
seorang pemuda sedang sibuk membetulkan motor nya yang tiba tiba mogok di tengah jalan saat perjalanan pulang dari sekolah. Dia merasa kesal karena ke dua temanya malah pergi meninggalkan nya sendiri. dari tadi di tuntun motornya mencari bengkel tapi belom ketemu sama sekali.
rasa lelah sudah memenuhi dirinya. kini dia hanya bisa duduk kesal di atas trotoar mengumpat merasa kesal. apalagi setelah mengecek hanpone untuk meminta bantuan ternyata nya karena semalam lupa ngecas batrai.
Sebuah motor tua berhenti di samping motor yang terparkir di pinggir jalan itu. dua orang pemuda turun dan menghampiri rio. faz melihat rio mulai kelelahan. sedang satria hanya melihat dari samping motor faz
" motormu kenapa rio?" tanya faz.
"heh.... lho... ngapain berhenti... sana pergi saja" rio ketus.
" uh... dasar anak ini....mau di tolong situ malah songgong" satria mulai kesal.
" coba gue lihat...." faz cuek melihat motor dengan seksama.
"he... pergi lho anak kampung ngaak ngerti mesin bagus" rio makin tak sopan.
faz tak peduli celotehan rio. dia konsen melihat motor sambil sesekali menstarter mesin.
" udah... pergi sono...." triak rio tapindia nampak lelah.
" uh... dasar ni anak" satria makin kesal melihat rio yang semakin tidak sopan.
"kayanya ini karburator nya kotor deh rio" tebak faz. dia sedikit sedikit tauu tentang mesin.
"sok tau lho" tolak rio.
"sat lho... boncengin rio deh... biar gue dorong ni motor..... kayaknya dia lelah tu" pinta faz. dia tak peduli dengan umpatan triakan rio yang menghina memojokkannya.
"goncengin dia faz.... ogah" tolak satria menunjuk rio dengan kesal.
"gue juga ogah gonceng lho.... apa lagi pake motor butut lagi" rio bertolak pinggang
"bacot.... ni anak" grutu satria kesal.
__ADS_1
"sudah jangan ribut di jalan... rio di sini tak ada bengkel tapi di pesantren ada alat dan gue bisa bengkel" nada suara faz keras. dia sudah pusing melihat rio dan satria seperti musuh bebuyutan.
" yahkin lho...." rio nelunak.
" iya. .. sudah gonceng satira" faz neyahkinkan.
"iya.... terpaksa ni gue" grutu rio kayak cewek lagi dapat.
" mulut lhoo tu...." satria hampir ilang kesabaran.
rio duduk bonceng satria sedang faz menaiki motor rio dan di stut dari belakang sampai di pesantren.
saat masuk farit dan rijal mendekati mereka. Yang parkir di depan kantor pondok. sedang rio tersenyum kecut melihat suasana tempat itu. rasanya ada sebongkah asa yang membuatnya sakit. Tapi semua saling pandang tampa bicara apapun.
" kenapa gus?" tanya farid
"mogok.... tolong carikan bensin" faz bicara ramah dan senyum.
"oh ya... bawakan kunci alat bengkel di garasi ya jal nanti pindahin motor ke depan!" faz menunjuk rumahnya.
"injih.... gus" jawab rijal takzim.
dua santri itu segera pergi menjalankan intruksi faz. rio binggung kenapa dari tadi semua samtri tampak hormat dengan faz. tapi dia tidak mau ambil pusing.
" tunggu di asrama biar aku ganti baju dulu" pinta faz
" nggak usah gua di sini saja" tolak rio tetap berada ditempat nya
"ya terserah....." faz pergi menjauh menuju ndalem.
" ya udah lho disini sendiri. ..." kata satria
"he... tunggu sat...."pangil rio
__ADS_1
" apa?" satria berbalik menatapnya rio yang melihat faz binggung.
" kok faz kesana... buka asrama kesana ya?" rio menunjuk faz lalu menunjuk arah yang di tuju satria.
"ya...iyalah.... dia pulang ke rumahnya" kata satria
"rumah...." rio binggung karena faz nenuju rumah kyai. rio tau kalo itu ruah kyai alwi.
"lho belom nyadar ya rio....." tegur satria.
"faz...fazha.... itu....g" rio mulai nebak
"iya.... dia gus....." satria membenarkan.
"apa aaa....." rio kaget.
"otak lho memang sudah di cuci ya sama alex dan soni.... ini persahabatan. yang kamu pilih.... prinsip yang di tamam di hati lho oleh nyokap lho pergi hilang kemana" tegur satria dengan ketus.
" satria...... " desah rio
" sudahlah ayo kalo mau ke asrama" ajak satria.
rio mengekor mengikuti satria ke asrama. suasana para santri yang asik bercengkerama dengan kitap.sibuk dengan hapalan yang kini rio rindukan.
perasaan nya kini tiba tiba menjadi aneh. sekali gus sangat sedih
¤
¤
¤
¤
__ADS_1