
kini faz sedang di interogasi sang abi. Bagaimana hasil pertemuan sang putra dengan kanzha. bibi alwi sudah mulai berubah pikiran tentang penilainya masalah perjodohan sang putra. faz tidak berani banyak komentar menjawabi pertanyaan sang abi yang sangat serius. dia masih bingung dengan semua nya.
"kamu tadi bertemu kanzha faz?" tanya bibi al sambil menatap sang putra yang duduk memegang kitab
"iya.. bibi" jujur faz tanpa menoleh dari kitabnya.
"bagaimana?" selidik bibi
" bagaiman apa nya bibi?" faz mentap binggung sang bibi.
" keputusanmu?" tanya abi bijak.
"keputusan faz... maksut bibi?" faz masih binggung dengan pertanyaan yang di ulang ulang.
"ah.. anak ini... bibi kira sudah dewasa... ternyata masih polos juga" bibi al mulai gemas dengan respons faz
"lagian maksut bibi tanyakan hal apa saja faz tak faham... omongan bibi malah bikin faz bingung"
"fazha... fazha..." gumam bibi al
"maksud bibi bagaimana. penilaian kamu tentang kanzha?" bibi menjelaskan secara spesifik sang pada sang putra.
"kanzha gadis yang ceria dan taat dalam agamanya dia juga sangat sederhana" fazha menguraikan semua penilaiannya tentang kanzha.
"nah... itu maksut bibi... lalu ... kelanjutannya, dari hubungan kalian?" bibi al baru lega mendapat jawaban dari sang putra.
"terserah bibi dan Papa amar saja bagaimana bagusnya?" pasrah fazha.
"jadi kapan kamu akan menikahi kanzha?" faz tersentak kaget mendengar pertanyaan perihal kapan. menikah. anak seumuran faz apa sudah memikirkan menikah.
"apa bibi.... menikah?" tanya faz kaget.
"memang itu tujuan dari perjodohan kalian nak...." bibi memberi pengertian.
" tapi kami masih kecil bi.... faz belum mampu untuk bertanggung jawab atas hidup seseorang..... apa lagi itu. Seorang istri" fazha bingung kenapa sang bibi bertanya perihal menikah. bahkan dia baru 18 tahun.
"lalu apa tujuanmu pulang faz. ..? bukan kah demi kanzha?" selidik bibi al.
"bibi. ... fazha pulang demi. bibi dan mimi...." fazha jujur semua karena dia ingin punya momen dengan keluarga.
"kelihatan bohong nya...." canda bibi
__ADS_1
"faz tidak bohong bi...." fazha tidak senang di bilang bohong.
"tapi bagaimana kalau nanti kanzha di rebut orang lain saat kau pergi?" tanya bibi sambil senyum melihat respons sang putra yang nampak kesal.
"itu tandanya kami tidak berjodoh bi...." urai faz santai.
"kau iklas....?" bibi al perasaan.
"inshaalloh...." desah fazha.
"putraku yang bijak sana.... lagi pula kalian masih muda. nikmati saja masa belajar kalian saja jangan pikirkan pacaran!" urai bibi bijak.
"iya bi.... faz sudah banyak rencana untuk faz sendiri tapi belom ada keinginan untuk menikah. kami masih kecil dan faz masih ingin menikmati diri sebagai tanzala raice.... faz menemui kanzha hanya ingin tau pendapatannya tentang perjodohan kami saja" fazha masih punya ego dan impian sendiri.
"rencana masadepan dengan kanzha?" selidik bibi al.
"fazha ingin menikah dengan kanzha bi... tapi tidak sekarang karena sebentar lagi fazha akan kuliah.... biarkan kanzha menyelesaikan ngajinya juga biar kami tumbuh dewasa dulu agar bisa menjalani kehidupan berumah tangga tangga nantinya" kata fazha bijak.
"lalu perasaan mu terhadap kanzha?".bibi benar benar mengetes sang putra dengan banyak kemungkinan.
"fazha sudah mengutarakan cinta" jujur faz sampai ada rona binar di matanya dia menunduk. takut di ledek sang bibi.
"dasar anak ini" beo bibi al.
"responya kanzha bagaimana ?" bibi al mengulang pertanyaan agar semakin dipahami sang putra.
"ada air mata bi apa memang begitu ya bi?" jujur fazha. dia sendiri bingung bila mengingat respon kanzha saat itu.
"dia tidak kabur sambil menangis kan? dulu mimi menangis saat bibi mengutarakan cinta" bibi malah cerita masa lalu untuk mencairkan suasana.
"benarkah bi.... mimi menangis?" fazha kepo.
"iya... tapi saat itu mimimu sedang bingung dengan prinsip nya" cerita bibi al mumpung sang istri sedang pergi untuk mengisi pengajian.
"prinsip?" fazha semakin penasaran
"keinginan untuk mengejar bukan di kejar pria mimi mu sudah malas di kejar kejar " bibi lanjut bersemangat mendengar cerita masa lalu sang istri.
"jadi dulu mimi yang mengejar abi? tapi kok menangis saat abi mengutarakan cinta?" fazha semakin ingin tau kisah cinta bibi dan mimi. karena selama ini yang dia tau cuma sepotong sepotong dari sang ammun.
"bukan masalah mengutarakan cinta. mimi memang bingung ingin ikuti perjodohan atau mengikuti prinsip ... dan mimi dengan susah payah membujuk kakek mu dan membuat tes untuk bibi dan Papa amar" bibi maki semangat bercerita.
__ADS_1
"jadi pria yang di jodoh kan dengan mimi itu Papa amar?"fazha baru tau. karena selama ini yang dia tau papa amar sahabat sang bibi.
"heemm...." jawab bibi santai.
"dan kini kalian malah berteman dan saling menjodohkan anak kalian" fazha tersenyum getir
"itulah mimimu. ... tidak mau menyakiti hati orang." terang bibi.
"kanzha sudah tau kalau kamu akan kuliah ke luar negri nak?" tanya bibi mengalihkan perhatian lagi.
"belom.... dan kalau faz meninggalkan nya dengan status faz akan menyakitinya bi.... lebih baik begini saja dulu sampai kami benar benar dewasa" jujur fazha belom begitu menggebu gebu. dia tau kalau memaksakan akan ada masalah.
"anak pintar?" puji bibi al.
"anak abi mesti pintar kan" faz pede over.
"ha. .ha...ha... kau tidak akan merindukan kanzha nanti?" tanya bibi dengan tertawa lepas
"mungkin faz akan sangat rindu bi...." jujur fazha akan rindu. munhkai
"rindu boleh nak.... tapi tetap jagalah perasaan kalian niscaya Allah akan menunjukkan jalan nya"
"amiiiiin...."
ini perbincangan hangat faz yang pertama kali dengan bibinya. bicara soal kanzha dan hatinya.
iya fazha akan sangat merindukan kekasihnya. rindu itu akan dia simpan untuk kekasih halal nya kelak. Wanita pilihan yang sudah di siapkan untuknya. dan berharap bisa bersama hingga ke janahnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.