
sementara itu...
waktu sudah nenunjukkan jam 2 siang. faz juga baru ganti pakaian dengan sarung dan kaos pendek. keluar kamar menuju ruang tengah. saat faz lewat fia tertarik dengan sebuah suara ngaji.
seorang gadis muda duduk tahdzim di depan umi naf. dengan suara merdunya membaca Kalam Ilahi dengan fasih. ilmu tazwit yang tiada cacat sana sekali. kalo ada yang sakh sesekali umi naf membenarkan tapi tidak banyak. faz yang melalui ruang itu merasa bingung kenapa jam segini sang umi madih mengajar melihat ini waktu istirahan para santri dari semua kegiatan belajar mereka.dan yang lebih aneh umi naf mengajar di dalam ruang khusus solat keluarga bukan di aula sepeti biasanya.
apa gadis itu istimewa...?
faz tidak tau kalo itu kanzha yang sedang mengaji di jam begini.
faz berusaha tidak mempedulikan apa pon dia segera berlalau menuju ruang keluarga duduk di samping adiknya.
NAZORA FATIMATUS SALWA
gadis manis itu duduk kikuk saat faz datang. Selama ini dia tak begitu tau tentang kakak nya itu karena tinggal terpisah dari kecil. dia yang sedang memegang muskhaf nya mengeser duduknya. faz menyadari sikap sang adik yang acuh dan dingin terhadap nya. dulu mungkin terbiasa saat bertemu sebentar saat hari raya atau liburan. tapi kini mereka sudah bersama dan faz ingin dekat dengan adiknya seperti umi dan ammun(paman)
" zora.....?" pangil faz lembut
" eh.... iya aak...." zora kikuk bingung nerves semua campur aduk hingga dia tidak mengerti sebenarnya apa yang dia takutkan.
"kenapa sih.... aku aak mu bukan kuman" protes faz .zora menatap sekilas lalu nenunduk.
"afwan zora belom terbiasa" jawab sang adik terbata bata.
__ADS_1
hsuuuuuf.....
faz menarik nafas panjang. menatap adiknya dengan tajam hingga keluar ide jahilnya.
"aku tau kamu tidak terbiasa dengan adanya laki laki dewasa di sekitarmu selain abi.... tapi kalo kamu menghindari aak bukankah kelihatan sagat kejam" ucapan faz menohok zora. gadis itu tak neyangka sana jajak akan protes bahkan marah pada nya.
" maaf aak...zora tak akan mengulangi" zora mulai takut sehingga bicara terbata bata. dia sangat menyesal
"aak sudah lama tak bersama kalian apa salah kalo aak pingin dekat sama kamu kita itu kakak adik bukan musuh" ucapan faz serasa membuat zora makin ter pojok bahkan dia tak berani walau sekedar nenatap kakak nya.
"ya sudah...kalo kamu tidak suka sama aak... aak tak balik lagi saja ke kudus...." faz berdiri dari duduknya. emosinya sudah di luapjan semua pada sang adik perempuan dengan nengebu gebu.
"jangan aak... zora kan juga kangen sama aak " zora memberanikan diri menarik tangan sang kakak. berharap kemarahan faz hilang.
" bener..." faz mebatap sang adik
" kalo bohong aak pergi ni..." acam faz
" nggak bohong....." zora berdiri dan menghambur ke pelukan sang kakak yang hangat dan dia rindukan.
"ha..ha...ha...." faz sudah tak bisa menahan tawanya dan membalas pelukan sang adik
"aak faz ngerjain zora ya....?" sudah sadar mendengar gelat tawa kakak nya. zora mulai manyun.
__ADS_1
"yang penting berhasil. ...." faz senang.
umi naf yang baru datang melihat adegan putra putri nya merasa sangat bahagia. apa lagi melihat sifat tertutup zora dan pemalu.
"aduh....senangnya. ..." puji umi.
" mimi...."
umi naf ikut meneluk keduanya akrab. dari sebuah kamar keluar juga seorang pemuda dan gadis kecil mereka.
MUHAMMAD SYAMSI KUBRO SALAM
SALAFI NIHAYAH ALAWI SALAM
Adik ke3dan 4 faz. mereka 4 bersaudara putra dan putri bibi al dan mimi naf.
"ah kita tak di ajak nih.." protes syam
" iya ih... curang....." ganti si kacil niha yang manja sekali.
faz tersenyum lalu mengangkat tubuh gadis 7 tahun itu.dan melanjutkan kehangatan kebersamaan. hingga faz lupa dngan rasa penasaran terhadap seseorang yang tadi ngaji pada umi naf di siang bolong dia senang zora bisa mulai menerima kehadiran nya.
.
__ADS_1
.
.