FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
merindukan zidane


__ADS_3

umi naf duduk memandang album foto lama. album berisi gambar anak anaknya saat dari bayi. gambar. ke 5 putra putrinya yang berharga. buah cinta nya bersama bibi alwi


beliau baru selesai membersihkan kamar zora karena dia pindah ke pondok karena hukuman sang abi. zora menerima dengan ikhlas dan Alex mulai belajar agama dengan baik. dan tekun semua dia jalani dengan penuh keikhlasan.


mimi membuka lembar demi lembar foto album masa lalu. faz tidak banyak punya foto kenangan karena dia dari kecil tinggal di Jepara dan kudus. sedang zora dia dan kembaran dari kecil, sakit bawaan kerena ada kelainan di salah satu dari mereka.


mimi. menangis saat melihat gambar zidane si kembar yang sehat dan memilih pergi juga seperti sang kakak sulung. Setelah faz banyaknya yang dia korbankan demi sang adik zora


bibi al yang melihat sang istri mengis di kamar sang putri ikut masuk dan duduk di ranjang di samping mimi naf.


"zidane mimi merindukan mu nak.... " keluh mimi sambil memeluk foto sang putr yang berusia 15 tahun itu.


"umi.... iklaskan semua" bibi al memeluk istrinya berusaha menenangkan.


"faz. .. lalu zidane kini zora semua pergi meninggalkan mimi bi... apa ini yang di sebut karma" mimi nafik menangis lebih kencang saat sadar semua kesalahan nya dulu.


"hus.... jangan sembarangan seperti niat umi dulu memilih mondok begitu juga putra putri kita mi.... " bibi al makin mengetatkan pelukan. dan mimi menyembunyikan wajahnya di dada sang suami tercinta.


"sebentar lagi faz lulus dia juga akan kuliah juga keluar negeri" kesedihan kerinduan dan penyesalan makin memenuhi sanubari mimi nafik.


"kan masih ada syam dan niha... mi" hibur abi mengingatkan masih ada syam dan si bungsu niha.


faz yang melihat kesedihan itu ikut masuk tanpa di sadari kedua orang tuanya. Dia berdiri tegak di depan bibi dan mimi.


"ya sudah faz kuliah di Indonesia saja lah disini. juga bagus kok...." celetuk faz membuyarkan kehangatan ke dua orang tuanya.

__ADS_1


"fazha...." mimi nampak tidak senang dengan ide faz. pasalnya dia sudah diterima di turki Istanbul.


" iya kan bibi...." tanya faz menuntut persetujuan sang abi.


"terserah kamu....nak..." jawab abi santai


"itu sih alasan kamu tidak jauh dari kanzha" canda umi nafik menatap sang putra sulung.


"itu mimi tau... mimi is the best lah pokoknya" faz membalas candaan.


"satu satunya keinginan mimi yang kamu ikuti cuma berjodoh dengan kanzha faz" kini mimi semakin tenang dengan kehadiran faz kembali.


" apa labih baik faz cari cewek lain saja?" ide gila faz.


"mau di penggal kamu sama pak amar." saut abi melotot garang menatap sang putra


"kalo mimi kangen zidan jemput saja mi... biar faz yang paksa" perintah faz agar mimi sedikit lega.


"jangan biar sadar sendiri. .. kamu juga akhirnya sadar kalau kami sangat sayang pada mu nak" cegah abi. Dia tau semua untuk kebaikan.


"fazha tau abi... umi...." faz sadar sang abi secara tidak langsung sudah mengingatkan nya. perihal semua pilihan faz dari kecil.


"anak pintar. .. kapan kamu lamar kanzha?" canda abi


"abi....." faz malu mendengar candaan itu.

__ADS_1


"biasanya abi yang sewot perihal faz dan zha" mimi heran dengan perubahan sikap bibi al.


"itu dulu..... sekarang mereka sudah


besar dari pada terjadi sesuatu" tegas abi bukan dia tidak setuju tapi lebih ingin sang anak yakin dengan pilihannya.


"apa maksut abi....." faz tidak senang.


"faz... faz.... hibur mimi kamu abi mau ke madrasah" bibi menepuk bahun faz dan segera pergi.


.


"iya bi...."


"assalamualaikum"


"waalaikum salam..."


abi meninggalkan faz bersama mimi. faz tau betul alasan zidane pergi agar sang mimi bisa merawat zora dengan baik. sedangkan faz pergi untuk meraih mimpi dan kebebasannya demi mewujudkan mimpinya. kini semuanya sudah terwujud sedikit demi sedikit.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2