FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Sikap Kanzha....


__ADS_3

KANZHA MAKAILA IKTIFA ARSHADA


gadis manis ber pipi cabi bersemu merah. putri kepal sekolah dia tetmasuk beberapa gadis yang berhijab di sekolahnya yang motabenya sekolah umum. bukan sekolah husus agama yang wajib menutup aurot.


kanzha gadis periang dan mudah bergaul. apa lagi statusnya yang putri kepsel nembuat banyak orang ingin mendekatinya ada yang tulus dan ada yang pura pura. hal itu tak di permasalahan zha karena memang di dunia ini penuh dengan bermacam macan jenis manusia. dan hati manusia siapa yang tau.


"kanzha bapak minta tolong ambil buku tugas kalian di ruang guru. di atas meja saya!" pinta pak bagus. guru sosiologi yang tampan di idolakan siswi nya. Karena masih muda dan lajang.


" baik pak. ..." zha setuju dan segera berdiri. keluar kelas untuk melakukan tugas.


"zha... Perlu bantuan ndak....?" tanya ikbal teman sekelas zha yang duduk di belakang kanzha. sang ketua kelas yang naksir pada kanzha.


" ndak. ...." tolak zha


pagi ini zha dapat tugas mengambil buku tugas di kantor guru. dia segera bergegas keluar dan turun tangga menuju ruang guru yang berada di samping ruang kepsel. setelah salam tapi tidak ada yang menjawab zha masuk menuju meja pak bagus. nampak setumpok buku tugas di sana. zha segera mengambil dan membawa nya.


saat keluar di lihat nya di ruang kepsel sedang ada orang. tapi zha tak begitu memperhatikannya. dia memutuskan segera kembali kekelas nya


dengan langkah pelan zha baru sampai di lantai 2.tiba tiba tubuhnya tersungkur karena ada yang mendorong dari belakang. semua buku yang di bawa berhamburan ke mana mana.zha pon jatuh terduduk di lantai. semua badanya terasa sakit semua karena terhempas di lantai


"kamu tak apa apa kan......?" pemuda itu nampak binggung mau berbuat apa. dia pon merasa bersalah atas perbuatan nya yang buru buru.


"ah........sakit" keluh zha


"afwan.... sorry"suara seseorang dari belakang. ternyata dia faz yang lari terburu buru menuju kelasnya karena sudah terlambat beberapa jam pelajaran.

__ADS_1


zha pon berdiri sediri sambil membersihkan sragamnya membenahi hijabnya. karena cowok itu tak ada inisiatif menolong dia . faz sediri malah nampak bingung harus berbuat apa. dia hanya mantap sang gadis penuh rasa rindu.


"jadi berantakan semua deh.... makanya kalo jalan hati hati jangan asal. ... punya mata ndak sih. ...slebor. ...nabrak saja" umpat zha dengan nada tinggi. walo tidak bicara kotor itu termasuk mengunpat. kata kata. sarkasme itu kelura dari bibir mungil kanzha


faz yang mendengar jadi keget. melihat gaya gadis itu tak ada manis


saat mendengar umpatanya. faz pon pasrah mendengar semua itu memunguti buku sambil menahan kupingnya yang memanas mendengar ucapan zha.


"nih....bukunya.... tadai udah minta maaf jaga tu mulut gaya sar'i mulut liar" faz meningalkan zha yang diam terpaku. mendengar ucapan faz menyadarkan nya.


"astagfirullah hal azim. ...." seketika kekesalannya hilang. san kanzh merasa bersalah. .


zha kembali kekelas sambil merutuki kekesalannya. kesalahan yang fatal memperlihatkan sisi frontalnya pada orang asing.


sampai kelas 11 ipa1 zha membagi buku setelah di suruh pak bagus dengan di bantu salah satu teman.


saat duduk rima nampak menangkap gelagat aneh dari zha. gadis itu jadi murung seketika buat rima penasaran.


" zha... lho kenapa...?"rima penasaran


" sial gue hari ini. ..." grutu zha masih kesal.


"sial kenapa....?" rim kepo.


"gue tadi di tabrak cowok....sampai jatuh di lantai sakit semua badan gue" crita zha.

__ADS_1


"eh..... tu cowok ganteng ngak" tanya rima penasaran sok di imut imutin.


"lho ngak ngawatirun gue malah tanya tu cowok. ..." zha sewot melihat respon temannya.


"siapa tau ganteng kan bisa jadinya pacar" rima ngareb banget punya cowok ganteng plus tampan,


"hus.... dasar lho rim...rim... pacaran tu dosa tau" dalil zha keluar


" kenapa Alloh haramin yang enak enak ya....." keluh rima


" gak senua yang enak haram rim.... contohnya nikah...." zha senyum lihat mimik tenannya. sedikit melupakan kejadian tadi.


" kita nik masi 17 zha..masa mikir nikah". rima tsk trima


zha gadis sholeh ah sampai sekarang masih mengaji di posantren. apa pon kata papa mama nya di ikuti semua. tanpa di protes zha mengerti semua prilaku orang tuanya itu semua demi diri nya kelak di masa depan. zha dengan senang hati mengikutinya.


tidak ada lenolakan sama sekali. anak kota metropolitan tapi punya prinsip agamis yang baik. kini zha sadar semua demi dia sendiri.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2