
sudah hampir sebulan faz di jakarta tapi belom jumpa dengan sang abi sekalipon. beliau sedang ada tour tausiah di luar kota. bahkan sang abi belom tau kalo putra mahkotanya sudah kembali ke pelukan miminya.
kabar kembalinya sang kyai sudah terdengar ke seantero pesantren. para santri menyambut senang dan antusias. adik adik faz juga sangat senang karena sudah kangen dengan sang bibi.
" asyik... bibi balik" celoteh si kecil niha lari lari di ruang tengah.
"abi bawa apa ya....? dek kamu minta oleh oleh apa?" syam penasaran dengan oleh oleh apa yang akan abi al bawa.
"niha... minta gamis baru kalo mas syam?" jawab niha polos.
"mas minta dibeliin jajanan khas sana" syam mengebu gebu. dia memang hobi makan dan badanya agak besar berisi.
" di otak kamu tu cuma ada makanan saja" faz yang baru keluar dari kamarnya menepok kepala sang adik.
" ah.... aak faz....." syam tak senang dengan perlakuan itu
" tu badan sudah segede gajah...." goda faz pada syam mendengar di ledek dia marah tak senang.
" mana enak saja..." syam menunduk melihat dirinya sendiri.
" benar ya niha... aak syam gendut kayak gajah ya.." faz melanjutkan bullian nya.
"iya.... gajah bunting...." jawab niha asal.
" heh....stut... dapat kata kata dari mana tu...." zora terkaget. dia yang dari tadi diam Mulai terusik.
" upsts... afwan kelepasan...." ucap niha tanpa rasa bersalah.
" pokoknya kalo abi bawa jajan... semua buat aak faz saja..." faz masih usil.
__ADS_1
"enak saja..nggak boleh...." syam tetapi saja anak kecil walo sudah. 13 tahun dia tetap manja.
"bodo amat....." faz masih melancarkan keusilan.
" ih.... aak faz nyebelin....." syam kesal dan faz tertawa puas.
zora ikut adu argumen dengan saudara saudaranya .dia yang dari tadi memilih duduk santai di sofa. ia sedang sibuk dengan novel islami. tidak. begitu antusias dengan kedatangan sang bibi ganteng. mulai ikut tertarik karena semua sudah rindu.
apalagi faz tak banyak punya kenangan dengan orang tuanya. di balik sikap jail dan jaimnya ada sedikit rasa hampa yang di pendam dalam di lubuk hatinya. rasa rindu yang dalam kini semakin memuncak saat mendengar sang bibi akan kembali.
suasana halaman....
sudah banyak santri yang berdiri berbaris menanti kedatangan kyai kesayangan mereka. satri dan satriwati tumpah ruah semua di halaman nan luas itu. Para pengurus meng koor dinir semua agar bisa baris dengan rapi.
mimi naf sendiri yang menjempot sang suami. saat faz di ajak dia menolah karena ada ulangan di sekolah. makanya tadi selesai sekolah dia segera pulang untung sang abi belom sampai.
" kyai kok belom sampai ya?" gerutu imam.
" yok ngadem dulu yuk!"ajak ulin. tapi tak di gubris teman temannya sama sekali.
"eh... sat gus faz kok belom muncul... apa belom pulang?"tanya aziz.
" beliau pulang duluan kok..." jawab satria
" iya itu ning zora. gus syam.. dan ning niha... gus faz belom muncul...." ulin mengabsen.
di grombolan santri wati juga semua tak sabar melihat kedatangan kyai mereka. ada yang ber tanya kenapa kedatangn sang gus tidak di sambut dengan meriah seperti ini.
"eh.... gus faz kok belom ada ya...." nita melihat para anggota dhalem.
__ADS_1
"emang kamu pernah lihat gus faz nit?" tanya nisa.
" pernah sekali.... saat soan baru balik dari rumah. " jawab nita semangat.
" wah... beliau kayak apa..." diah penasaran membayangkan.
" ganteng..." jawab nita
"iya... ramah.... senyumnya itu... aduh..."tambah nita lagi dia berbunga bunga.
" wah... penasaran. . kayak apa ya... nita saja sampai jempalitan gitu.." semua bilanh penasaran.
"husss ..... diam kyai sudah datang." ujar mbak maili pengurus putri.
alunan rebana mulai ditabuh. umi naf keluar dulu sebelum abi al. semua santri meringsek menyalami setelah keluar untung umi langsung ke beranda. mendekati putra putrinya mampak faz baru keluar dari dalam rumah.
gayanya yang santun memakai sarung hitam polos atasan koko modren putih abu dengan peci hitam. menampakkan sisi alim dan arif dari fazha
Setelah grombolan santri memudar abi al menuju rumah. dia tercengang melihat sosok pemuda tampan tinggi tegap seperti gambaran dirinya di masa muda dulu.
seuntai semyum penuh kerinduan teruntai indah di bibir ayah dan anak itu.lama saling menatap sampai ada embun tipis di sudut mata mereka yang tidak di sadari. peluakan hangat terjadi melepaskan kerinduan yang sangat mendalam.
"putraku...." ucap abi penuh rindu pada sang putra.
"abi..... " desah faz haru. dia begitu meringankan dekapan hangat ini.
di sudut sana seorang gadis juga nampak sangat terkejut setelah tau sosok sang gus. tiba tiba dia jadi bingung sendiri. ada rasa senang dan gelisah menyatu memenuhi sanubari nya. kini.dia tau harus bersikap bagai mana. ...
.
__ADS_1
.
.