
kanza masih takut dengan kejadian yang baru dia alami. sikap alex memang keterlaluan sekali. tidak menghargai wanita. pergelangan tangan nya masih terasa sakit dan nyeri. zha pon tak mungkin bilang sang bunda atau nanti bundanya akan khawatir. apa lagi kalo ayah super protektifnya tau bisa berabe.bisa marah 7 hari 7 malam.
tapi rasa sakit takut khawatir senua sirna berganti dengan rasa penasaran pada sosok cowok yang sudah menolong nya. cowok yang menabraknya yang nengatainnya mulut liar karena umpatannya. cowok yang menghargai hijabnya . cowok yang menghormati wanita lebih dari apapun. memikirkan semua itu zha jadi nelamun kemana mana.
zha merasa tidak pernah melihat cowok itu tapi cowok itu dengan suka rela dan baik hati menolongnya dan berkelahi dengan alex the gengs. kumpulan cowok cowok rese yang suka bolos buat onar di sekolah.
"zha... lho kok ngelamun sih... mikirin apa?" rima melihat zha melamun sendiri
" itu tadi rim..... cowok yang udah nolong aku siapa ya?" zha sampai terbengong bengong memikirkan.
"kayaknya kelas 12 deh zha" kata lita
"iya tadi gue lihat ia naik ke lanta 3" rina membenarkan.
"gue meski ngucapin trimakasih nih...." zha bertekat mengucapkan trimakasih.
"iya tar kita temenin ya...." kata rima semangat.
"eh ngomong ngomong tu coowok ganteng banget ya" celetuk liita.
__ADS_1
" kalo cowok saja lho saadar...."zha mulai genes..
"iya. .. kalo pelajaran kok ngak nyambung ya?" rima membenarkan.
zha dan temen temennya mengkuti pelajaran dengan tekun. dan mereka ber 3 sudah memutuskan untuk mencari cowok misterius yang sudah jadi pahlawan kepagia.
tapi rasa penasaran masih memenuhi sanubari zha. Selama ini tidak ada yang berani mengganggu alex dan gengs nya.
siapa dia....?
sedang di kelas faz juga mulai penasaran. kesan pertama faz dengan zha saat bertabrakan beberapa hari lalu. kenapa alex yang bet boy malah suka sama cewek yang berhijab. memang zha memiliki wajah yang manis tapi kalo lihat alex kok ngak cocok sama sekali.
rasa penasaran faz sama besar nya seperti zha .faz pon memberanikan diri mewawancarai sahabtnya. mumpong jam kosong dan anak anak lain semua sedang tidur. ada yang di bangku di meja bahkan di lantai.
faz memperhatikan satria yang sibuk menyalin catatan di buku faz dari bukunya. faz sudah menolak tapi satria memaksa untuk membantu. hal ini membuatnya senang karena dia merasa di butuhkan. semangat berteman nya muncul karena faz. dia hanya bertrima kasih dengan caranya.
"hei sat... lho kenal cewek pagi tadi nggak?" iseng faz tanya.
"oh... maksud mu kanzha?" stria tidak memangil gus karena pinta dari faz.
__ADS_1
" iya... namanya kanzha putri kepala sekolah. ... dan tinggal di pesantren sejak sd" crita satria.
" sejak sd....?" faz kaget ternyata ada yang mengikuti jejak miminya.
" ya kudengar begitu faz" satria membenarkan.
"tapi menurutmu apa mungkin alex suka cewek macam knzha....ah.. kau tau maksudku" faz bingung mau mengutarakan.
"berhijab maksudmu....? tapi melihat alex kayanya ngak cocok dengan kanzha bagai bumi dan langit" tambah satria
"ha...ha.. ha... sat sat kau ada ada saja" faz malah tertawa menggelegak.
sedikit demi sedikit faz mulai tau.
" mungkin yang waktu itu juga dia. ...?" pikir faz. kini dia sudah semakin dekat dengan semua keinginannya, menemukan seseorang yang sangat dia rindu kan.
.
.
__ADS_1
.