FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Rasa Cenburu Kanzha


__ADS_3

kanzha datang dengan sang papa untuk melihat pertama kalinya fazha beraksi. walau sebenarnya dia begitu ngeri melihat motor melaju kencang dengan suara mesin yang berderu. tapi demi memberi dukungan dan suprots pada sang gus kanzha datang. lagi pula dia sudah janji akan datang dan melihat performa fazha.


"kamu mau menemui fazha nak?" tanya papa amar.


"boleh pa?" kanzha tidak sabar.


"tentu saja....." papa menatap sang putri sambil tersenyum.


"makasih pa...." kanzha sunguh senang.


"iya... jalan saja sana lalu turun tangga. ... dan belok kiri cari ruang ganti tanzala raice !" papa menunjukkan jalan.


"oke... pa... zha pergi dulu ya... assalamualaikum" pamit kanzha sambil mencium punggung tangan sang papa.


"waalaikumsalam.....putri ku" papa membelai kepala sang putri.


kanzha melangkah semangat menuju arah yang di tunjuk sang papa. gadis itu tidak sabar untuk bertemu sang pujaan hati. seuntai senyum menghias wajah ayunya. dengan mengenakan stelan gamis ping yang manis dengan hijab yang senada. semua orang yang dia lewati memuji paras nya yang manis dan cantik menawan. tapi kanzha masih yakin dengan langkahnya.


"mau kemana nona?" tanya seorang scurity mencegat langkah kanzha.


"bertemu tanzhala raice" jujur kanzha.


"tapi ini khusus untuk kru.... nona tidak boleh ke sini. .. Saya harap segera kembali ke tempat penonton" scurity itu mengira kanzha adalah fans dari tanzhala race


"tapi....." kanzha mulai ragu.


"kamu siapa?" seseorang baru datang memakai baju kru tanzhala raice.


"kanzha. ...." jawab kanzha lembut.


"Biarkan.... dia pergi.... !" pinta pria itu.


"baiklah. ... karena mas dion yang minta" scurity itu setuju.


"anda siapa?" tanya kanzha penasaran.


"saya manajer tanzhala.... kamu putri tuan amar kan?" tanya dion. ternyata faz sudah menutip pesan kalau ada gadis bernama kanzha harap di izin kan masuk.


"iya....." jujur kanzha


"mari saya tunjukkan ruang ganti tanzhala" dion menawar diri dengan ramah.


"terima kasih" kanzha tegang mengalami hal barusan.


"sama... sama..... apa kamu pacar tanzhala?"selidik dion.


"ah... tidak. hubungan kami tidak seperti itu" kanzha ragu. tidak ingin mengutarakan yang sebenarnya pada dion.


"lalu apa?.... oh anak itu memang penuh rahasia" gerutu dion kesal. kemarin dia sudah marah habis habisan


"tapi rahasia. ..apa?." kanzha penasaran.


"jati dirinya. ... asal usulnya. ... nama aslinya. .. bahkan sekarang kamu. .. apa dan dia ada hubungan apa?" dion masih tidak percaya.


"biar beliau sendiri yang menjelaskan. .. Saya takut salah bicara" tolak kanzha secara halus.


"kamu mau ikut main rahasia nona?" dion kesel di permainan kan.


"orang tua kami bersahabat sejak lama" saat ini hanya itu yang bisa di ungkapkan kanzha tidak lebih.


"oh.... pantas saja beliau bicara akrab sekali pada tanzhala. padahal baru ketemu. ternyata begitu besar rahasia anak nakal itu" rio mau menerima alasan kanzha yang terkesan mengada ada.


"apa begitu?" kanzha menarik napas lega.


"ini ruangan nya kamu ketuk saja saya mesti mengecek hal lain dulu" dion menunjuk


"terima kasih mas dion" kanzha berterima kasih.


tok.... tok.... tok.....


kanzha mengetuk pintu. dia tidak sabar melihat reaksi sang gus saat dia datang.


"masuk" perintah fazha dari dalam


cekleeeek....

