FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Latihan demi Sponsor


__ADS_3

faz nampak berlari buru buru meninggalkan satria dan rio menuju perkiraan sekolah mengambil motor spotnya yang selalu terparkir di garasi rumahnya. dan kebetulan hari ini dia pakai ke sekolah. dengan cepat faz melaju pergi dari area sekolahan .


dia akan segera pergi ke sirkuti dan kabarnya ada sponsor yang ingin melihat performa faz. faz butuh sponsor untuk mendukung ajang yang akan dia ikuti untuk naik ke ajang yang lebih baik. dan sebagai pendukung berlangsung nya ke ikut sertakan faz dalam balap nasional bahkan lebih.


kazha melihat fazha yang pergi terburu buru setelah bel sekolah jadi penasaran. gaya faz pun tidak seperti biasanya yang selalu santai naik motor tua tanpa helm. tapi kini lengkap dengan jaket kulitnya dan helm full vaice nya. melihatnya kanzha jadi penasaran dengan tingkah fazha. kemanakah gerangan sang gus akan pergi.


"kak rio... kak faz mau kemana kok buru buru?" tanya kanzha saat berpapasan dengan rio dan satria di halte depan sekolah. yang sama sama akan pulang kepondok naik angkot.


"latihan. ..." jawab sang sepupu singkat semua belum banyak yang tau kalo mereka sebenarnya sepupu.


"latihan apa?" tanya kanzha penasaran duduk di samping rio dengan santai tidak perduli pandangan orang terhadap nya.


"balapan.... motor" jawab rio lagi dengan santai. menatap ke depan tanpa melirik kanzha sedikitpun.


"balap" kanzha berkata sedikit dengan nada tinggi.


"kanzha.... jangan keras keras. ...!" pritah satria. tidak ada yang boleh tau perihal fazha jadi pembalap.


"balap liar?" tanya kanzha lagi semakin penasaran dengan sosok fazha.

__ADS_1


"tentu saja tidak.... balap resmi kalau kali ini faz menang akan lomba di sepang malaysia" rio menjelaskan panjang lebar tentang kegiatan fazha.


"apa abi dan umi tau soal ini....?" semakin dapat jawaban kanzha semakin penasaran dan makin ingin mengulik semuanya.


"tentu saja tau....." jawab satria santai. kanzha skedikit tenang saat tau kalau abi dan umi tau. walu sebelumnya mereka tidak tau.


"faz saat beraksi keren lho zha...." kats satria menceritakan sepak terjang faz karena dia sendiri sudah melihat aksi balap faz saat latihan.


"gus fazha... banyak yang tidak aku tau tentangmu... kau menyembunyikan diri. kepintaran mu hafitz mu... lalu keahlian balapmu sebenarnya aku harus begaimana bersikap dengan mu gus ku" pikir kanzha bermonolog dengan hatinya sendiri. mendengar cerita satria tentang sang gus gadis itu tidak bisa membayangkan betapa besar resiko yang mesti di tanggung oleh fazha jika balapan.


"kazha.... ayo angkot sudah datang" ajakan rio mengagetkan kanzha karena angkot sudah datang . kanzha yang sedari tadi melamun jadi tersentak kaget.


di sirkuit.....


Seorang pria paruh baya berjas keren sudah menunggu setengah jam. dia penasaran ingin melihat calon atlit balap yang akan dia beri sponsor. dia harus dapat bukti yang akurat dengan cara melihat sendiri performa pemuda yang sedang di elu elukan itu.


sedang faz sudah siap di sirkut. tim pendukung sudah siap di best untuk membangun performa faz butuh tim yang bertugas macam macam. hari ini tidak ada pembalap lain cuma faz yang akan menjajal kendaraan barunya dari sponsor yang akan mendukung. semakin banyak sponsor semakin baik kendaraan yang akan di gunakan.


faaz mulai nelaju kencang dengan motor nya. penampilan yang mengesankan di kelokan. permainan kopling dan gas yang stabil bisa di atasi faz dengan baik.

__ADS_1


Selama ini tidak ada yang tau kalau pemuda itu seorang putra dari kyai serta ustadz yang ternama. karena faz selalu memakai identitas rahasia. tanzala raice. abi tidak keberatan dengan pilihan sang putra. karena itu di anggap hobinya yang butuh di salukan.


sang bos besar senang dengan performa faz apalagi uraian dari sang menejer membuat pria itu semakin yahkin dengan pemberian sponsor untuk faz.


"pemuda yang pintar. .. bawa dia kemari aku ingin bertemu" perintah sang bos yang duduk menyilang kaki sambil mengisap lintingan tembakau.


"tapi biasanya dia tidak mau pak...." kata menejer faz. faz demi menutup jati diri selalu membatasi hubungan dengan para sponsor. biar saja time nya yang bekerja.


"bilang saja calon mertuanya ingin bertemu pasti dia akan datang. kalo tidak aku tidak akan mengijinkan dia menikahi putriku" ungkap pria itu serius tidak nampak bercanda sekali pun.


"baik pak. ..." walau binggung pria itu setuju pergi untuk memanggil faz yang ada di kokpit.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2