
melihat faz membawa sang adik kembali bibi dan mimi sangat bahagia kebahagiaan yang lama mereka dambakan karena monmen seperti ini sangat langka karena kini anak anak sudah tinggal berjauhan. jadi ini menjadi waktu yang indah bisa menikmati makan sarapan satu meja bersama.
semua berkumpul di ruang keluarga setelah sarapan . rio memutuskan untuk pulang menghabiskan waktu seminggu nya di rumah. sedang Alex harus tetap tinggal karena tidak punya tempat tujuan pulang begitu malang anak itu. bibi dan mimi menyiapkan tempat kamar khusus untuknya tidak sekamar lagi dengan faz karena faz sudah mulai protes maka alex dapat kamar pribadi. kini bibi dan mimi memiliki 6 orang anak yang perlu bimbingan dan pendidikan.
"abi umi... rio akan pamit pulang" pamit rio setelah sarapan usai.
"kangen mama niye...." goda faz meledek rio.
"iya... rio kangen tidur di pangkuan mama" alex ikut kompor.
"ha... ha... ha...." tiba tiba ruangan itu menghangat.
"terserah kalian...." rio memasang wajah cemberut tidak suka.
"hus... kalian ngaco... sudah besar juga....." bibi menghentikan candaan anak anak itu .
"sekali sekali... itu perlu juga bi... Sebagai ungkapan sayang jadi siapa yang mau mimi peluk lebih dulu...." mimi menawarkan diri.
"niha...." si kecil melompat di pangkuan.
"syam... juga...."syam yang kini sudah diet karena di paksa faz sudah tidak bulat.
"yang besar tidak nih.... " tawar mimi lagi beliau kangen momen mengendong anak ketika masih bayi.
"zora mau mi...." zora meng hambur
"aak zidn... aak faz...." Panggil mimi zind tanpa komando ikut pelukan besar itu.
"tuh... kan... yang paling dulu malah di apsen belakangan. ..." protes faz sambil bercanda. dan ikut meluk dari belakang.
alex menatap nanar sudah lama dia tidak mendapat perlakuan hanggat seperti itu dari orang tuanya tiba tiba dia menitikkan air mata. bibi segera menyadari kesedihan putra angkatnya itu
"sini biar alex... bibi yang peluk...." tawar bibi membentang tangan lebar. alex menghamburkan diri dan menikmati kasih sayang yang lama tidak dia rasakan.
"niha juga mau peluk aak alex...." niha ikut gabung setelah pelukan dengan mimi usai.
"sini rio juga... boleh." abi menawarkan. rio juga senang ikut di sambut hanggat dia juga merindukan sosok sang ayah yang kini telah tiada.
"ini ceritanya apa sih... kok malah jadi sedih sedih begini" komentar faz.
"ha... ha... ha... iya iya..." ruangan itu riuh lagi.
"kamu kan yang mulai" mimi menggingatkan.
"faz... lagi salahnya di mana?" protes faz.
"karena aak menggoda aak rio" celoteh niha lucu.
"ha....ha...ha...."
"niha... sayang aak kan cuma bercanda" faz membela diri.
"niha... nggak mau sama aak faz... mau sama aak zidn saja..." niha menghampiri zidn dan duduk di pangkuan.
__ADS_1
"ya sudah.... sana sama kakak zidn mu sana...! nanti kalau minta jalan jalan minta antar jajan jangan krengek sama aak faz...." faz menggertak.
"a...a... mimi. .. bibi. .." seketika gadis kecil itu mengais kencang
"mengadu...." faz melanjutkan aksi.
"faz..." mimi mulai geram.
"aak...faz...mi.. nakal...." niha mengadu pada mimi menatap penuh iba memohon pembelaan. Lalu menyembunyikan wajah kecilnya di bahu sang aak yang dia rindu.
" nakal gini... yang penting ganteng" faz masih menjawab rengekan sang adik.
"masih... ganteng juga syam....." syam ikut ambil suara.
"a..aaa.....a... aak....zidn" niha makin kencang.