__ADS_1


kanzha pelan pelan memutar kenop pintu seraya mengucapkan salam dan menyuninggkan senyum manis


"assalamualaikum. ..." salam kanzha


"waalaikumsalam......"jawab faz.


kanzha membuka pintu. sedangkan faz menjawab tanpa berpaling dan melihat siapa yang datang. dia sedang asyik bercanda dengan seorang gadis yang bahkan tidak kanzha kenal. Mereka tertawa akrab dan gadis itu nampak manja sekali pada faz. sesekali faz mengusap kepala gadis itu dengan tersenyum indah.


melihat pemandangan itu seketika dia diam terpaku di depan pintu, saat melihat seorang gadis bergelayut manja di pundak fazha.


dia datang untuk memberi dukungan pada sang gus semoga lancar dan selamat jadi juara. tapi ini lah kenyataan yang malah dia dapat kan. hatinya tersakiti. hancur karena melihat pemandangan itu. hati gadis mana yang tak sakit melihat pemandangan yang di luar nalar. Seorang gus alim yang jadi panutan kini terkesan sangat murahan dengan adanya seorang gadis di sisinya.


ingin rasanya kanzha marah dan melemparkan sesuatu ke kepala sang gus. tapi dia tidak berani. kalau begini apa arti di ungkapan cinta dari fazha waktu itu. Seperti nya kanzha telah di bodohi selama ini.


dada kanzha terasa sangat sakit. bak di tikam belati tumpul rasa sakit yang teramat sakit karena terluka pelan pelan dan tidak ada yang bisa mengobati.


airmata luluh membasahi pipi mulus kanzha dia berusaha menahan isakan dan agar tidak bersuara. ingin dia berlari dari tempat itu. tapi kakinya tidak bisa di ajak kompromi sama sekali. Dia malah diam terpaku melihat semua yang terjadi di dalam ruangan itu.


"kamu siapa?" tanya gadis itu penasaran saat tak sengaja melihat ke arah pintu.


"kanzha....." Panggil faz saat ikut berbalik.


cetok... cetok.... cetok....


"kanzha. .... tunggu!" faz ingin mengejar tapi tangan nya tertahan.


" ho... ho.... ada yang marah. ... terima saja kemarahan wanita yang terluka" goda gadis misterius itu.


"baity.." Panggil faz nampak kesal.


"afwan... afwan aak.... biar adik yang jelaskan" ide gadis manis berkulit kuning langsat itu.


" kamu jangan bicara aneh aneh. ...!" pesan fazha setuju . dia menyesal apa lagi melihat air mata kanzha. fazha tak sanggup berfikir jernih.


"memang aku setega itu?" baity tidak senang dengan respons fazha.


gadis itu lari mengajar kanzha. sedang kanzha sudah tidak bisa lari lagi karena semakin banyak orang dia sampai di sebuah lorong kecil yang lumayan sepi. Dia terduduk di lantai dan menumpahkan semua air mata nya.


"hai.... assalamualaikum" sapa baity.


"kenapa kakak berlari?" tanya baity ikut duduk di samping kanzha.


"lalu aku harus apa?" kanzha menatap kedepan kosong berusaha menata emosi. agar tidak nampak kelemahannya.


"seharusnya kau tadi masuk marah menampar menjambak faz.... tapi kau malah lari dan menyakiti dirimu sendiri" gurau baity ingin tau responden dari kanzha.


"ha... ha... ha... untuk apa?" kanzha tertawa getir.


"mengungkapkan kemarahanmu karena telah di hianati" kata kata baity membuat kanzha bingung


"kau ini gadis yang aneh? kita bahkan tidak saling kenal. .. kenapa kau bicara sembarangan?" hardik kanzha masih mencoba menahan diri.


"kau... yang aneh. apa sebegitu tidak percaya dirimu pada kak faz kak kanzha." baity menekan kata tidak percaya.


"dari mana kau tau nama ku...? kita bahkan baru saja saling bertemu" kanzha malah penasaran.


"siapa yang tidak tau hubungan kalian yang di jodohkan sejak bayi. ..." beo baity.


"maksud nya?" kanzha bertanya tanya.


" apa cuma dengan hal sepele ini kalian akan salah faham" selidik baity.


"salah... faham.?" kanzha makin bingung.


"ayo... kita kembali.... kita klirkan semua sebelum kak faz berlaga ... atau dia akan kalut dan bisa gagal lomba..... atau kau ingin terjadi sesuatu padanya?" baity menghardik dan mengulurkan tangan.


"tidak...." kanzha refleks menjawab tidak ingin terjadi apapun pada fazha.


"ayo....." ajak baity mengandeng tangan kanzha.


