.... ha .. ha...."

__ADS_1


"kamu masih menganggap ku ternyata?" tanya reza ingin memastikan.


"hubungan darah tidak bisa di pungkiri reza" alex membuka kancing jasnya agar sedikit lebih nyaman.


"haa.... ha... ha... benar benar kau sudah berubah" puji reza melihat sikap tenang alex yang biasanya tempramen.


"berubah.... aku tidak berubah sama sekali. ... kamu yang sudah berubah.... melupakan hubungan kita" alex menguji emosi reza.


"aku memang egois alex.... dari dulu kamu tau itu" reza tersentil dengan ungkapan alex.


mereka terdiam cukup lama. saling menatap penuh rasa penasaran dan rasa curiga. alex berhasil menyembunyikan rasa marah dan tampak sangat santai. reza melihat gelagat alex yang sangat biasa jadi bingung. bukankah seharus nya alex marah dan mengamuk pada reza. tapi ekspresi alex sangat datar dan dingin.


saat sekretarisnya melapor tentang kedatangan kedatangan alex. reza sudah bersiap siap mendapat minimal pukulan dan tendangan dari sang sepupu. tapi kini ekspresi alex sulit di artikan sama sekali.


"reza.... sebenarnya siapa musuhmu?" tanya alex serius menatap reza tajam dan dingin


"aku tidak punya" jawab reza sedikit bergetar.


"lalu kenapa kamu menyerang perusahaan tuan amar dan tuan handoko. ... bukanya bisa secara langsung kamu bisa menghabisi ku.... aku tidak akan menghindar lagi. " pertama alex pas tepat sasaran.


reza tetohok kaget. alex melihat itu dengan sungguh sungguh kalau reza sedang gelisah dan berusaha menutupinya dari pantauan alex.


"ha.... ha. .. ha...." reza tertawa untuk menghilangkan kegugupan dari alex tapi tidak berhasil.


"jangan pura pura reza.... apa ini karena kanzha?" tebak alex asal tapi tepat pada niat buruk reza yang dia simpan selama ini.


"kau tahu?" secara tidak sadar reza mengakui nya.


"dari watakmu sudah terlihat jelas kalau kamu menginginkan gadis itu" alex tersenyum miring melihat kepanikan di wajah reza.


"ah.... si4l.... kenapa aku malah mengakui semua di depan alex. ... aku belum tahu niatnya datang kenapa malah aku yang terjebak dalam permainan ku sendiri" pikir reza panik dan bingung dia merasa di intimidasi oleh alex.


"kamu benar benar tau aku lex.... ha... ha. .. ha... apa jangan jangan kau mau berebut kanzha dengan ku?" reza terus berusaha menghilangkan kegrogian.


"ambil saja. .. kanzha bukan selera ku !" titah alex tanpa ragu.


"untuk apa aku berebut kanzha.... kalau aku punya yang lebih istimewa sepeti zora" pikir alex tersenyum ramah menatap sang sepupu.


"sepengethuan ku... kamu salah taktik. ... kalau melakukan penyerangan ini kau hanya akan dibenci kanzha.... hentikan saja reza!" alex mengingatkan reza.


"kamu bilang tak ingin kanzha.... tapi minta aku mundur! kamu permainkan ku ya Leex?" reza masih belum percaya.

__ADS_1


"aku jujur sudah tak mengharap kanzha.... tapi kamu pasti ingin menikmati hidup selamnya dengan nya kan? apa kamu mau memikul kebencian selamanya?" alex meyakinkan sepenuhnya.


"kamu benar!.... lalu langkah selanjutnya?" reza minta solusi.


"datang baik baik dan pinang dengan serius" ide alex.


"akan aku coba....." reza setuju.


"aku pulang dulu. ..aku cuma mau lihat keadaan mu saja" pamit alex setelah tau semuanya.


"kamu tidak marah?" tanya reza khawatir alex membalas dendam.


"marah untuk apa. .. bisnis is bisnis.... kalau kamu ada niat yang lain itu urusan mu" alex menenangkan.


"sering sering lah datang" pinta reza.


reza merasa ada yang aneh dari alex. tapi apa? dia tidak bisa menebak sama sekali. sedang alex sudah menyampaikan berbagai penangkal untuk menghentikan reza.


"bagaimana bos?" tannya satria yang dari tadi menunggu di mabil.


"kita tunggu apa yang akan di lakukan reza" jawab alex datar.


"baik bos kita kemana....?" satria bertanya.


"makam...." jawab alex.


"siap"


satria melaju menuju tempat yang di inginkan alex. dia sejak kembali belum berziarah ke tempat mama papa nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2