FAZ VS ALEX. Demi Kanzha

FAZ VS ALEX. Demi Kanzha
Tragedi..... 8 Keseriusan Reza


__ADS_3

Reza menghentikan penyerangan terhadap 2 perusahaan besar. semuanya sudah kembali stabil kembali. tapi itu tidak membuat kanzha untuk begitu mudah nya menerima pinangan reza. pria muda itu juga tidak menyerah sedikit pun untuk memperjuangkan perasaannya pada kanzha.


Reza sudah terbujuk dengan keinginannya untuk memiliki kanzha hingga dia sudah tidak menghiraukan nasihat orang tua nya sama sekali. mendengar nama kanzha hidung reza seperti di cocok burung menurut tanpa protes sama sekali dengan sarat sarat yang di minta kazha demi untuk mengulur waktu sampai semuanya bisa kembali normal. termasuk faz bisa segera kembali lagi ke tanah air tanpa halangan lagi.


alex sudah merencanakan semua. Dia juga sudah tau sebab faz tidak bisa segera kembali lagi ke tanah air. semua siasat sudah di mainkan reza demi memiliki kanzha kini siasat itu di mainkan alex dengan bantuan rio dan satria demi membuat reza jera. semua rencana ini di rahasia kan dari sepengetahuan fazha yang akan berlaga di laga besar. semua demi agar faz bisa konsentrasi dan segera menyelesaikan progres kerjanya.


sore ini reza mendatangi kanzha lagi dan lagi menuntut jawaban yang di gantung selama ini. reza sudah tidak memikirkan hal lain melainkan hanya kanzha dan kanzha. di kepalanya semuanya tentang kanzha tidak ada hal lain.


"bagaimana kanzha?" reza menuntut jawaban pasti dari wanita idaman nya.


"apanya .... reza?" kanzha pura pura tidak mengerti sama sekali.


"persetujuan mu?" reza menegaskan semua. dia sudah begitu tidak sabar bisa menyentuh memeluk dan menguasai kanzha sepenuh nya.


"aku..... setuju.... dengan beberapa sarat" kanzha mengutarakan semuanya. karena semua sudah tidak bisa di tahan lagi. kanzha bukan ahlinnya berpurs pura.


"sarat lagi?" reza kaget lalu menatap tajam pada kanzha. dia tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran gadis pujaan itu.


"apa kurang yang ku lakukan selama ini demi kamu kanzha?" tanya reza menatap mwngintimidasi gadis yang selalu tertunduk di depan selain muhrim itu.


''dan kamu tau apa tentang rasa sakit ku?" kanzha menatap sekilas pada reza. menunjukkan betapa dia sangat kecewa dan sakit dengan semua yang di lakukan oleh reza selama ini.


"ternyata dia masih membenci ku.... aku tau pasti tidak mudah untuk nya menerima semua ini" pikir reza tiba tiba menjadi bimbang tak terarah sama sekali.


"kamu setuju atau tidak reza?" kanzha menuntut jawaban sekarang juga.

__ADS_1


"baiklah. .... apa sarat mu" reza menyerah dari pada kanzha menolak dan reza memilih jalan yang rumit dia akan mencoba untuk tau apa yang di kehendaki gadis itu.


"1. Sebelum menikah aku ingin kamu jujur pada ku .... tentang apa pun siasat mu.... kecurangan mu.... aku tidak mau andai sesuatu terjadi aku terseret dalam masalah yang kau buat!" reza tersentak kaget. ternyata gadis di hadapannya begitu tegas dan terus terang dengan pemikirannya.


"aku akan jujur" reza menuruti dengan terpaksa dengan niat menyenangkan dan mengambil hati kanzha. tapi gadis itu tau kalau reza sangat serius terlihat dari ekspresi wajahnya yang datar.


"2. aku tidak mau pernikahan kita di publikasi secara besar besaran" pinta kanzha karena dia tidak mau di sebut sebagai istri reza alvaro.


"itu tidak mungkin kanzha aku seorang pengusaha besar. ... status adalah hal yang utama bagi kami" reza menolak hal itu sama saja membohongi publik.


"kamu setuju atau tidak itu mempergaruhi persetujuan ku reza" ancam kanzha serius menatap tajam dan mwngintimidasi.


"ah..... baiklah" reza lagi lagi menyerah di hadapan kanzha. wanita yang benar benar dia harap kan selama ini.


"3. Setelah menikah aku akan tetap tinggal di pesantren sampai lulus kuliah..... dan kamu tidak boleh menolak" lagi lagi sarat yang di minta kanzha demi menjaga kehormatannya dan nama baik nya sebagai calon menantu kyai.


"4. ini yang terakhir. ... " kanzha agak ragu untuk mengutarakan semuanya. Dia takut sikap temperamen reza muncul dan akan menyakiti nya. tapi selama mereka berdua bicara tidak ada gelagat buruk dari reza .


"katakan saja!" reza mendesak. Dia sudah menebak kalau permintaan kanzha akan merugikan nya.


"sebelum menikah aku ingin menemui fazha" los perasaan kanzha tenang sudah mengutarakan semuanya. tapi kecemasan masih ada takut reza marah besar dan naik pitam.


"kalau itu aku tidak bisa mengizinkan" tolak reza dengan cepat. tidak mungkin reza mengizinkan kanzha bertemu fazha . bukankah sama saja dengan memberi jalan mereka untuk bersama.


"reza.... sekali saja" kanzha membujuk. rasanya dia risih meski merengek pada pria yang sudah dia anggap musuh besarnya.

__ADS_1


"tidak. ... kamu akan main siasat nanti. aku tidak setuju sama sekali" reza dengan keras menolak.


"kalau kamu tidak setuju aku juga tidak setuju untuk menerima pinangan mu" lagi lagi kanzha memberikan ancaman agar reza mau menuruti nya.


"aku akan punya cara untuk memaksamu...." ganti reza merancam. kanzha mengidik ngeri melihat ekspresi reza yang sadis.


reza menghubungi seseorang yang ada di Italia. anak buah reza yang mengatasi fazha. reza benar benar hilang kendali saat cara yang baik tidak berhasil. reza sudah tidak peduli dengan rasa benci yang akan dia dapatkan dari kanzha. yang terpenting bagaimana bisa memiliki wanita itu sepenuhnya.


reza memerintahkan untuk mempersulit urusan faz di sana dan benar mendengar semua itu kanzha merasa sakit dan ngilu di ulu hatinya. mendengar reza mengancam melalui fazha yang jauh sendirian di Italia kanzha tidak bisa berbuat apa apalagi.


"jangan sakiti faz .... aku mohon!"


"lalu kapan kita menikah?"


"terserah kau saja"


"satu minggu lagi. ... Untuk semua sarat yang kamu minta aku bisa memikirkan. tapi urusan fazha itu jadi harga mati untuk mu...." reza pergi meninggal kanzha sendiri.


air mata yang di tahan sedari tadi tidak bisa di bendung lagi. kini dada nya teras sangat sakit. reza tidak pernah main main dengan ancaman nya.


.


.


.

__ADS_1


..


__ADS_2