"ya...terus mengdu...." faz semakin menjadi.
"fazha.... jangan ganggu adikmu...." mimi mulai pusing
"sudah.... niha... diam ya.... kalau aak faz tak mau antar kan masih ada aak zidn" zidn menenangkan adiknya.
"makasih ya aak.... sayang deh sama aak... cup" niha mulai tenang nampaknya drama Queen nya sudah usai. gadis kecil itu mengecup pipi aak zidn dan pemuda itu tersentak kaget.
"hei... niha...." zidn menatap lembut sang adik.
"hiii.... hiii...." gadis kecil itu malah terkikik sambil menutup mulutnya.
"oh... waktu aak datang saja di baik baikin... sekarang mentang mentang. sudah ada aak zidn aak faz di lupakan." protes si sulung sambil pura pura marah.
"cup. .. aak faz juga...." faz membalas kecukupan sang adik di pipi gembul sang adik.
"cuma aak faz sama aak zidn nih yang dapat cium... aak syam nggak" protes syam marah dan kesal.
"iya... iya.... cup... cup. .. cup....." niha berurutan mencium syam lalu rio dan alex juga m
"syukron...." ucap alex senang dia merasa punya saudara kecil yang manja.
"aak alex kan aak niha juga. .." jujur gadis kecil itu suka pada alex yang lembut tidak seperti faz yang terlalu kasar.
"makasih ning. .." rio senyum.
"kalau aak rio bonus.... dari pada ndak dapat" celoteh lucu niha.
"ha.... ha... ha...." semua tertawa.
"niha.... aduh.... nyidam apa ya saat hamil dia?" mimi memijit pangkal hidung.
"kan hamil 4 kali yang nyidam bibi terus mimi...." bibi mengingatkan.
"bibi waktu itu nyidam apa?" tanya mimi.
"bibi lupa. ..." bibi cuma senyum.
__ADS_1
"rio kamu jadi pulang?" tanya faz.
"jadi gus....kenapa?" tanya rio.
"tunggu ! biar ku antarkan. ..." tawar faz pamit ke kamar.
"baik...."
fazha masuk kamar menganti pakaian dia akan ke basecame pelatihan untuk karantina sebelum perlombaan. tidak banyak yang dia bawa cuma barang yang ada di badannya saja karena semuanya sudah di siapkan sponsor. dia sudah muncul dengan gaya betboy dengan celana sobek sana sini dan kaos distro yang di tutup jaket kulit yang keren. semua menatap dengan heran apa lagi potongan rambut yang menutupi dahi itu memperlihatkan sisi macho faz.
"aak... mau kemana?" tanya zidane yang belum tau sang aak akan ada lomba.
"basecame" jawab faz sambil menaruh helm dan berniat pamitan
"aakmu tiga hari lagi mau lomba zidn" bibi menjelaskan.
"oh.." zidn meng oh seperti sudah faham dengan pekerjaan sang kakak
"aak... niha.. boleh ikut tidak?" rengek si putri bungsu ninta di gendong.
"besok saja ya... mimi ini tiket keluarga mau berapa orang tidak masalah karena papa amar sudah menyiapkan semuanya. " kata faz menyodorkan tiket sambil mengendong sang adik.
"ya sudah kamu hati hati ya nak !" pesan mimi.
"iya mi...." faz menurunkan niha.
"ingat nak selalu berdoa dan jangan lupa sholat" pesan bibi saat faz salim.
"iya... bi.. itu no satu." faz setuju.
"ya sudah kami berangkat" pamit faz.
"rio... kamu antar aku ke basecame nanti motorku bawa kamu" pritah sang gus
"siap..!!!"
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
rio mengoncengkan faz mengantar te tempat sponsor alamat sampai sanangaz akan dapat omelan dari promotor karena 5 hari menghilang tanpa kabar. tapi faz tidak perduli karena yang terpenting membawa sang adik kembali dan bisa berkumpul sebelum dia akan kuliah ke turki. kini kebahagiaan keluarga sedang memuncak jadi faz akan tahan telinga terhadap omelan adapun itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.