
Reza benar benar menjalankan rencana
dia datang untuk melamar kanzha. tapi dia belum juga menghentikan aksi menyerang perusahaan. Alex sudah memberikan peringatan, jadi papa amar sudah siap untuk berbuat apa. Yang reza tahu kanzha dan fazha pacaran tidak ada hubungan yang lebih di antara keduanya. dengan menahan faz tetap di Italia maka tidak ada penghalang untuk memiliki kanzha. Alex sendiri sudah mendapatkan kepercayaan reza. reza dengan bodohnya bisa termakan dengan ucapan manis Alex.
sedang tuan alvaro seperti mencurigai sesuatu perihal sikap alex yang tidak membalas dendam jusyru membantu dan memberi saran yang bijak untuk reza. beberapa kali dekat dengan wanita tapi tidak bisa membuat hati reza tenang dan puas sama sekali. bayangan kanzha masih menghantui pikirannya. jadi saat melihat pujaan hati rasa itu muncul lagi.
tuan alvaro sebenarnya tidak setuju dengan permintaan sang putra. tapi tidak bisa berbuat apa. reza sudah terbujuk dengan perasaan nya sendiri alex hanya tinggal bermain siasat saja.
malam ini dengan di temani orang tua reza benar benar datang untuk melihat dan melamar kanzha. reza sudah tidak sabar untuk bersama dengan wanita pujaan nya. nasihat dan larangan sudah tidak di hiraukan lagi oleh nya.
"tuan alvaro. ... senang sekali bisa menyambut anda di gubuk kami" sambut tuan amar hangat dan merendah.
"jangan merendah tuan amar rumah bak istana begini anda bilang gubuk" tuan alvaro menyanjung sikap papa amar yang hangat.
"ha.... ha.... ha...." mereka tertawa untuk mencair kan suasana.
"sebenarnya ada perlu apa anda datang kemari?" papa amar bertanya sambil melipat kakinya setelah seorang pelayan menghidangkan minuman dan cemilan.
"saya menemani putra kami....yang datang untuk melamar putri tuan amar kanzha" bak pancing bersambut tuan alvaro langsung mengutarakan niat baik nya.
"melamar?" papa amar dan mama tiara tersentak kaget. Mereka sudah di peringatkan alex mengenai hal ini tapi tidak menyangka akan secepat ini.
"iya..... putra kami reza sangat mencintai kanzha putri kalian" ungkap nyonya vivi mama nya reza. Seorang fito model ternama yang cantik mempesona.
"tapi putri kami sudah masih kuliah nak" papa amar memberi alasan agar mereka sedikit mengendur kan niatnya.
"tapi sebentar lagi lulus kan tante....?" reza meyakinkan dia tidak mau kehilangan kesempatan.
"dan lagi kanzha masih menunggu orang istimewa untuk kembali" ungkap mama tiadak rela jika sang putri mesti menikah dengan reza. orang yang sudah jelas menghancurkan perusahaan merek.
"apa itu faz....mereka pacaran?" reza ingin tau penilaian mereka mengenai faz.
"iya.... kamu mengenal nya nak reza?" papa amar menebarkan dan bertanya.
"iya. .. kami teman sekolah. ... tapi bukanya dia sudah bertahun tahun tidak pulang?" reza menjelaskan demi persetujuan.
__ADS_1
"dari mana kamu tau?.... Setelah menghancurkan perusahaan kami kamu ingin memiliki putri kami?..... jangan mimpi" mama tiara mulai emosi dan marah mengingat yang datang beetamu adalah musuh.
"tenang mama !" papa amar mengelus. lengan sang istri untuk memenangkan.
"mama tidak rela papa" emosi mmama tiara meluap. "istigfar ma!" pinta papa amar.
"astagfirullahaladzim" ucap mama tiara tenang.
"sabar.....!"pinta papa amar " tuan nyonya alvaro semua tergantung kanzha sendiri tunggulah sebentar!" papa beralih menatap para tamu yang tertunduk malu mendengar kemarahan sang empunya rumah.
melihat kemarahan dari mama tiara reza merasa apa yang di peringatkan Alex benar adanya. kalau memaksa tidak baik ada nya. kini dia mulai bingung dan gamang mesti memakai cara apalagi untuk mengambil hati mereka setelah kesalahan fatal dan frontal yang dia lakukan.
kanzha baru saja kembali dari pesantren. untuk mengurus semuanya yang berhubungan dengan acara haul di al azhar. saat sampai di depan rumah dia di kaget kan adanya mobil yang parkir di. depan rumah. saat masuk kanzha semakin kaget dengan kedatangan reza dan orang tuanya di rumah. walaupun sudah tau apa tujuan mereka untuk datang tapi kanzha bisa pura pura tidak tahu apa apa. walau berbohong dan berakting sungguh sulit tapi kanzha berusaha benar benar untuk menahan diri. padahal baru saja alex selesai menghubungi nya saat di jalan perjalanan pulang.
karena merasa tidak berkeperluan kanzha bergegas menuju tangga untuk ke kamar setelah salam nya di jawab semuanya. sampai akhirnya dia di panggil sang papa untuk mendekat.
"kanzha. ."
"iya. ..pa..."
"kemari sebentar!"
"duduk....!" perintah papa.
"iya.... papa" kanzha duduk di antara ke dua orang tuanya.
"putri kalian cantik. ... pantas reza jatuh hati" puji nyonya vivi.
"terima kasih. .." jawab mama tiara .
"benar benar gadis yang baik cocok untuk putra kami" nilai tuan alvaro.
"maksud oom alvaro apa?" kanzha mulai buka suara.
"mereka datang untuk melamarmu nak" ungkap papa lembut sambil mengelus pucuk kelapa sang putri.
__ADS_1
"melamar?" kanzha kaget. peringatan alex benar benar terjadi sekarang.
"iya.... kami datang untuk melamar" tuan alvaro menegaskan.
"apa?.... Setelah yang kamu lakukan. .. jadi ini niat di balik penyerangan kalian" hardik kanzha marah. tidak perlu pura pura gadis itu memang marah.
"tidak begitu kanzha" reza mencari pembelaan diri dia sendiri gugup melihat pancaran mata yang biasa sendu kini berubah tajam menohok.
"karena pailit kami mesti melakukan PHK besar besaran bagaimana nasib mereka" kanzha minta penjelasan.
"benar .... kanzha benar benar marah" pikir reza melihat mimik wajah kanzha berubah garang.
"aku akan menebus semua kanzha. ..." bujuk reza.
"jadi kamu mengakui semua ini perbuatan kalian?" tuan amar menahan sang putri agar tidak emosi.
"maaf...." hanya itu yang di ucap reza. kemanakah reza yang temperamen dan garang ? kenapa di depan kanzha dia jadi plempem.
"aku tidak ingin bersuamikan seorang yang tidak berperasaan" hardik kanzha tepat karena reza jadi gelagepan.
"kanzha" Panggil reza lemah. Dia lemah di depan kanzha. "bagaimana aku membujuk mu?" bujuk reza lagi. Dia sendiri tidak sadar sudah menuruti semua keinginan orang lain.
"kembalikan semua seperti semula lagi!" pinta kanzha.
"apa itu bisa jadi jaminan kamu menerima ku. ". reza sedikitnya berharap.
"mungkin akan aku pertimbangkan" ungkap kanzha dengan pergi dari tempat itu.
semua jadi tertegun. obrol an selanjutnya hanya diskusi ringan saja.
.
.
.
__ADS_1
.
.