"kau begitu besar menyayangi kakakku... sungguh dia sangat beruntung sekali" dialog baity dengan hatinya.


gadis itu berjalan berjarak dengan kanzha. karena kemarahan kanzha masih memuncak berada di samping gadis baru ini rasa sakit muncul lagi.


apa kanzha sedang cemburu. ...?

__ADS_1


sampai nya di ruangan fazha semuanya sudah kumpul dan memenuhi ruangan. kanzha masuk berusaha menghilangkan bekas tangis nya.


"Ya Alloh... dia menangis. ... sejahat itukah aku... afwan kanzha.... sudah. seharusnya kau marah pada kakak.... jangan kau pendam sendiri" fazha menatap nanar tidak berani mendekat.


"kamu dari mana nduk....?" tanya seorang pria yang selalu jadi pendukung dari saudara perempuan nya.


"ngejar kak kanzha... sepertinya dia salah faham bi sama ety...." jawab sang putri sulung yang seusai dengan zora dan Zidane


"salah faham. .. benar zha...?" papa amar menatap sang putri yang sembam setelah menangis.


"kanzha... tidak tau pa.... apa yang di maksud dia?" kanzha masih kesal dan berusaha menutupi kegelisahan dari sang papa.


"marah lah... zha... jangan cuma diam dan berlari. ... akan. lebih banyak cobaan yang kelak akan kita lalui......" kata fazha menatap lembut pada gadis pujaan. tapi kanzha malah memalingkan muka.


"kamu apa kan putri ku fazha...?" papa amar tersulut emosi.


"tidak... pa...." kanzha menahan agar sang papa tidak marah besar.


"jagan... panggil aku papa lagi.." papa amar sangat emosi melihat sang putri yang selalu pintar menyimpan emosi.


"aduh. .. om... ini cuma.... masalah kecil.... tadi kak kanzha lihat ety sama kak faz lagi ngbrol akrab berdua disini... trus tiba tiba dia nangis dan lari" baity melerai dan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.


" bener kanzha...?" tanya papa amar.


"dan kalian tidak menjelaskan.... hubungan kalian?" tanya abi alim.


" abi saja yang jelasin...." pinta baity.


"bagaimana mas...." tanya abi alim pada papa amar.


"terserah gus lim saja lah... anak muda. jaman sekarang" papa amar jadi malu sudah marah marah.


"biar lebih enak... umi saja yang jelasin" perintah abi alwi yang dari tadi memilih jadi penyiamak.


"baiklah... mesti wanita juga yang nanganin" umi naf maju mendekati kanzha mendudukkan di sofa bersama baiti.


"kanzha ini aisha baity nur umaroh.... biasa di pangil ety dia putri gus alim kakak umi.... dan selama ini beliau yang merawat fazha dari kecil. .... memang seharusnya faz memanggilnya kakak sepupu. tapi ety lebih suka dipanggil adik jadi hubungan mereka sama dekatnya seperti faz dan zora." umi naf menjelaskan semuanya.


"apa. ..?" kanzha kaget.


"kau hanya salah faham calon kakak ipar aku baity Panggil saja ety" gadis manis putri abi alim dan umi mar ah itu tersenyum pada kanzha.


"kanzha... maaf sudah berfikir buruk tentang mu" kanzha menyalami baity.


" aku tidak apa apa... minta maaf lah pada kak faz. .." ide baity.


"aku yang minta maaf zha...." tapi fazha malah memotong lebih dulu.


"tanzhala raice" panggilan untuk karena.


"siap... tersenyum lah... zha... biar kakak sedikit tenang .... saya pergi dulu" mohon faz terang terangan di depan semuanya menarik seuntai senyum di bibir kanzha.


"hati hati nak...." pesan abi alwi memeluk sang putra


"sukses gus...." pesan abi alim memeluk juga.


"jadi juara nak...papa minta maaf." pesan papa amat


"iya pa. ..." fazha nyaman di pelukan pria itu.


"putra ku yang tampan kau harus kembali dengan mulus tanpa gores" pasan um naf.


"hati... hati. ... aak.... aku akan selalu mendoakan mu...." pesan baity


"jaga diri mu gus.... aku akan sebut namamu di setiap tarikan nafasku" bisik kanzha menarik senyum di bibir fazha.


"terima kasih...." kini fazha merasa tenang.


faz pergi dengan kelegaan sudah melihat seyum sang bidadari. dia akan berlaga dengan tenang dan konsentrasi. ..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2