
Soni sudah kehilangan kesabaran. sedari tadi dia sudah berusaha menahan emosi karena semua sanggahan rio membuat hilang kesabaran berganti kemarahan. walau sudah 2 hari ini dia menyekap rio tapi tidak ada hasil sama sekali.
rio tetap kekeh tidak membocorkan di mana keberadaan alex. dia tidak ingin membahayakan keadaan sahabatnya dan rela terluka demi persahabatan. karena yang di dalam pikiran rio alex tidak seberuntung dirinya. sepeninggal sang ayah masih ada om yang sangat peduli dan menyayanginya dengan sepenuh hati.
Hasil mengecek henpone rio tidak ada hasil. karena selama pelarian alex tidak menggunakan henpone. hubungan selalu melalui abi alwi dan ayah alim.
kemarahan soni yang dia tahan sedari tadi akhirnya hilang. sebenarnya dia masih menghargai hubungan persahabatan mereka. di dalam hatinya tidak ingin menyakiti rio. tapi semua karena kondisi dia sudah di perbudakan reza dan keluarganya. ancaman dan iming iming untuk mendapat hasil besar membuat soni anggara jaya membantu reza Nathan alvaro dengan senang hati.
atas provokasi dari reza soni akhirnya menjatuhkan pukulan di tubuh rio yang sudah lemas. dengan di bantu beberapa anak buah bertampang preman yang sadis dan garang.
"sudah. .. hajar saja!" perintah reza dengan duduk menilang di sofa tidak jauh dari tempat rio di sekap di ikat di atas kursi.
''tapi......" soni sedikit ragu dengan perintah dari reza.
"untuk apa lho menahan diri rio? dia tidak pantas mendapat kebaikan lho karena hanya Alex yang ada di hati mario.... dan baginya lho cuma sampah soni.....'' umpat soni dengan keras meyakinkan soni tentang hati nya yang masih ragu. mau bagaimana pun mereka sudah bersahabat sejak lama. Mereka bertiga the mots wantetd di sekolah unggulan ternama.
"lho benar. .. Selama ini mereka tidak menggap gue ada" soni mulai terpancing komporab reza. reza tersenyum miring melihat soni mulai bereaksi dengan omongan nya.
"kalian pukul dia" perintah soni pada para algojo yang garang siap menyerang.
"oke.... bos...." jawab mereka.
dauuuuk.....
__ADS_1
jeduuk.....
plak......
Sebuah pukulan keras mendarat di perut rio. lelu tendangan tamparan semua mengenai tubuh rio yang terikat tidak bisa apa apa. rasa sakit ngilu dan sesak memenuhi sekujur tubuh rio. soni di bantu 2 anak buahnya tidak berhenti begitu saja. sedang reza menatap dengan senang hati apa yang terjadi di depan mata nya tersebut.
"kalau lho tetap tidak bicara di mana Alex. ... gue akan bikin lho cacat selamanya" ancam reza sambil memegang rahang rio yang mulai berlumur darah yang keluar dari ujung bibir nya.
"cuuuiiih.... walau pun kalian membunuh... gue tidak akan mengkhianati" rio meludah ke samping dan mengatakan tidak akan berkhianat sekalipun.
"b4n9sat...." umpat reza kesal sambil menampar pipi putih mulus rio.
"hajar. ... sampai mati... jangan meninggalkan jejak" teriak reza kesal berpaling mulai pergi dari tempat itu.
dor.... dor..... dor. ...
suara tembakan mengema dan mengenai kaki salah seorang dari perman preman itu. akhirnya pria garang itu jatuh tersungkur ke tanah. dan yang satu masih. sempat lari dan kabur.
"jangan bergerak. ....." perintah seorang pria ber seragam.
"angkat tangan" perintah yang lain.
"bagaimana ada polisi. ...." soni mulai panik melihat salah satu anak buah nya jatuh tersungkur.
__ADS_1
"ayo kabur. ..." ajak reza pada soni penuh kepanikan.
"kejar mereka. ...." perintah sang komandan .
"siap ndan....." ucap seorang polisi.
Seorang pria penuh kekhawatiran mendekati rio yang terkolek lemas. menatap sang ponakan yang kepayahan sangat memperhatikan. sungguh miris kondisi rio.
"Mario. ... rio.... ini om.... sadar rio...." Panggil papa amar memepuk wajah rio agar sadar. lalu dengan di bantu polisi melepaskan ikatan dari rio.
"Panggil ambulans. ....." perintah sang komandan.
"saya akan bawa sendiri ke rumah sakit" papa amar sudah tidak sabar dia begitu hawatir melihat kondisi rio.
"biar di kawal....."papa amar setuju dengan ide kapten.
papa amar membopong tubuh sang keponakan yang sudah mulai kepayahan dan lemah. segera membawa ke mobil untuk bisa membawa ke rumah sakit untuk segera dapat pertolongan.
papa amar menatap melas pada sang penahan yang pucat dan lemah. sunguh miris sekali. Setelah sang kakak meninggal dia lah penangunng jawab atas masa depan sang penakan tersayang. tidak bisa di pungkiri semua hasil penyelidikan ini atas batuan zidn yang ahli dalam komputer. dia bisa melacak hape rio yang sedang diaktifkan soni saat mengecek isi hape itu mengenai alex. kini mereka sedang di kejar polisi dan harus mendapat hukuman yang setimpal
setelah sampai di rumah sakit rio segera mendapat pertolongan. papa amar segera menghubungi keluar mengenai kondisi rio yang sudah begitu lemah penuh luka di rumah sakit.
bunda diaz, mama tiara, umi naf dan kanzha segera menuju rumah sakit. sedang abi alwi yang dari kantor polisi juga segera meluncur ke rumah sakit
__ADS_1
tangis bunda Diaz memecah saat lihat sang putra satu satunya mulai sadar kan diri.