
sekarang mereka sedang di kamar perawatan alex. sedang diskusi masalah penyelamatan alex. Bagaimana cara menjaga keselamatan pemuda itu. dan dimana lagi tempat yang aman untuk sembunyi.
"bagainmana sekarang sudah jelas kalau alex sudah di temukan sekarang?" tanya rio merasa hawatir dengan sahabat nya yang baru mengalami hal buruk.
"kita harus bertindak" Kata abi hawatir. pria berhati lembut itu tidak bisa menahan keresahan dan kekhawatiran.
"untuk sementara biar ku bawa alex ke Jepara" ide ayah alim memberi saran untuk menampung alex selama dalam masa persembunyian semua demi keselamatan alex.
"tapi bi....." alex menatap abi alwi ragu dan khawatir.
"kamu butuh perlindungan dan penjagaan lex... setelah pulih kamu teruskan kulaiahmu " abi berkata bijak menepuk pundak sang putra angkat.
"menurut lah.... Kalau kamu tetap di jakarta akan menambah resiko" fazha meyakinkan alex untuk menurut dan tidak memberontak.
"baiklah. ...." alex setuju.
"saat kau pergi. ... aku satria dan yang lain pasti di selidiki.... lebih baik kamu sembunyi dan menyingkir yang jauh dari jangkauan mereka" bujuk rio yang sudah bisa menebak siapa pelaku dari insiden ini.
"rio benar lex.... kamu pasti di lkuti dari saat masih di arena. ... saat ini hanya aku yang aman. tidak ada yang mencurigaiku karena dulu kita musuh maka aku sendiri yang akan dampingi sampai ke Jepara" kata fazha menawarkan diri untuk mengantar ke Jepara.
"lalu zora?" tanya alex ragu dan memikirkan tentang sang ning zora yang kini tergolek lemah dan terluka parah.
"setelah sembuh abi akan kirim dia ke Jombang untuk nyantri.... dan kalian boleh ketemu setelah lulus dan dewasa" ucap abi menjelaskan. nampak ada kegelisahan di wajah alex.
"baik.... abi alex nurut apa kata abi" alex tertunduk lesu mengingat dia harus terpisah dengan zora dalam waktu yang sangat lama.
"anak pintar" abi mengelus kepala alex penuh sayang. abi alwi sama sayang nya seperti pada anak sendiri.
"yang pintar itu antum kyai" puji ayah amar yang dari tadi cuma diam melihat semua adegan kehangatan di ruangan itu.
"kok bisa....." tanya abi alwi pura pura tidak faham.
"pintar cari calon mantu. ... anak ini akan tumbuh jadi pria yang kuat dan licik tapi pintar" puji papa amar dan mereka tertawa mendengar komentar dari papa amar itu.
"kau bisa menilainya?" tanya ayah alim menatap penuh tanya pada papa amar. lalu menatap alex degan seksama tanpa berpaling.
__ADS_1
"dari pandangan dingin dari anak ini.... dia akan jadi orang besar kelak'' nilai papa amar pada alex yang memang terkesan dingin dan kaku.
"semoga dia menjadi pria yang berpribadi luhur" abi alwi merengkuh dan merangkul anak malang itu penuh iba.
sedikit pun abi tidak menyalahkan alex atas peristiwa yang menimpa sang putri . abi bahkan merasa iba dalam keadaan seperti ini alex mesti menderita lagi. Sudah banyak hal yang dia alami hingga harus rela kehilangan semuanya.
zora mendengar alex harus segera pergi. Dia sendiri belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. masa lah apa yang di landa alex selama ini dia juga tidak faham. yang dia tau saat alex di todong senjata zora ingin bisa menjaga pemuda itu dengan tulus dan segenap hati.
"ning... maaf aku harus segera pergi" pamit alex pada zora yang masih terbaring lemas di sama.
"iya aak .... demi keselamatan aak" jawab zora dengan senyum lembut tidak terbantahkan.
"maaf.... aku jadi pria yang tidak berguna ..... tapi aku harap kamu masih mau menerus kan perjodohan kita! dan aku akan kembali dengan hal yang bisa aku banggakan pada mu kelak" alex menundukkan kepala karena merasa malu dan menyesal dengan apa yang menimpa zora. ada harapan besar dalam diri alex untuk bisa bersama dengan zora suatu saat nanti.
"iya...... aku setuju" zora menanggapi permintaan alex dengan baik.
"maukah kau menunggu ku....?" pinta alex penuh harapan. Dia ingin bisa bersama kelak dengan zora.
"aku tunggu aak sampai kembali. .... hilangkan rasa dendam mu.... jaga lah dirimu dan jangan pernah lupakan aku" zora mengutarakan harapan.
"maaf tidak bisa memberikan kenang kenangan hanya ini....dulu milik bunda" alex menyerahkan sebuah kalung indah untuk zora.
"zora terima ya aak....." zora menerima hadiah.
"sini.... mimi pakaikan" pinta umi naf menawarkan.
"ayo lex....."oesan faz
"iya gus... aku siap" jawab alex setuju.
"kami pergi dulu" pamit faz pada mimi.
"hati hati ya nak" sang mimi penuh doa .
"faz... kamu harus pastikan alex baik baik saja" perintah abi pada sang putri
__ADS_1
"iya. ..bi...." faz mengangguk setuju.
"gus.... aku titip alex ya. ...." pesan rio menitipkan alex yang sudah seperti saudaranya.
"iya. ...." faz mengangguk
"hati hati gus. ...." pesan satria.
"kalian juga. .. hati hati pada reza. dan soni.... selama kami pergi kalian jaga zora...."pesan faz pada rio dan satria.
" siap gus...." rio mengerti.
"kalin juga harus waspada pada mereka" pinta alex
"jangan khawatirkan kami...." satria menenangkan
"faz.... alex.... ayo......" ajak ayah alim.
"siap yah..... " jawab faz
"assalamualaikum. ...."
"waalikum salam........"
fazha pergi ke Jepara untuk mengungsikan alex dari incaran keluarga alvaro yang ingin menyingkirkan dia. Selama perjalanan ini alex selalu merenung memikirkan bagaimana cara menghentikan kejahatan sang paman yang sudah biadab. alex selama ini tidak curiga sama sekali dengan kembalinya sang paman. apa lagi orang tua alex sudah sangat sayang dan welcome dengan mereka. Jadi alex tidak menyangka sama sekali kalau mereka benar benar jahat.
&
&
&
&
&
__ADS_1