FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
AMANAT ORANG TUA ALEX


__ADS_3

faz dan yang lain sampai di rumah sakit. kanzha jalan di belakang para ihwan agar tidak menghambat mereka karena langkah nya yang pendek.


Seorang pria berjas nampak ngobrol dengan abi . seperti membicarakan hal yang sangat penting karena mimik wajah mereka yang sangat serius. di taman remah sakit. faz tertarik untuk ikut bergabung dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"rio satria ajak kanzha ke kamar rawat Alex" perintah faz


"baik gus...." satria setuju


"kami duluan gus. ..." pamit rio.


ketiganya berlalu meninggalkan faz yang datang menghampiri abi dan pria asing yang ternyata asisten keluarga Alex.


"assalamualaikum" salam faz


"waalaikumsalam nak.... kamu sudah datang" abi menerima saliman sang putra


"bagai mana keadaan alex?" tanya faz


"membaik.... pak anton ini fazha putra saya" jawab abi dan memperkenalkam faz pada seorang pria asing.


"faz.... ini asisten keluarga alex namanya pak anton" abi menunjuk


"anton." pak anton menyodorkan tangan


"fazha......" menyambut ramah.


"bagaimana kabar dari orangtua alex" tanya faz langsung tanpa basa basi.


"keluarga besar sudah mengurus semua... masalahnya adalah tuan muda" pak.anton berat mau bicara mulai dari mana.


"kenapa dengan alex?" tanya faz penasaran


"keselamatannya dalam bahaya nak" jujur abi faz menatap nanar.


"beberapa anggota keluarga mengincar warisan dan kemungkinan akan ada pertarungan berdarah lagi" tambah pak anto saat melihat kedewasaan faz dia percaya pada anak muda itu.


"dan alex adalah targetnya" lanjut abi.


"tuan aldo ayah tuan muda beberapa bulan lalu mendapat ancaman dan sampai sekarang belom jelas dari sispa?... dan 2 minggu lalu tiba tiba tuan faro kakak tuan aldo muncul anak yang bertahun tahun di buang kini telah kembali" cerita pak anton.

__ADS_1


"apa tuan faro memiliki putra bernsma reza om?" tanya faz cekatan.


"iya... dari mana nak fazha tau?" anton kaget.


" benerpa hari lalu sebelom abi menemukan alex pinhsan ada anak baru yang seumur an dengan kami nama reza dan alex bilang itu sepupu saat rio saya tanya dia juga tidak begitu kenal dengan reza" ganti faz bercerita.


" ya... karena selama ini mereka tinggal di london...." pak anton menjelaskan


"lalu untuk langkah selanjutnya om?" pria itu tercengang.


"amanat dari tuan adalah untuk menjaga tuan muda. tidak peduli harta benda yang penting alex Selamat" ucap pria itu menggebu gebu.


"bagaimana ini bi?" faz memerlukan petunjuk


"abi mengusulkan untuk sementara alex kita sembunyikan di pesantren sampai kondisi membaik" jawab abi


"baik... kalo begitu faz akan buat tim" ide faz


"anak pintar"


"untuk sementara om jangan menemui alex.... biar kami yang menjaga san ini no faz kalo ada apa kita bisa berhhu" pintu faz sabil memberikan no wa.


obrolan serius itu berhenti. pak anton segera pergi abi dan faz menuju kamar rawat alex.


pemuda itu nampak sedih penuh tangis. saat sakit keluarga tidak tau. dan kini mesti kehilangan orang tua sekaligus. kanzha yang melihat keadaan pemuda yang biasanya brutal itu kini nampak lemah tak berdaya.


rio dari tadi menghibur tidak berguna. alex malah nampak sangat emosi rio yang pernah merasakan kehilangan tidak bisa memberi nasihat.


abi membiarkan emosi alex meluap dengan begitu dia akan merasa lega. tapi tangisan tanpa suara itu makin menyakitkan.


"ya menangislah terus sakiti diri mu sendiri biarkan kepergian papa mamamu jadikan sia sia..... dengan begitu musuh mu akan tertawa bangga sudah menghancurkan keluarga aldo wibowo" seranh faz terang terangan.


"kau tidak tau apa apa faz" triak alex kesal masih memendam tangis.


"ya aku memang tidak tau rasa sakit mu rasa sedih mu tapi berbagilah ceritakan jangan jadi sok kuat sok berkuasa kalo sebenarnya di balik itu kau lemah... kau munafik alex" xeexa5 faz lagi dengan kata kata lebih kasar dan menyakitkan.


"faz tutup mulutmu....!" teriak alex kesal.


"kau lemah. .. kau bodoh.... tidak bisa membedakan siapa yang sudah jadi pengkhianat dasar lemah" lanjut faz

__ADS_1


"aku tidak lemah.... " alex mulai melunak.


"kemari.... alex" faz merentangkan ke dua tangan alex menghambur memeluknya.


"aku tidak lemah faz..... aku hanya takut dan kini ketakutan ku telah terjadi" kini alex menangis tersedu sedu dengan keras.


"tenang lex... aku rio kini bersama mu.... kami akan mendukung mu...." gkara faz bijak


"faz.... maafkan aku.... sekarang aku tau begini lah rasa kehilangan rasa pengkhianatan" alex mencurahkan isi hatinya yang sakit.


"aku tidak menghianatimu alex.... tidak" rio ikut mendekat memberi dukungan.


"kau merebut kanzah" beo alex.


"siapa yang merebut siapa?"tanya kanzha pelan


"kalo kanzha memilih faz aku lebih ikhlas dari pada dengan mu" protes alex.


"hei apa maksud mu.... kami sepupu tidak mungkin menikah karena almarhum ayahku dan ayah kanzha adalah saudara ikatan kami bak saudara kandung" urai rio. alex diam tak percaya.


"benarkah?" alex lega dia, tidak kehilangan harapan.


"iya kak alex. ... kami sepupu" zha membenarkan.


"sedang kan gus faz. ... sudah punya tunangan" satria melanjutkan jadwal.


"satria. ..." faz melotot pada faz


"gadis itu. ... kanzha tau" rio memberi tau.


"kanzha...."


"kamu tidak bilang sama teman mu faz?" tanya umi naf yang dari tadi diam.


"abi dan umi yang larang kan. ... lagi pula kami masih sekolah belom memikirkan hal itu" jawab faz santai.


merebutkan kanzha membuat alex sedikit tenang . kehilangan memang menyakitkan sekali. tapi kini alex seakan punya keluarga baru.


..

__ADS_1


.


__ADS_2