
mendengar ungkapan faz alex tersentak kaget. menikah di usia muda apa itu mungkin. apa lagi saat ini alex sedang dalam masalah besar karena kehilangan orang tua dan mesti sembunyi dari musuh musuhnya.
alex binggung dengan keputusan itu. Saat ini dia belom siap. mengenal zora saja belom. apa lagi menikah?
kini dia hanya bisa menatap faz yang sangat serius dengan apa yang di ungkapkan untuk menikahi zora. sedang faz sangat serius dengan ucapan nya.
zora masih setia dengan kesedihan . kesedihan karena kesalahan kelalaian kebodohan yang dia lakukan barusan. melihat aurat pria yang tidak menjadi murim adalah dosa besar. melihat sang putri yang menangis tersedu membuat mimi naf merasa sangat iba dan penasaran dengan apa yang terjadi pada sang putri.
mimi naf mendekati zora yang telungkup di kasur. air mata membasahi pipinya. mendengar suara sesugukan sang putri terasa menghujam dada mimi naf.
"zora.... ada apa nak?" mimi membelai kepala sang putri punuh kasih
"ti...hik...dak... hik... mimi...." elak zora tidak mau cerita
" jujur pada umi apa kakakmu mengganggu?" tegas mimi menanyakan sebab zora menangis.
"ti..hik . dak..." zora masih menutupi.
"lalu kenapa kamu menangis ?" mimi penasaran dengan keadaan sang putri yang menangis tersedu
"zozo... mel..hik...kukan... hik... dosa .. mi..." zora bangun dari tengkurap nya dan berusaha bicara jujur.
"dosa... dosa apa?" mimi kaget menatap tajam sang putri
"zora hik...melihat. ..hik... pria telanjang" kata zora sambil menahan malu dengan tetap menangis
__ADS_1
"apa... tapi kamu tidak di apa apakan kan nak?" mimi kaget mendengar ucapan zora . beliau memutar tubuh sang putri ke kanan dan kekiri mencari apa ada sesuatu yang salah dengan penuh khawatir.
"mimi.... bukan begitu tadi. .. zora...." zora berusaha menjelaskan kan tapi sudah terganggu dengan suara pintu dii ketuk.
tok... tok... tok...
"siapa ketok pintu?" mimi yang panik berubah mimim menjadi kesal.
"mimi.... jagan salah paham!" mohon zora merasa bersalah
faz datang dia menarik lengan alex dengan kasar . alex menurut saja saat faz menariknya ke lantai 2 nenuju kamar zora. umi mendengar pintu di ketok dari luar berinisiatif membuka pintu. saat umi membuka pintu nampak ekspresi sang putra yang sangat marah. penuh emosi yang tidak jelas apa sebabnya
mimi naf binggung melihat raut wajah sang putra yang berantakan. baru mau menenangkan sang putri tapi kini sang putra gantian yang buat sang mimi panik dengan sikap aneh mereka.
"assalamualaikum mi.." sapa faz dan alex
"zora mana mi....?" faz menanyakan adik nya dan tidak menjawab pertanyaan sang mimi.
"dalam... adik mu kenapa?" jawab mimi naf binggung.
"ayo lex. .. zora...." faz masih menarik lengan alex sambil memanagil sang adik
"eh... aak faz" zora berusaha menenangkan diri sambil mengusap air mata nya.
"kenapa kamu nangis....?" selidik faz. sang mimi ikut duduk di samping sang putri.
__ADS_1
"tidak... aak" elak zora
"apa alex berbuat jahat padamu?" lanjut faz. dan tiba tiba mimi naf berubah ekspresi.
"tidak aak ini salah zozo yang tidak waspada" jujur zora sambil menunduk tidak berani menatap siapa pun.
"lalu apa apa yang kau tangiskan?" tanya faz sambil melepas tangan alex dari genggaman nya.
"zozo sudah berbuat dosa" jujur zora menyesal.
"kalo begitu kalian menikah" pinta keras faz
"faz...." kata mimi naf kaget.
"aak faz. ..." triak zora menolak ide bodoh itu.
"gus fazha...." suara alex pelan. dan tidak mendominasi situasi.
malihat keributan itu. membuat semua orang kalut dengan pikiran mereka masing masing.
alex dengan ketidak siapan nya. zora dengan ketakutannya. mimi dengan ketidak relaan nya .
sedanh faz dengan santai malah tertawa keras. melihat kekacauan yang terjadi. alex merasa di bodohi kini ganti dia yang kesal dengan tingkah fazha.
.
__ADS_1
.
....